Kuliah Daring VS Hoaks yang Meramaikan Grup Keluarga

Alarm pukul 9 pagi mengintruksi perempuan yang duduk di depan televisi untuk segera mematikan tontonannya dan berpindah pada jadwal kelas daring pagi ini. Laptop yang berbaring lelah dibangunkan paksa dan kemudian dinyalakan tanpa mengindahkan angka pemberitahuan baterai yang berwarna kuning.

Dia tiba-tiba teringat kalau hari ini jadwal kelas hanya menggunakan Whatsapp, sehingga ketika layar laptop sudah sempurna menyala hanya dia gunakan untuk kembali membaca materi yang kemarin sudah dikirimkan.

Dosen memulai chat pertama dengan salam dan mengecek kehadiran mahasiswa. Tanpa perlu berbasa-basi atau membalas salam, perempuan itu langsung membuka laman pencarian dan memasukkan email dan kemudian absen di bagian kelas yang diikutinya. Selesai mengisi presensi dia kembali mengarahkan pada aplikasi pesan itu untuk mengikuti kuliah daring.

kuliah daring
Sumber Foto: hail.to

Dosen itu memberikan sedikit penjelasan tambahan mengenai materi yang sudah diberikan pada file pdf, pada akhir kalimat kemudian dia memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya pada pembahasan yang sekiranya belum paham atau membutuhkan pemahaman lebih.

Lima menit kemudian dua pertanyaan sudah tersedia di grup Whatsapp yang mengharuskan dosen menjawab pertanyaan itu. Perempuan yang masih memperhatikan materi itu masih memikirkan pertanyaan apa yang harus dilontarkannya, atau lebih tepatnya apakah masih ada materi yang mengganjal pikiran. Beberapa menit kemudian ketika sang dosen sudah menyelesaikan jawaban, dia pun juga sudah selesai memahami materi tanpa ada pertanyaan yang terlintas.

Grup yang sudah memiliki 4 pesan belum terbaca itu cepat-cepat ditekannya agar tidak ketinggalan pembahasan, namun ketika dia hendak membuka grup kelas ternyata dia salah menekan pada grup keluarga yang mendapat kiriman video dan satu pesan panjang. Dia meringis dan berpindah pada grup kelas.

Beberapa pesan kemudian masuk ke grup keluarga yang cukup mengganggunya yang sedang memahami pertanyaan baru dari temannya. Pertanyaan itu tiba-tiba juga ikut terlintas di pikirannya, bagaimana bisa terjadi, dan bagaimana jawabannya. Menunggu jawaban sang dosen yang masih lama mengetik dia pun berusaha mencari tahu melalui aplikasi pencarian. Beberapa kali dia memasukkan kata kunci, namun tetap saja jawaban tidak dapat dia temukan, mungkin memang lebih baik menunggu jawaban dosen, batinnya.

Dua menit berlalu dan jawaban dosen tak kunjung melegakan pikiran. Dilihatnya grup keluarga yang tiba-tiba memiliki 10 pesan belum dibaca, padahal tadi belum ada pesan selain pesan video yang dikirimkan oleh pamannya itu. Pesan pertama yang membalas video tadi mengatakan bahwa isi video keseluruhan adalah hoaks, pesan selanjutnya pun mendukung tanggapan itu bahkan sampai menyertakan bukti tangkapan layar dari sebuah berita.

Salah satu nomor yang tidak diketahui oleh perempuan itu menambahkan bahwa sebaiknya sebelum membagikan disaring terlebih dahulu. Pengirim video tidak menanggapi atau mungkin memang belum membaca pesan-pesan balasan dari video yang dikirimkan olehnya.

Perempuan pembaca pesan itu tiba-tiba teringat pada kelasnya yang belum selesai. Hal itu membuatnya meringis karena tiba-tiba keingintahuannya pada suatu permasalahan teralihkan karena berita hoaks yang sudah sering kali mencemari grup Whatsapp. Beberapa ahli berpendapat bahwa berita hoaks begitu mudah tersebar terutama di kalangan orang tua disebabkan mereka ingin agar semua orang mengetahui berita itu dari dirinya dan tidak ingin kalah dari orang lain dalam menyebarluaskan berita yang belum sama sekali diketahuinya.

Penulis: Luthfi Azzahra
lahir di Sragen, 19 Juli 2000. Ia kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret Surakarta, jurusan Agroteknologi. Menulis dan berkisah adalah hobinya sejak kecil dan sekarang beberapa cerita hanya disalurkan melalui aplikasi wattpad, belum ada publikasi lain.
Akun Instagram: @luth.fiazza

Baca juga: Komentar Negatif, dan Kamina Sahabatku

1 thought on “Kuliah Daring VS Hoaks yang Meramaikan Grup Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: