Bagi generasi yang hidup di zaman digital, media sosial bukan sekadar tempat untuk pamer. Peran media sosial telah bergeser, dari semula sebagai tempat untuk show-off, kini telah menjadi sarana untuk unjuk karya. Sebagian besar dari kita menjadikan akun media sosial sebagai portofolio online atau untuk personal branding. Dari tampilan media sosial, banyak orang yang mendapatkan job baru, bahkan memulai karier baru. Banyak juga perusahaan yang menjadikan akun media sosial sebagai referensi dalam menerima seseorang untuk bekerja di perusahaan mereka. Tak heran jika saat ini banyak orang yang sangat memperhatikan apa saja yang akan mereka bagikan di media sosial.

Menurut statista.com, Instagram adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia. Jumlah pengguna Instagram di Indonesia adalah keempat terbanyak di dunia, dengan angka sekitar 59 juta (sumber statista.com, diakses tanggal 18 September 2019). Tentunya hal ini menjadi peluang bagi para pengguna untuk membuat konten di Instagram menjadi menarik sebagai upaya personal branding atau membuat portofolio online. Instagram sendiri memiliki empat fitur, yakni Feeds, Live, Instagram TV (IGTV), dan Instagram Story (IG Story). Dari keempat fitur tersebut Feeds dan Instastory yang menjadi favorit atau yang paling sering digunakan oleh pengguna. Selama ini, Instagram Feeds digunakan oleh sebagian besar untuk portofolio. Hal ini dapat terlihat dari mayoritas pengguna Instagram berusaha untuk mengatur Feeds mereka agar indah dilihat, serasi, dengan warna yang menarik. Untuk alasan keserasian itulah, sehingga Feeds diisi tidak secara real time.

Foto ilustasi sumber : https://instagram-press.com

Dibandingkan dengan Feeds, Instastory menjadi fitur yang lebih banyak digunakan. Tak sedikit orang yang eksis mengunggah konten di Instastory, tapi memiliki Feeds yang kosong. Alasan pertama, Instastory adalah pilihan cepat dan mudah, serta dapat digunakan secara real time. Alasan kedua, Instastory hanya bertahan selama 24 jam, maka orang merasa tak perlu mempercantiknya. Namun seiring berjalannya waktu, Instagram menyediakan fasilitas Highlight. Fasilitias ini dapat digunakan untuk mempertahankan Instastory kita. Dengan adanya Highlight, Instastory pun kini dapat digunakan untuk personal branding, maupun portofolio online. Tentunya untuk tujuan menjadikannya portofolio online dan upaya personal branding, perlulah bagi kita membuat Instastory menjadi menarik. Dengan demikian, kita dapat mengoleksi Instastory kita dengan fasilitas Highlight dan menghiasnya di profil akun Instagram kita.

Foto ilustrasi sumber : https://fstoppers.com/

Dalam artikel ini akan Anda dapatkan beberapa langkah untuk membuat Instastory menarik. Tips ini saya sarikan dari acara How to Pack Your Travel Story yang diadakan oleh kurio.id. Acara ini sekaligus memperkenalkan fitur baru di kurio, yakni #klipingkurio. Kliping kurio sendiri adalah fitur foto dan berita dalam bentuk slide show. Salah satu pemateri dalam acara ini adalah Nikko Ilham, pencetus Instastory Magazine atau Instastory seperti dalam bentuk majalah.

Setelah mengikuti acara tersebut, saya mulai mencoba menerapkan apa yang saya dapatkan untuk membuat post Instastory. Memang untuk memulainya cukup ribet dibandingkan dengan apa yang selama ini kita lakukan, yakni langsung mengunggah postingan di Instastory tanpa mengutak-atiknya lagi. Tapi dengan mengingat Instastory adalah sarana personal branding dan juga portofolio online, saya tak keberatan melakukannya.

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Pertama, kumpulkan foto/video yang ingin Anda unggah dalam satu folder, agar mudah untuk memilih dan mengurutkan. Misalnya Anda ingin mengunggah foto/video liburan Anda di pantai. Pilihlah foto/video yang berhubungan dalam folder tertentu. Jika foto/video yang ada dalam handphone Anda tidak banyak, Anda akan mudah memilihnya sehingga tak perlu membuat folder tersendiri.

Kedua, untuk satu paket Instastory, Anda dapat memilih minimal 5 foto/video, karena nanti satu paket Instastory akan menjadi semacam slide show. Kliping di kurio.id sendiri terdiri dari minimal 5 foto, begitu juga Instastory Magazine-nya Nikko Ilham berisi lebih dari 5 foto. Dan saya pribadi masih mengikuti saran itu, tapi kadang juga saya hanya menggunakan tiga foto dalam satu paket Instastory, karena keterbatasan foto yang menarik.

Ketiga, siapkan pesan atau informasi yang ingin Anda sampaikan dalam foto/video tersebut. Misalnya, Anda ingin memberi keterangan tentang tempat yang ada di foto Anda, atau perasaan Anda tentang tempat itu agar bisa saling terkoneksi dengan follower Anda. Kata-kata tersebut siapkan dan ketik dalam note Anda, agar Anda tinggal meng-copy paste.

Keempat, anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menjadikan foto/video Anda menarik, seperti, Canva, Unfold dan StoryArt. Saya pribadi menggunakan Canva untuk mempercantik tampilan foto Anda. Saya lebih memilih aplikasi tersebut karena familier dan gratis. Tapi fasilitas dalam Instagramstory sendiri sudah dapat Anda manfaatkan untuk itu. Anda dapat memilih dekorasi dan pilihan huruf yang telah tersedia.

Kelima, tetapkan urutan, foto/video untuk setiap slide.

Keenam, sebaiknya Anda membatasi teks dalam satu slide. Anda boleh menyisipkan sambungan teks yang terlalu panjang di slide berikut. Sebaiknya pula Anda tidak mengumpulkan lebih dari 2 foto/video dalam satu slide. Hal ini perlu dilakukan agar informasi dalam setiap slide tidak terlalu padat. Ingat, waktu yang tersedia bagi follower Anda untuk melihat setiap slide hanya sepuluh detik.

Ketujuh, jika Anda telah selesai membuat desain untuk satu slide, jangan dulu langsung menggunggahnya, tetapi simpanlah terlebih dahulu. Pilihlah pilihan Save. Setelah semua slide selesai dihias dan dilengkapi dengan keterangan atau kalimat-kalimat yang menggugah, Anda dapat mengunggahnya sekaligus. Hal ini perlu dilakukan agar follower Anda mendapatkan informasi yang utuh dari Instastory Anda dan tidak terjadi keterputusan informasi.

Nah, mudah kan. Silakan beri komentar di bawah ini, jika ada yang ingin ditanyakan. Atau bisa juga langsung DM saya di Instagram. Anda juga dapat melihat bagaimana Instastory dikemas menarik di akun Instagram Nikko Ilham dan juga klipping kurio.id. Untuk melihat beberapa contoh yang sudah saya buat, bisa langsung kepo Instagram saya, nhasagram.