Ini 3 Manfaat Mencintai Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia dibuat sebagai bahasa universal untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab negara Indonesia yang sangat luas memiliki puluhan provinsi, tiap provinsi memiliki bahasa yang berbeda, dan tiap bahasa di suatu provinsi memiliki banyak dialek yang berbeda. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara yang tidak hanya kaya akan etnis, budaya dan sumber daya alam saja, tapi juga negara yang kaya akan bahasa.

Kita sudah sama-sama menyadari jika bukan kita sebagai orang Indonesia yang merupakan pemilik bahasa ini, siapa lagi yang akan menggunakan, melestarikan dan mengembangkannya? Sebab rasa cinta kita kepada bahasa sendiri akan menuntun kita untuk cenderung mempelajarinya lebih dalam sampai akhirnya menguasainya. Untuk meningkatkan minat dan perhatian kita kepada bahasa Indonesia, baik bagi kita mengetahui manfaat apa yang akan kita dapatkan jika kita mencintai bahasa kita sendiri.

mencintai bahasa indonesia
Sumber Foto: liputan6.com

1. Mengetahui pengucapan dan penulisan kata yang tepat

Jika kita mencintai bahasa kita sendiri, kita akan lebih memperhatikan bagaimana pengucapan dari suatu kata. Kita bisa mengoreksi pengucapan kita sendiri dan orang lain. Sehingga semakin banyak orang yang akan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Karena barangkali, kata yang sering kita ucapkan selama ini ternyata selalu kita ucapkan dengan cara yang salah.

Tidak hanya untuk pengucapan, tapi juga untuk penulisan. Ada banyak pengetahuan bahasa Indonesia untuk penulisan yang tidak kita ketahui. Bahkan sampai penulis buku best seller dan penulis berita pun masih banyak yang belum mengetahuinya.

Misalnya setiap kata kerja yang huruf pertamanya K-P-S-T dan huruf keduanya adalah huruf vokal, diimbuhi awalan ‘me-’ maka huruf pertama dari kata itu dihilangkan. Contohnya, kata ‘senang’ ketika diimbuhi awalan ‘me-’ maka penulisannya menjadi ‘menyenangkan’. Ini sudah biasa kita ketahui. Namun bagaimana dengan kata ‘perkosa’? Banyak penulis berita kriminal yang masih menulis ‘memperkosa’ padahal seharunya ditulis ‘memerkosa’. Mungkin terlihat tidak biasa karena selama ini kita tidak tahu. Hanya perlu waktu untuk membiasakannya.

Kata yang sudah terbiasa kita tulis dengan benar adalah ‘menulis’ dari kata ‘tulis’ yang berawalan huruf T. ‘Kejar’ menjadi ‘mengejar’. ‘Sapu’ menjadi ‘menyapu’. ‘Pulang’ menjadi ‘memulangkan’. Terlihat tidak aneh karena kita sudah terbiasa menggunakannya. Ini semua baru imbuhan awalan ‘me-’ saja. Belum lagi imbuhan awalan ‘pe-’. Dan ada juga imbuhan bertingkat, yaitu pengimbuhan ‘me-’ dan ‘pe-’ sekaligus.

2. Menambah kosakata.

Setelah sedikit-sedikit kita membiasakan diri untuk mengucapkan dan menulis kata dengan benar, seiring berjalannya waktu kita akan dituntun menemukan kosakata yang baru. Yang bisa jadi dapat digunakan agar kalimat kita mudah dimengerti orang lain. Ini akan sangat membantu ketika kita ingin menjelaskan sesuatu dengan tulisan.

Contohnya ketika ingin menulis ‘orang itu sedang berpangku tangan’. Jika kita tidak mengetahui apa maksud kalimat ‘berpangku tangan’, maka kita akan kesulitan untuk mendeskripsikan seseorang yang sedang berpangku tangan dalam tulisan. Kita akan cenderung menuliskan, ‘orang itu menempelkan salah satu sikunya di atas meja. Kepalanya ia letakkan di atas telapak tangannya. Jari-jarinya menangkup pipi kanannya.’ Deskripsi yang harusnya bisa ditulis dengan satu kalimat malah menjadi lebih dari satu kalimat. Jika begini, penulisan menjadi sulit dimengerti dan tidak efektif.

Selain itu ada banyak kosakata bahasa Indonesia yang sebenarnya belum kita ketahui. Kita bisa menggunakannya kosakata itu dalam tulisan kita atau dalam pidato dan keperluan lain.

3. Menemukan celah untuk mengembangkan bahasa

Mendalami suatu ilmu dan menguasainya akan membuat kita menemukan celah untuk mengembangkannya. Kita bisa melihat apa yang terjadi di bidang lain selain bidang bahasa. Seperti bidang teknologi yang selama ini telah berkembang sangat cepat karena selain banyak peminatnya, yang telah menguasai ilmu teknologi juga sudah banyak. Semakin dalam mereka mempelajari teknologi dan menguasainya, semakin berkembang teknologi yang ada.

Kita bisa lakukan hal yang sama terhadap bahasa Indonesia. Dengan menguasai ilmu bahasa Indonesia, kita kelak bisa mengembangkannya. Semakin banyak kata baru yang muncul karena perkembangan teknologi yang terus berlangsung, dan kata itu selalu berupa bahasa asing, seperti kata photocopy. Karena mesin cetak dan penyalin ditemukan oleh penemu luar negeri, kata photocopy tidak memiliki bahasa Indonesianya. Meskipun telah diresmikan bahwa penulisan bahasa Indonesia dari kata photocopy adalah ‘fotokopi’, tapi ketika diucapkan tidak ada bedanya. Inilah salah satu contoh dari bahasa Indonesia yang mungkin kelak bisa kita kembangkan.

Kata baru akan terus bertambah karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Mungkin kelak kita bisa selalu memiliki sebutan khusus milik bahasa Indonesia dari tiap kata-kata baru tersebut. Namun sebelum itu, kita harus mencintai bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Penulis: Nina Refyanti
Lahir di Jakarta. Sekarang berumur 21 tahun sebagai mahasiswi dan bekerja di salah satu perusahaan swasta. Kegiatannya sehari-hari adalah kuliah, bekerja, membaca, menonton film, menulis, dan latihan archery setiap hari Minggu pagi.
Akun Instagram: @ninarefyanti

 

Baca juga: Aku yang Jatuh Cinta, Cinta Padanya dan Pada Indonesia (Cerpen)

1 thought on “Ini 3 Manfaat Mencintai Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: