Tentang Kelas LayarBaca: Kelas Menulis Cerpen Tembus Media Nasional

Saat memasuki masa remaja, seseorang mulai resah dengan berbagai hal; resah dengan dirinya, dengan lingkungannya, dengan orang-orang di sekitarnya, juga tentang hidup. Keresahan-keresahan itu tak selamanya menimbulkan hal-hal negatif, karena kadang dari keresahanlah suatu karya tercipta.

Tuhan memberikan angureh kepada manusia berupa kepekaan tentang nilai-nilai universal, seperti keadilan, kebebasan, kesetaraan, kebaikan, dan sebagainya. Kepekaan tersebut menimbulkan beragam pertanyaan tentang peristiwa-peristiwa yang kita saksikan; apakah itu adil? Apakah itu baik? Dan pertanyaan-pertanyaan yang sejenisnya. Di sisi lain, sebagai seorang manusia, kita punya kebutuhan untuk bercerita; sekadar untuk berbagi keresahan, untuk meminta solusi, atau berbagi manfaat. Kemampuan bercerita, merenungi peristiwa, dan keterampilan menulis, bisa membuat seseorang bisa menulis cerita yang tak hanya menghibur tapi juga memberi makna. Itulah karya sastra.

remaja
Sumber Foto: canva.com

Namun seperti yang sering kita saksikan, remaja seolah identik dengan kisah cinta yang menye-menye dan dangkal, yang hanya tentang kegalauan dan rindu ingin bertemu dengan kekasih hati. Padahal dalam Tantang 30 Hari 9 Tulisan, tim Layarbaca mendapati bagaimana anak-anak muda dengan rentang umur 15-25 tahun dapat membuat tulisan yang mengandung nilai universal. Tulisan-tulisan mereka berisi keresahan yang berkaitan dengan keseharian mereka. Hal-hal sederhana seperti hoaks yang ternyata berasal dari orang dewasa di sekitar mereka, rasa iri yang timbul karena citra yang ditampilkan di media sosial, penipuan melalui media sosial, pencarian dan penemuan identitas, dan lain sebagainya.

Walaupun kemampuan menulis mereka masih harus diasah, setidaknya kepekaan mereka melihat isu-isu sosial dan keresahan mereka akan nilai-nilai universal sudah dapat menjadi modal awal untuk menjadi penulis sastra.

Namun kenyataan yang kita lihat sekarang, media nasional sebagai tempat untuk memperkenalkan karya para sastrawan, kebanyakan diisi oleh nama-nama lama. Untuk itulah diadakan Kelas Menulis Cerpen Tembus Media Nasional yang sebernarnya untuk mengenalkan potensi mereka untuk menjadi penulis sastra. Di samping itu, kelas ini juga bertujuan untuk membagikan keterampilan apa saja yang perlu mereka miliki agar karya mereka dapat tembus di media nasional.

Ini tak sekadar untuk mendorong anak muda untuk menulis sastra, tapi kelas ini juga ikhtiar agar bisa muncul nama-nama baru serta ide-de dan gaya-gaya segar dalam sastra indonesia.

Kelas cerpen tembus media nasional kali ini menghadirkan mentor Ranang aji SP. Ranang adalah penulis fiksi dan non-fiksi yang karyanya sudah dimuat diberbagai media nasional maupun media daerah. Ranang yang sudah melalui berbagai penolakan sebelum akhirnya diterima oleh banyak media dianggap oleh Layarbaca penting untuk dibagikan bagi penulis pemula.

Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 8 November 2020, di Zoom meeting ini diikuti oleh peserta dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Kalimantan. Teknologi digital telah memungkinkan para peserta dan mentor, serta LayarBaca sendiri sebagai pihak pelaksana bertemu di ruang virtual.

Berikut materi yang diberikan dalam Kelas cerpen tembus media nasional:

  1. Tema-tema cerita yang diterima oleh media nasional.

Materi ini dianggap perlu, agar penulis muda tahu tema-tema apa yang penting untuk diangkat dalam karya mereka. Banyak peristiwa yang layak dijadikan cerita, tapi tidak semua dapat dijadikan karya sastra dan dapat menembus media nasional.

  1. Karakter dan plot yang “nyastra”

Membangun karakter dan membuat plot menjadi tantangan dalam penulisan cerpen. Di satu sisi penulis harus menghadirkan satu tokoh dengan karakter yang kuat, di sisi lain cerpen hanya bisa mengandung plot tunggal. Apalagi kebanyakan media nasional hanya membatasi ruang untuk cerpen sebanyak 10.000 karakter.

  1. Gaya bahasa dan gaya penulisan yang diterima oleh media nasional

Media nasional punya standar untuk memuat suatu cerpen, jadi di sinilah dibagikan gaya bahasa dan gaya penulisan seperti apa yang akan diterima oleh media nasional.

Baca juga: Kelas Menulis Cerpen tembus Media Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: