Tidak Apa-Apa jika Ada Buku yang Tidak Kamu Selesaikan

Di akhir bulan September kemarin, aku baru selesai membaca buku “Animal Farm” karya George Orwell, yang ditulis pada masa Perang Dunia II. Buku ini menceritakan proses politik, ya memang jauh berbeda dari judulnya. Namun pengandaian politik yang berlangsung direpresentasikan lewat peternakan hewan. Ini adalah cara mengerti politik serta prosesnya dengan cara yang paling sederhana.

Meskipun pemilihan pengandaiannya cukup jauh, tapi sepanjang membaca buku ini, pembaca bisa mengatakan, “Memang seperti inilah politik.” George Orwell sangat hebat bisa membuat peternakan hewan menjadi wilayah cerita politik. Kalimat penutup di paragraf terakhirnya adalah yang terbaik, “Makhluk-makhluk di luar memandang dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi; tetapi mustahil mengatakan mana yang satu dan mana yang lainnya.”

Animal Farm
Sumber Foto: mercurytheatre.co.uk

Sebenarnya aku sama sekali tidak suka politik, bahkan tidak berlebihan jika aku katakan bahwa aku benci politik. Aku tidak setuju ketika dosenku mengatakan, “Sebenarnya politik itu baik, yang jahat adalah orang-orang di dalamnya.” Coba saja masukkan berapa pun orang baik ke dalamnya. Politik akan membuat mereka menjadi pembunuh. Mereka yang tidak sanggup menjadi pembunuh akan disingkirkan oleh pembunuh yang bertahan di dalam politik.

Suatu hari ibuku tahu bahwa aku benci politik. Dia mengatakan, “Siapa yang tidak suka politik adalah orang yang rugi.” Aku tahu itu bukan kalimatnya. Dia temukan kalimat itu dari suatu tempat atau dari kalimat orang lain. Karena itu bukan pertama kali aku mendengarnya. Aku hanya menjawab, “Tidak apa-apa. Lebih baik Nina rugi daripada berurusan dengan pembunuh,” yang justru akan membuatku mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

The Fall Of The Khilafah
Sumber Foto: shopee.com

Aku sangat benci politik, tapi sangat mencintai sejarah. Ada satu buku sejarah yang belum sempat aku selesaikan dan aku telantarkan beberapa tahun padahal aku baru membaca setengahnya, yakni buku “The Fall Of The Khilafah” karya Eugene Rogan. Itu adalah buku sejarah-politik. Dulu aku tidak yakin apa aku akan melanjutkan membaca buku itu atau tidak. Tapi sehabis membaca buku “Animal Farm”, aku teringat buku itu lagi, dan keinginan untuk membaca buku sejarah-politik yang satu itu timbul lagi.

Satu-satunya hal yang membuatku nyaman membaca buku itu adalah unsur sejarahnya. Penjabaran yang berurutan dan detil. Menceritakan pihak Utsmaniyah-Jerman sama rapinya ketika menceritakan pihak Inggris dan sekutunya. Sesekali ada peta lokasi perang dan foto dokumentasi lokasi dari jurnalis yang turun ke medan perang.

Lewat “Animal Farm” aku kembali menyentuh buku itu lagi. Bahkan sekarang saat aku menulis ini, aku duduk dengan buku “The Fall Of The Khilafah” di sampingku, dengan hasrat untuk segera menyelesaikannya dan merindukan kenikmatan saat membacanya yang seluruhnya adalah sejarah mutlak, bukan fiksi-sejarah yang biasa aku baca.

Keinginanku untuk kembali membaca buku ini membuat aku menyadari, tidak apa-apa jika ada buku yang aku tinggalkan meski belum selesai kubaca. Yang terpenting aku tetap membaca buku yang lain. Karena barangkali, buku-buku juga yang akan menuntunku kembali untuk membaca buku yang belum aku selesaikan. Selain buku sejarah-politik ini, ada satu buku lain yang belum aku tuntaskan. “The Selfish Gene” karya Richard Dawkins. Barangkali siapa tahu setelah aku selesaikan “The Fall Of The Khilafah”, akhir bukunya akan mengembalikan hasratku untuk menuntaskan “The Selfish Gene”. Yang terpenting aku tidak berhenti membaca, lagipula kenapa harus berhenti membaca, jika ada daftar buku yang menunggu untuk dibaca? Dan daftar itu tidak pernah habis.

Penulis:
Nina Refyanti. Lahir di Jakarta. Sekarang berumur 21 tahun sebagai mahasiswi dan bekerja di salah satu perusahaan swasta. Kegiatannya sehari-hari adalah kuliah, bekerja, membaca, menonton film, menulis, dan latihan archery setiap hari Minggu pagi.
Akun Instagram: @ninarefyanti

Baca juga: Nasihat Baik Wanita yang Buta Akasara

1 thought on “Tidak Apa-Apa jika Ada Buku yang Tidak Kamu Selesaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: