Jangan Panik! Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara dan Langkah Memeriksa Payudara Sendiri

Takut dengan kanker, khususnya kanker payudara, membuat kita menghindari pembahasan tentang topik ini. Padahal semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar peluang untuk disembuhkan. Takut dan panik tak akan membuat kita terhindar dari penyakit yang telah merenggut banyak nyawa ini. Sebaliknya, kita harus tahu informasi tentang kanker payudara agar kita dapat menjaga diri dari bahayanya. Untuk itu, mari kita kenali faktor-faktor yang membuat kita berisiko untuk terkena kanker payudara, langkah memeriksa payudara secara mandiri serta cara menghindari kanker payudara.

sel kanker payudara
Ilustrasi sel kanker payudara. Sumber foto: drugtargetreview.com

Breastcancer.org, situs resmi sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh seorang dokter spesialis kanker, Marisa C. Weiss, M.D mengemukakan beberapa faktor risiko kanker payudara. Faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi dua, yakni faktor yang tidak dapat dihindari dan faktor yang dapat dihindari.

Disarankan untuk membaca artikel ini sampai selesai, agar Anda terhindar dari kepanikan.

Faktor risiko kanker payudara yang tidak dapat dihindari

Berikut ini beberapa faktor risiko kanker payudara yang tidak dapat dihindari:

Pertama, jender. Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan pria. Walaupun dalam beberapa kasus ada pria terkena kanker payudara, namun jumlah wanita penderita kanker payudara lebih banyak dibandingkan pria. Hal ini karena aktivitas hormon estrogen dan progesteron pada wanita memengaruhi pertumbuhan dan perubahan sel payudara, sehingga wanita lebih besar peluangnya mengidap kanker payudara.

Kedua, garis keturunan. Jika dalam garis keturunan Anda terdapat beberapa keluarga yang memiliki riwayat terkena kanker payudara, misalnya ibu, kakak, adik, dan anak, maka besar kemungkinan Anda juga akan ikut terserang penyakit ini. Begitu pula jika Anda memiliki keluarga dekat yang mengidap kanker payudara atau kanker ovarium (khususnya sebelum mereka berusia 50 tahun), Anda juga berisiko mengidap kanker payudara.

Ketiga, usia. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula risiko kita untuk mengidap kanker payudara. Menurut breastcancer.org, 1 dari 228 wanita berusia 30-39, mengidap kanker payudara. Angka ini bertambah pada wanita berusia 60-an, yakni 1 di antara 29 wanita, terkena kanker payudara.

Keempat, pengalaman kanker payudara. Jika Anda pernah mengalami kanker payudara, maka Anda berisiko untuk kembali terkena kanker payudara.

Kelima, ras. Masih menurut situs yang sama, wanita dari ras Afro-Amerika berisiko tinggi terkena kanker payudara, sementara wanita Asia berisiko rendah untuk mengidap kanker ini. Walaupun demikian, akan lebih baik jika kita, sebagai wanita Asia tetap waspada dengan kanker ini. Ingat, waspada tapi tetap tenang.

Baca juga: Menyikapi Orang Julid dan Nyinyir dengan Pendekatan Teori Filsafat

Keenam, terapi radiasi di bagian dada. Jika saat anak-anak atau saat remaja kita pernah mendapatkan radiasi untuk kepentingan terapi di bagian dada, maka kita berisiko mengalami kanker payudara.

Ketujuh, kehamilan dan menyusui. Sebagaimana dilansir oleh breastcancer.org bahwa kehamilan dan periode menyusui mengurangi siklus menstruasi dalam rentang hidup kita. Sebagaimana yang kita ketahui, seorang wanita tidak akan mengalami menstruasi saat kehamilan dan juga mengalami menstruasi yang tidak teratur saat menyusui. Hal ini memengaruhi aktivitas hormon estrogen, hormon yang mengatur siklus menstruasi. Beristirahatnya aktivitas hormon estrogen akan mengurangi risiko kanker payudara. Berkaitan dengan aktivitas hormon estragen ini, wanita yang hamil anak pertama pada usia di atas 30 tahun atau yang tidak pernah hamil selama hidupnya, berisiko terkena kanker payudara. Sementara wanita memiliki anak pertama di bawah usia 30 tahun dan menyusui anaknya hingga 1 setengah tahun atau 2 tahun memiliki risiko rendah untuk mengidap kanker payudara.

Kedelapan, menstruasi dini dan menopause di atas usia 55 tahun. Pengalaman menstruasi menjadi salah satu faktor penyebab kanker payudara. Bagi Anda yang mengalami menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun, Anda berisiko mengalami kanker payudara. Begitu pula dengan Anda yang sudah berusia di atas 55 tahun, namun masih mengalami menstruasi, Anda berisiko mengidap kanker payudara. Hal ini karena aktivitas hormon estrogen yang dijelaskan pada poin sebelumnya. Hormon pengatur siklus menstruasi ini memicu perkembangan sel pada payudara. Saat aktivitas hormon estrogen terjadi dalam periode waktu yang lama tanpa istirahat, maka risiko kanker payudara pun meningkat.

ilustrasi 3D kanker payudara
Ilustrasi 3D Sel kanker payudara. Sumber foto: ec.europa.eu

Faktor risiko kanker payudara yang dapat dihindari

Adapun faktor risiko kanker payudara yang dapat dihindari, adalah sebagai berikut:

Pertama, kelebihan berat badan. Bagi wanita yang kelebihan berat badan setelah manopause, berisiko terkena kanker payudara. Memang hormon estrogen dapat beristirahat saat seorang wanita telah menopause, apalagi ovarium telah berhenti memroduksi hormon. Namun, karena kegemukan, seseorang memiliki banyak jaringan lemak, dan jaringan lemak itulah yang menjadi sumber utama bagi hormon estrogen. Sehingga kelebihan berat badan dapat memicu risiko kanker payudara.

Kedua, gaya hidup. Bagi seseorang yang tidak menerapkan gaya hidup sehat, seperti kurang berolahraga, mengonsumsi makanan berpengawet, minum minumanan beralkohol dan merokok, memiliki risiko mengidap kanker payudara yang lebih tinggi, dibandingkan dengan yang menerapkan hidup sehat.

Ketiga, mengonsumsi pil kontrasepsi. Penggunaan pil penunda kehamilan selama lebih dari 10 tahun akan meningkatkan risiko kanker payudara.

Keempat, stres dan kecemasan. Stres dan kecemasan membuat sistem imun kita menurun, sehingga kita mudah terserang penyakit, termasuk kanker payudara.

Langkah-langkah pemeriksaan payudara secara mandiri

Nah, agar Anda tidak stres dan cemas, setelah membaca faktor risiko kanker payudara, sebaiknya Anda memeriksa payudara Anda secara mandiri. Kanker payudara yang dapat dideteksi sejak dini, akan memudahkan Anda untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker bahkan menyembuhkannya. Berikut langkah-langkah memeriksa payudara secara mandiri, menurut breastcancer.org:

kanker payudara
Ilustrasi. Sumber foto: mumby.com

Lakukan langkah-langkah pemeriksaan payudara secara mandiri sebagai berikut:

  1. Berdirilah di depan cermin dengan punggung tegak. Letakkan tangan di pinggang dan tekan kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan bentuk, ukuran dan perubahan warna kulit payudara Anda juga bentuk puting. Jika ada benjolan, tanda seperti lesung pipi, kulit payudara berkerut, kemerahan, ruam, atau puting yang mengarah ke dalam, maka segeralah hubungi dokter
  2. Angkat tangan Anda tinggi-tinggi dan perhatikan apakah Anda menemukan perubahan pada payudara Anda. Lihat dengan saksama, apakah tanda-tanda di atas ada di payudara Anda. Masih di depan cermin, lihatlah apakah ada cairan yang keluar dari puting Anda (cairan berbentuk bening, atau seperti susu, kuning atau dalam bentuk darah).
  3. Berbaringlah. Dalam posisi berbaring, gunakan tangan Anda untuk meraba payudara Anda dengan lembut. Tangan kanan untuk meraba payudara kiri dan tangan kiri untuk meraba payudara kanan. Raba ke arah melingkar, mulai dari lingkaran puting hingga ke lingkaran luar payudara. Anda juga dapat meraba secara veritikal atau horisontal. Raba dengan saksama, apakah Anda menemukan benjolan di payudara Anda.
  4. Anda juga dapat melakukan langkah ketiga saat Anda mandi, namun dalam posisi berdiri.

Baca juga: Begini Cara Membuat Instastory Menarik, Agar Bisa Menjadi Portofolio Online

Lakukan pemeriksaan mandiri ini secara rutin, setiap bulan pada hari ketiga sampai kelima setelah menstruasi. Bagi Anda yang sudah manopause, lakukanlah setiap bulan. Saran ini disampaikan oleh Badan Kesehatan Amerika Serikat (National Institute of Health) dalam situs resmi mereka, medlineplus.gov. Jika Anda menemukan tanda-tanda seperti yang ditulis di atas, jangan panik, segera hubungi dokter. Ingat, stres dan cemas akan menurunkan sistem imun Anda, maka tetaplah tenang.

Cara-cara Pencegahan Kanker Payudara

Jika saat memeriksa sendiri payudara Anda dan ternyata Anda tidak menemukan tanda apa pun, Anda dapat melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut adalah beberapa langkah-langkah pencegahan kanker payudara:

  1. Jaga berat badan agar tetap ideal. Sesuaikan beran badan dengan tinggi badan Anda, karena kelebihan jaringan lemak akan memicu risiko penyebab kanker payudara.
  2. Konsumsilah sayur dan buah dalam jumlah yang banyak.
  3. Hindari mengonsumsi kalori yang berlebihan, karena kelebihan kalori dalam tubuh Anda akan diubah menjadi lemak.
  4. Konsumsilah makanan yang mengandung omega 3.
  5. Kurangi konsumsi lemak trans, daging olahan dan makanan yang dibakar atau yang diasap.
  6. Berolahraga 45-60 menit per minggu.
  7. Hindari mengonsumsi rokok dan alkohol.
  8. Berbahagialah dengan hidup Anda, karena hati yang bahagia akan meningkatkan sistem imun Anda.

Artikel ini ditulis sebagai bentuk gerakan peduli kanker payudara, gerakan Blogger Perempuan untuk kanker payudara, bekerja sama dengan Wacoal. Wacoal sebagai produk baju dalam wanita, turut mendukung bulan Kanker Payudara dengan menyediakan kotak donasi di toko-toko Wacoal. Breast Cancer Blogger Perempuan Movement, in Collaboration with Wacoal.

21 thoughts on “Jangan Panik! Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara dan Langkah Memeriksa Payudara Sendiri

  1. kangamir.com says:

    Pernah waktu itu pas lagi di rumah sakit, ada pasien kanker payudara yang di operasi. Ngeri juga ya kalau harus mengalaminya. Btw penyakit ini bisa terjadi pada pria juga ya. Bukan hanya perempuan.

    Reply
  2. ZEEVORTE says:

    ternyata saya baru tau resiko tingkat kematian tertinggi juga karena kanker payudara duhhh harus hati” nih untuk kaum wanita

    Reply
  3. Aini says:

    Jadi ingat punya teman yang tumor payudara memang sih belum seserius kanker, tau Alhamdulillah sudah ketahuan sebelum bertambah parah. Sekarang sudah dioperasi

    Reply
  4. Muhammad Rifqi Saifudin says:

    Para perempuan harus membaca artikel ini nih. Suami yang waspada juga harus bisa memahami kalau ada kemungkinan risiko kanker payudara bagi istrinya. Penting banget untuk bisa memahami bahwa mencegah bukan dengan cara menghindari topiknya, tapi dengan memeriksakan dan memastikan semuanya baik-baik saja

    Reply
  5. Fadli Hafizulhaq says:

    Informasi yang sangat bermanfaat. Saya teringat himbauan untuk melakukan pengecekan sendiri seperti yang Mbak tuliskan di atas. Memang penyakit kanker payudara ini harus dikenali dan dicegah sedini mungkin

    Reply
  6. Santi Suhermina says:

    Penting nih buat bacaan kaum perempuan. Kanker masih jadi momok di dunia kesehatan. Semoga kita dijauhkan dari segala penyakit ya kak

    Reply
  7. NgopiSantai.com says:

    kanker payudara memang tidak bisa dihindari dan bisa menyerang siapa saja. namun dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa menekan resiko akan timbulnya serangan kanker payudara. artikelnya keren banget… semoga bermanfaat…. 🙂

    Reply
  8. shyntako says:

    Duh, kalo bahas kanker payudara aku tuh suka sedih mba, inget tahun lalu temen kuliahku tutup usia setelah berjuang melawan kanker payudara. Mana anaknya masih kecil gak tega banget. Yup, kita sebagai perempuan harus aware sama tubuh kita. Kebetulan saya juga berprofesi sebagai agen asuransi kadang miris banyak kasus nasabah kena kanker itu karena di Indonesia itu kesadaran untuk medical check up masih rendah banget. Padahal menurut para dokter, kalo terdeteksi lebih dini, penanganan kanker juga lebih optimal. Yuk rutin check up!

    Reply
  9. Kornelius ginting says:

    Haduh….jangan sampai terkena kanker …pusing kalau sudah kena.. dan ingat pria juga mungkin kena kanker payudara juga loh… so lakukan gaya hidup sehat, pola makan sehat, jauhi stress… jadi ingat pengalaman adik yg kena kanker..

    Reply
  10. Nomsaa says:

    Dulu pernah syok ketika menemukan benjolan di payudara. Langsung lemes dan nangis. Buru2 periksa ke dokter, ternyata masih harus janjian sama dokternya. Pas hasil tes keluar, benjolan itu ternyata fibroadenoma. Alhamdulillah sekaran ukurannya mengecil. Memang bener deh, harus jaga gaya hidup terutama makanan dan olahraga. Stres juga ngaruh bangeetttt

    Reply
  11. Bayu Fitri says:

    Wah serem ya kak, dulu bude sy meninggal di usia muda krna kanker payudara mana anak nya masih balita penyebabnya katanya dr.krna belio suka mkn berpengawet ..memang hidup sehat itu pilihan ya..

    Reply
  12. Tammy says:

    Ga heran, step by step SADARI ini sudah pernah diajarkan guruku di sekolah sbg bagian dari deteksi dini. Ya karena ternyata memang penting bgt.

    Reply
  13. hani says:

    Beberapa temanku survivor. Keponakan ada juga yg survivor. Baru-baru ini anaknya teman juga dideteksi kanker payudara stadium B2. Udah diangkat, dan sesi kemoterapi. Duh…entah, semakin banyak sih yang aku kenal kena kanker payudara. Tetapi mereka semangat sembuh sih…

    Reply
  14. Icha Marina Elliza says:

    Aku ngeri kak kalo ngomongin kanker. Point’ terakhir yang paling aku inget adalah Bahagia.

    Ok, memang bahagia selalu membuat pikiran kita positif ya.

    Reply
    1. artha says:

      betul, kak. semua hal berawal dr pikiran kita ya. ada tetangga saya yg kena penyakit ini, langsung down dan tak lama setelah itu meninggal. andai diketahui lebih dini dan langsung terobati…

      Reply
  15. Mutia Ramadhani says:

    Kanker payudara pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia. Medical check up khususnya screening juga membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini.

    Reply
  16. triyatni says:

    <> itu bener banget. Eh tapi di bawah 12 tahun haidnya risikonya jadi lebih tinggi ya? kebetulan aku umur 10 tahun udah menstruasi, duuh

    Reply
  17. Catcilku says:

    Ngeri ya mbak. Ternyata faktor pemicu yang tidak dapat dihindari banyak dan hampir semua perempuan punya. Semoga perempuan Indonesia sehat-sehat

    Reply
  18. Efri Deplin says:

    Saya sangat respect dengan topik ini, bagaimana tidak beberapa diantara kita mungkin tidak menyadari hal ini namun ternyata dapat dicegah dengan mudah dengan mengurangi pemicu terjadinya kanker payudaranya itu sendiri.

    Reply
  19. arigetas.com says:

    Aku pernah mendampingi seorang sahabat yang sedang memeriksakan kaitan kanker payudara. Aku ketakutan luar biasa, tetapi dia begitu kuat. SADARI alias periksa payudara sendiri ini benar-benar penting, terutama untuk kaum hawa.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: