Kehidupan Dunia Maya, Mempertemukan Jodoh yang Tak berjodoh

Kemajuan teknologi digital membuat orang merasa tak ada batas antara dunia nyata dan dunia maya. Tak jarang kita mempercayai apa yang kita lihat di dunia maya sepenuhnya. Hanya karena kita sering mem-posting dan membagikan kehidupan kita di media sosial, lalu kita pun mengira apa yang dibagikan orang-orang di media sosial juga benar-benar nyata terjadi pada mereka. Kesalahan kita dalam membedakan yang antara dunia maya dan dunia nyata, kadang membuat kita keliru membuat keputusan penting dalam hidup kita, hanya karena mencari informasi di dunia maya. Inilah yang terjadi dalam cerita yang saya tuliskan ini.

Seorang gadis berparas cantik, berusia 28 tahun, tinggal di desa yang jauh dari ibu kota kabupaten. Desa tempat ia tinggal itu cukup terpencil, namun keindahan desa tersebut dikenal oleh banyak orang. Teknologi digital yang sudah dapat dicicipi oleh masyarakatnya membuat keelokan desa ini tidak bisa disembunyikan, sehingga banyak orang ingin mengunjungi desa ini. Sayangnya desa ini cukup jauh dan terpencil. Sebagaimana kecantikan desanya yang terkenal, gadis berparas cantik itu juga dikenal oleh banyak orang di luar sana. L.U, begitu dia dipanggil, sangat aktif di media sosial, dia selalu meng-update foto-foto pribadinya. Dalam sebulan, pengikutnya akun media sosialnya bisa mencapai 4000. Di media sosial dia menerima banyak pesan, dan dengan sabar dia membalas semua pesan yang masuk.

dunia maya jodoh yang tak berjodoh
Sumber Foto: wattpadd.com

Dua bulan setelah menggunakan media sosial, ada seorang laki-laki yang memberikan perhatian kepada L.U. Laki-laki itu juga memenuhi kebutuhan pulsa data L.U, dan tak lupa juga menyertai gombalan-gombalan. Sebulan saling kenal melalui medsos, mereka bersepakat menjalin hubungan spesial. Mereka pun berjanji akan bertemu di dunia nyata. Sebelum bertemu, L.U mencari informasi tentang pria yang sudah menjadi kekasihnya di dunia maya itu. Melalui informasi yang ia dapatkan, ia yakin dengan pria tersebut, apalagi tampang laki-laki itu cukup menarik. Walaupun demikian mereka tidak pernah melakukan video call, L.U tahu wajah kekasih mayanya hanya melalui kiriman fotonya.

Karena yakin dengan kekasih mayanya, L.U menyetujui perjanjian yang diajukan oleh kekasihnya, bahwa jika ia datang untuk mengunjungi L.U ke desanya, ia akan meminta L.U kepada kedua orangtuannya untuk dijadikan sebagai istri.

Lalu tibalah saat itu, ketika sang kekasih maya mengunjungi desa L.U. Di ruangan yang bernuansa putih duduk sepasang kekasih dan wali dari pria serta orangtua L.U. Alih-alih bahagia, L.U kecewa karena menyadari pria yang di depannya sama sekali berbeda dengan apa yang dilihatnya selama ini di foto yang ia terima. L.U tidak mau menerima lamaran sang kekasih maya karena ia merasa telah ditipu. Apalagi sang kekasih maya yang sebelumnya mengaku lebih tua tiga tahun dari L.U nyatanya lebih tua 22 tahun. Lebih-lebih lagi sang kekasih maya baru mengaku bahwa dia seorang duda dengan tiga anak. Kenyataan yang dihadapi L.U membuatnya menolak dengan keras lamaran sang kekasih mayanya itu. Namun pria tersebut menuntut L.U untuk menerima lamarannya karena ia telah datang dari tempat yang sangat jauh dan telah menghabiskan biaya yang sangat banyak. Jika L.U tidak menerima lamarannya maka L.U harus menangung biaya transportasi kedatangannya dan kepulangannya nanti.

Dengan kondisi keuangan keluarganya yang tidak mendukung maka lamaran tersebut diterima, dan menikahlah mereka. Tak disangka, seminggu kemudian mereka bercerai, dan kembali mereka ke kehidupan semula.

Memang terkadang kehidupan di dunia maya tak bisa menjadi pertimbangan untuk membuat keputusan di dunia nyata.

Penulis : Humayya Barriyah
Biasa di sapa dengan hurabi atau mayya lahir di okumel, tepat 07 Juli 1997. Sekarang sedang menempuh pendidikan bidang perikanan dan kelautan di Universitas Negeri gorontalo dengan mengambil jurusan manajemen sumberdaya perairan.
Akun Instagram :  @humayya.barri

Baca juga: Ada yang Aneh dengan Akun Medsosmu? Mungkin Akunmu Dibajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: