Jadilah Cantik dengan Standar Cantikmu Sendiri

Di warung Mpok Ami, terlihat dua sahabat cewek sedang asyik bercakap-cakap.

“Hel, lihat deh cewek ini, cantik banget walaupun tidak pake makeup. Jadi pengen,” ujar Tasya.

“Yaelah, bisa santai nggak sih?” balas Helen, sahabatnya.

“Tapi Hel, setiap kali aku lihat postingan cewek ini, pasti banyak yang suka dan banyak yang komentarin. Aku pengen banget jadi dia. Tapi apalah dayaku, beli sabun pencuci muka aja jarang. Bagaimana mau jadi cantik. Hmm, besok temanin aku beli skincare ya. Aku mau nyoba, siapa tahu aku jadi cantik seperti dia,” kata Tasya.

“Ihh malas banget. Aku kasih tahu ya, emang kamu yakin dia cantik itu karena pake skincare dan segala macam kosmetik? Cantik itu ga selama yang terlihat dari fisik, Sya.” timpal Helen.

“Tapi, Hel….” Sambil menghela napas Tasya melanjutkan pernyataannya, “… aku malu gini-gini aja. Teman-teman medsosku semuanya udah pada glowing. Masa aku seperti ini terus sih.. Kulit hitam, hidung pesek, gendut, ra….”

Cantik
Sumber Foto: digitaltrends.com

Stop!! Berhenti bandingin diri kamu di dunia nyata dengan orang lain di dunia maya. Bisa jadi itu karena filter kamera. Yang terlihat cantik dan indah di medsos tak selalu sama dengan kehidupan nyata. Aku capek Sya dengar kamu ngeluh terus. Lagian kamu juga cantik kok. Tuhan menciptakan kita semuanya sama dan tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangan. Fokus pada kelebihan yang Tuhan kasih dong, Sya. Kamu seharusnya bersyukur, kamu lahir dengan baik dan tidak cacat secara fisik. Kata siapa juga cantik itu harus wajah glowing, badan langsing? Jadilah cantik dengan versi kamu sendiri, bukan cantik dengan standar medsos.” Helen memotong pembicaraan Tasya.

Tasya terdiam mendengar perkataan Helen.

Lima menit kemudian

“Yuk pulang, Sya. Udah sore nih,” ajak Helen.

“Ayo.” Tasya menjawab dengan wajah murung, sebal dengan Helen yang sok menjadi orang bijak dan menasihati dirinya.

Sesampainya di rumah, Tasya langsung masuk ke kamar membaringkan diri dan sejenak mengingat perkataan Helen di warung tadi.

Ada benarnya juga sih perkataan Helen tadi. Sya, kamu seharusnya bersyukur bukan mengeluh. Ya ampun Sya Sya, kamu hampir saja memaksakan diri kamu jadi cantik dengan standar media sosial. Kamu harus berubah, Sya. Mulai sekarang kamu harus bersyukur dengan kelebihan yang Tuhan berikan untuk kamu. Kamu tidak boleh malu lagi, meskipun kamu hitam dan pesek, karena kamu bisa cantik dengan standar cantik kamu sendiri.” Tasya memegang jidatnya sambil menasihati dirinya sendiri.

Tasya lalu beranjak dari kasurnya dan langsung menelepon Helen.

“Halo Tasya, kamu  mau ngeluh lagi?” Helen menjawab dengan gayanya yang sok tahu.

“Ihh Helen, ga kok. Aku mau berterima kasih ke kamu karena kamu udah mengingatkan aku tentang kekeliruanku membandingkan diri dengan teman medsosku,” balas Tasya dengan nada sebal karena kesoktahuan Helen. Walaupun Tasya mengakui apa yang disampaikan Helen ada benarnya, tapi dia kadang tak suka dengan Helen yang sok bijak.

“Nah, akhirya kamu bisa sadar. Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu minder dengan bentuk tubuh kamu, karena kita diciptakan Tuhan dengan ciri khas masing-masing,” jawab Helen penuh kemenangan.

“Iya Hel, sekali lagi terima kasih ya atas nasihatnya, jadilah cantik dengan versi kamu sendiri, bukan dengan standar medsos.…” Tasysa mengulang lagi nasihat Helen siang tadi. “… kamu memang sahabat aku yang paling the best dah pokoknya,” lanjut Tasya.

“Sama-sama Sya, peluk dari jauh.” balas Helen.

Penulis: Widya Sari Paelongan
Lahir 18 Maret 2002 di Mengkendek, Tana Toraja. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Tana Toraja.
Akun Instagram: @widyapaelongan

Baca juga: Dampak Baik Teknologi Digital Bagi Para Penulis

1 thought on “Jadilah Cantik dengan Standar Cantikmu Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: