Nasihat Baik Wanita yang Buta Aksara

Sore hari bagi para penanti senja adalah waktu mulia yang mengharuskannya menetap dan enggan berpaling sebelum awan putih menampilkan semburat jingga yang bersembunyi di belakangnya. Empat orang dewasa berkumpul di pertingaan jalan, dua di antaranya sambil menggendong anak kecil yang mengunyah beberapa bulir nasi dari suapan ibunya. Pembicaraan mereka tak terlepas dari gosip ringan mengenai ketua rt mereka yang sedang ramai diperbincangkan hingga desa sebelah.

Seorang ibu ikut bergabung dengan mereka dan ikut menambahi beberapa informasi yang diketahuinya. Salah satu anak kecil rewel dan mengharuskan ibunya meninggalkan perbincangan yang menjadi panas tiba-tiba itu. Anak lainnya ikut dibawa pergi karena ibunya tidak ingin anak perempuannya ikut mengetahui masalah orang dewasa. Masih tiga orang yang begitu khusyu hingga tak menyadari bahwa bahasan mereka sudah terasa cukup panas.

nasihat baik wanita buta aksara
Sumber Foto: thearabweekly.com

“Ibuk, mau uang,” teriakan seorang anak kecil berumur 4 tahun membuyarkan kata yang hendak disampaikan si pembawa berita besar itu.

“Nih!” Ibu itu langsung memberikan anaknya selembar uang lima ribuan agar anak laki-lakinya itu segera pergi sehingga dia bisa kembali melanjutkan bahasannya yang tertunda.

“Anakmu kamu kasih uang lima ribuan?” tanya perempuan yang lebih berumur dibandingkan yang lain.

“Iya Budhe, anak zaman sekarang kalau cuman dikasih lima ribu aja itu cuman di satu warung udah balik pulang minta uang lagi,”

“Iya Mbah, anakku yang paling kecil itu sekarang sehari sepuluh ribu. Kadang kalau pengen naik odong-odong keliling kampung itu nambah sepuluh ribu lagi. Belajar daring kok yang pintar ibunya bukan anaknya,” tambah ibu berjilbab biru itu sambil menggoyangkan kakinya yang sudah terasa pegal.

“Aku dulu ngasih uang saku, seratus rupiah aja anakku sudah dapat makanan sama es. Belajar juga di sekolah langsung, nggak perlu pake ponsel gituan.”

“Seratus sekarang dapat apa, Mbah? Permen saja sekarang harganya lima ratusan.”

“Iya Budhe, sebenarnya pakai ponsel itu memudahkan buat belajar, tapi seringnya anak kecil itu kan ya bosen di rumah aja, yang susah ibunya.”

“Zaman sudah semakin susah, kalian harus pintar-pintar mencari duit. Kasih sekolah anak kalian itu, biar bisa membaca, biar bisa kerja terus sukses, membawa orangtuanya naik haji.” Nasihat baik keluar dari mulut perempuan berumur itu diangguki dan diaminkan oleh pendengar yang tanpa sengaja mendengar kalimat itu.

“Aamiin Budhe, kami minta doanya saja,” sahut perempuan berambut ikal yang memperhatikan gerak-gerik ibu berjilbab biru di dekatnya.

“Mbah, Mbak, aku pulang dulu ya, sudah ditungguin suamiku. Aku belum masak soalnya sore ini,” perempuan berjilbab biru itu akhirnya memutuskan membuka suara untuk perjuangan kakinya.

“Oh iya, pulang sana.” Selepas mendapat izin, perempuan berjilbab biru itu meninggalkan mereka dengan langkah cepat, keburu suaminya kelaparan.

Dua perempuan yang masih berbincang itu tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan pemuda yang menginterupsi perbincangan panjang mereka. Dia memberikan undangan pernikahan yang dititipkan dari karang taruna di desa itu. Perempuan berumur itu menerima surat lalu bertanya mengenai hal penting dari undangan itu. Nasihat dan pengakuannya benar adanya, dia tidak bisa membaca, sehingga dia tidak ingin anak-anak pembawa masa depan seperti dirinya. Dia tidak ingin adanya penerus yang buta aksara dan hanya pandai menghitung angka.

Namun, apakah ketika kita sudah melek aksara, dengan otomatis masa depan bangsa akan cerah? Bila kita tidak membaca, mungkin akan sama saja.

Penulis: Luthfi Azzahra
lahir di Sragen, 19 Juli 2000. Ia kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret Surakarta, jurusan Agroteknologi. Menulis dan berkisah adalah hobinya sejak kecil dan sekarang beberapa cerita hanya disalurkan melalui aplikasi wattpad, belum ada publikasi lain.
Akun Instagram: @luth.fiazza

Baca juga: Tips Agar Tulisanmu di Platform Literasi Diminati Pembaca

1 thought on “Nasihat Baik Wanita yang Buta Aksara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: