Curahan Hati Seorang Penulis Pemula

Kalau boleh jujur, aku ini sebenarnya tidak punya bakat menulis, baik itu menulis cerpen, puisi ataupun karya tulis lainnya. Jangankan menulis, menentukan judul saja sulit. Biasanya judul yang aku tentukan tidak sesuai dengan tema tulisan yang diminta. Jangan tanya tentang membuat kata-kata indah, saking susahnya kadang aku merasa kata-kata yang aku tulis tak jadi indah malah belepotan.

Menulis selama berjam-jam tapi setelah dibaca sepertinya ada yang aneh, dan terasa selalu ada yang tidak sesuai; tidak sesuai dengan tema, atau kadang dengan judul yang sudah aku tentukan. Kesulitan-kesulitan ini membuatku kadang tak bersemangat. Sudah berpikir lama, menulis panjang-panjang, tapi tulisan tetap saja tidak sesuai dengan yang aku inginkan. Apalagi ketika kehabisan kosakata. Masih banyak yang ada di otak, tapi tidak tahu kalimat apa yang harus ditulis. Ini yang kadang membuatku sampai menangis. Yang ada dalam pikiran, “Ya ampun, susah! Susah! Susah!”

Penulis Pemula
Sumber Foto: pexels.com

Tapi ada sisi lain, hatiku yang berkata, “Eitsss, jangan ngeluh dulu. Udah nulis sejauh ini, kok malah menghakimi diri sendiri.”

Ya, kadang kita memang begitu. Kita sudah melakukan yang terbaik, tapi tanpa sadar kita masih saja menuntut dan memaksa diri kita untuk menjadi lebih baik lagi. Seolah tidak menghargai usaha sendiri.

Jika kita tidak bisa menciptakan tulisan yang baik, setidaknya kita telah menjalani proses menulis yang penuh perjuangan. Karena di balik lelah yang kita rasakan pasti ada yang kesan dan pelajaran yang diri kita rasakan.

Menulis memang sulit, bagiku, tetapi dari menulislah aku dapat mengungkapkan perasaan, berbagi cerita, dan mengasah kemampuan. Perasaan sedih dan senang aku tuangkan dalam tulisanku. Dengan menulis cerita, aku berharap para pembaca dapat memahami apa yang ingin aku sampaikan lewat cerita tersebut. Bisa jadi sang pembaca menjadi terhibur dan mendapat pelajaran dari tulisan kita, itulah yang akan membuat kita bersemangat.

Seharusnya memang kita tidak berfokus pada kesulitan yang kita alami selama menulis, karena setiap rintangan dalam menulis pasti akan terlewati dan karya kita, seburuk apa pun itu, tidak akan terbuang dengan sia-sia.

Kadang kita kecewa ketika karya kita kurang diminati, padahal kita sudah melalui sulitnya perjuangan untuk menghasilkan karya itu. Namun itu bukan alasan untuk tidak menghargai karya kita. Jika orang lain tidak menghargainya, setidaknya kitalah yang menghargainya.

Apa pun yang kita hasilkan, setidaknya kita sudah memulai langkah awal menjadi seorang penulis. Kata orang bijak, awalnya memang susah, tetapi dengan terus berlatih, kita pasti akan sampai pada apa yang kita cita-citakan.

Bagi para penulis lain, ayo tetap semangat mengembangkan kemampuan menulis yang Tuhan titipkan pada kita.

Penulis: Widya Sari Paelongan
Lahir 18 Maret 2002 di Mengkendek, Tana Toraja. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Tana Toraja.
Akun Instagram: @widyapaelongan

Baca juga: Tidak Apa-Apa jika Ada Buku yang Tidak Kamu Selesaikan

1 thought on “Curahan Hati Seorang Penulis Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: