Begini Cara Menjelaskan Tentang Hoaks Kepada Orang Dewasa yang Suka Menyebarkan Berita Hoaks

Beberapa di antara kita pasti mendapati orang dewasa yang sering sekali menjadi peramai grup keluarga dan menjadi penyebar berita hoaks di kalangan mereka. Banyak orang tua yang menjadi sumber berita hoaks karena pada dasarnya mereka memiliki keinginan untuk membantu saudara yang lain melalui apa yang mereka sampaikan dan juga ingin menjadi sosok pahlawan yang menjanjikan berita terbaru. Hal ini akan semakin tidak terkendali apabila tidak ada seorang pun yang menanggapi kiriman hoaksnya ataupun memberi tahu kalau kiriman itu adalah kiriman yang salah.

hoaks
Sumber Foto: 123rf.com

Cara yang dapat dilakukan dalam mengingatkan adanya berita hoaks kepada sang pengirim, di antaranya sebagai berikut:

1. Mengatakan dengan halus dan sopan kalau berita tersebut hoaks, dan hindari sikap menggurui.

Pengirim yang merupakan orang tua, sebaiknya diberi tahu secara halus bahwa berita tersebut hoaks dan tidak benar. Cara ini dilakukan sebagai awal agar sang pengirim tidak mengikuti langkah berita hoaks tersebut. Apabila kita langsung memberikan penjelasan mengenai berita tersebut bisa jadi sang pengirim akan merasa terpojok karena secara tiba-tiba ada yang mengguruinya tentang berita yang dianggapnya benar.

2. Menjelaskan lebih detail mengenai hoaks di dalam berita yang disebarkan tersebut.

Cara ini harus dilakukan dengan hati-hati. Sang pengirim yang merasa segala berita yang disebarkan benar dapat mudah merasa tersinggung. Pengirim yang mendapat berita tersebut dari orang yang cukup dipercayainya tidak akan semudah itu melepaskan kepercayaan mengenai kebenaran berita tersebut. Kita harus benar-benar menjelaskan dengan baik.

3. Apabila masih tidak mau mendengarkan kalau kiriman tersebut hoaks maka diberikan bukti gambar maupun tulisan yang menjelaskan kalau hal tersebut hoaks.

Beberapa pengirim memiliki sifat tangguh yang kuat, sehingga kita harus benar-benar sabar dan berusaha meyakinkan dengan baik. Bukti juga diperlukan dalam penjelasan kita kepada si pengirim agar yakin dengan penjelasan kita. Dia mungkin berpikir kalau laporan kuliah saja memerlukan bukti dalam meyakinkan isi penjelasan sehingga dia juga memerlukan bukti dalam meyakinkan isi hatinya. Biasanya cara ini cukup ampuh dalam menjelaskan kepada si pengirim bahwa berita yang dibawanya adalah berita hoaks. Kemungkinan buruknya dia menolak mentah-mentah apa yang dijelaskan, maka sebaiknya perlu didiamkan terlebih dahulu dan mempersilakan dia mencoba dan mencari tahu sendiri mengenai berita yang disebarkannya.

4. Cara paling akhir apabila pengirim sudah mengerti dan paham kalau hal tersebut hoaks, maka perlu dijelaskan bagaimana ciri berita hoaks agar di hari kemudian tidak kembali menyebarkan berita tersebut.

Tidak menutup kemungkinan si peramai grup Whatsapp akan kembali menemukan berita hoaks dan menyebarkan kembali ke beberapa grup kesayangannya. Hal tersebut perlu dicegah dengan menjelaskan mendetail seperti apa berita yang sebaiknya tidak disebarkan sebelum tahu kebenarannya. Contoh berita yang perlu ditangani adalah kiriman mengenai masalah yang sedang viral, yaitu obat yang dapat menangkal virus Corona. Berita-berita seperti itu perlu dicari tahu terlebih dahulu, terlepas pengirim sebelumnya adalah orang pintar, berpendidikan tinggi, dan sangat dipercaya.

Berbagi itu perlu, tapi jangan lupakan saring sebelum berbagi lebih jauh. ‘Saring sebelum sharing’.

Penulis: Luthfi Azzahra
lahir di Sragen, 19 Juli 2000. Ia kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret Surakarta, jurusan Agroteknologi. Menulis dan berkisah adalah hobinya sejak kecil dan sekarang beberapa cerita hanya disalurkan melalui aplikasi wattpad, belum ada publikasi lain.
Akun Instagram: @luth.fiazza

Baca juga: Kehidupan Dunia Maya, Mempertemukan Jodoh yang Tak berjodoh

1 thought on “Begini Cara Menjelaskan Tentang Hoaks Kepada Orang Dewasa yang Suka Menyebarkan Berita Hoaks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: