Mencari Jati Diri Lewat Literasi

Usia remaja adalah usia yang yang dihitung mulai rentang 13 tahun hingga 18 tahun, ada juga yang mendefenisikan bahwa usia remaja itu terletak pada usia 13-24 tahun. Pada usia tersebut tidak jarang di antara kita melakukan hal demi keinginan kita tanpa memikirkan dampaknya.  Saya akan berbagi tentang cara baik seorang remaja menemukan jati diri melalui literasi. Tujuannya agar kita mampu menjadi sebaik-baik generasi yang memberikan manfaat untuk orang banyak, mampu menjadi role model untuk orang lain, menjadi motivator yang menebar aura positif hingga ke pelosok negeri.

Usia remaja identik dengan hal-hal yang berbau antusiasme, semangat yang membara, hingga terkadang mengekspresikan keinginannya dengan hal-hal ekstrem agar terlihat wow di depan orang lain. Tidak sedikit para remaja melakukan hal terlarang hanya untuk menemukan jati diri mereka.

jati diri
Sumber Foto: genpi.co

Namun, apa itu pencarian jati diri? Pencarian jati diri adalah proses pengenalan diri kita; sesuatu yang ada pada diri kita, meliputi karakter kita, watak dan segala hal yang ada pada kepribadian kita.  Jati diri adalah kata yang paling lazim terdengar, tapi sangat sulit didefenisikan secara perinci. Oleh karena itu, buat kamu yang masih bingung dengan jati dirimu, yang merasa masih remaja, utamanya kamu yang sedang menempuh pendidikan, aku sarankan untuk benar-benar memperbaiki diri. Karena hakikinya mencari jati diri adalah mengembangkan diri kita lebih baik lagi, menjadi versi terbaik diri kita.

Tak sedikit yang berkata, “usiaku masih muda, perlu nih nikmatin masa paling indah, bersenang-senang, puas-puasin.” Padahal justru di masa mudalah adalah waktu yang paling tepat untuk membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik agar kelak menjadi karakter diri kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di masa depan nanti.

Dalam mengembangkan diri, kita perlu membuka cakrawala kita melalui literasi. Apa literasi itu? Secara sederhana literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Inilah kemampuan yang akan mengajarkan kamu tentang kebenaran, pengetahuan dan ilmu. Kebenaran, pengetahuan dan ilmu, seolah memiliki makna yang sama hingga tidak sedikit di antara kita menyamakannya, padahal sebenarnya ketiga kata ini memiliki perbedaan.

Kebenaran adalah fakta atau sesuatu yang dianggap benar dan dapat dibuktikan, memiliki sumber yang jelas. Dengan kemampuan membaca kita dapat menilai suatu berita, apakah kebenaran ataukah hanya hoaks. Orang dengan tingkat literasi yang baik dapat menyaring sesuatu berita yang beredar di sekelilingnya.

Pengetahuan adalah informasi bermanfaat yang kita terima baik yang berasal dari sumber ilmiah ataupun dari pengalaman. Orang yang terbiasa membaca, akan bisa menilai apakah suatu informasi bermanfaat atau tidak baginya. Memiliki literasi yang baik akan membuat seseorang lebih memilah dan milih informasi apa yang akan dia konsumsi. Informasi yang tidak bermanfaat akan dia tinggalkan karena itu bukan suatu pengetahuan yang harus diketahuinya.

Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat ilmiah dan diyakini kebenarannya. Orang dengan tingkat literasi yang baik tidak mudah percaya sesuatu informasi, hanya karena informasi itu diklaim sebagai penemuan ilmiah. Dia akan mencari sumber yang dapat dipercaya.

Nah buat kamu yang mencari jati diri, kamu sekarang tahu pentingnya literasi, yuk mulai dari sekarang mulai membaca dan menulis, karena usia muda tak akan abadi.

Penulis: Nur Hikma Mustafa
Akun Instagram: @nurhikma_mustafa

 

Baca Juga: Mencegat Ide Yang Muncul Biar Enggak Kelewat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: