Media Sosial, Sarana Tepat untuk “Personal Branding”

Penulis: Eriska Ayank Sutandiana

Mungkin sebagian besar kita tak bisa mendefinisikan media sosial dengan pilihan kata yang tepat, tapi saya pastikan saat mendengar kata “medsos”, semua orang akan paham maksud kata itu.

Media sosial
Ragam media sosial yang dapat diakses melalui telepon genggam. Sumber foto: Tracy Le Blanc from Pexels

Apa Itu Media Sosial

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial. Media sosial memungkinkan para penggunanya untuk bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi informasi, atau sekadar mencurahkan isi hati tentang kehidupan sehari-hari. Hal tersebut merupakan beberapa bentuk kebebasan yang ditawarkan oleh media sosial dan menjadikan siapa saja akan betah berlama-lama menikmati itu semua.

Perkembangan dari media sosial kiranya tidak akan bisa dipisahkan dari internet dan gawai yang semakin canggih. Bisa kita lihat dari penggunaan Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, dan masih banyak media sosial lainnya yang akan sangat mudah diakses bila terkait dengan internet yang lancar dan gawai dengan fiturnya yang serba bisa. Demikian cepatnya akses ke media sosial, menjadikan pergeseran budaya yang menomorsekiankan media konvensional dalam menyebarkan pemberitaan.

Pergeseran budaya tersebut bisa kita lihat dari dua sisi, yaitu sisi negatif dan sisi positif. Sisi negatifnya terlihat dari perkembangan koran cetak yang akan semakin menurun atau bahkan beberapa tahun ke depan media konvensional akan musnah seutuhnya; karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, media sosial telah mengubah tatanan interaksi yang ada di masyarakat. Yang biasanya bertatap muka untuk mengetahui kabar masing-masing, saat ini bisa kita lihat dari unggahannya di media sosial.

Pergeseran dan perubahan yang disebabkan oleh media sosial, tidak serta-merta membuat kita merisaukan apa yang akan terjadi ke depan, karena kita masih diberi pilihan untuk melihat semua yang terjadi sisi yang positif. Salah satunya adalah menjadikan media sosial sebagai personal branding. Personal branding berasal dari kata personal yang berarti pribadi dan branding yang berarti membuat brand atau merek. Jadi, personal branding adalah aktivitas yang dilakukan seseorang dalam membentuk citra diri.

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding menjadi brand pribadi bagi seseorang, yang kemudian menempel di benak orang lain pada saat berpikir tentang diri orang tersebut. Dengan personal branding, seseorang akan memiliki ciri khas dan membuatnya unik atau berbeda dari orang lain. Bahkan, tak jarang perusahaan atau start up di berbagai dunia melihat personal branding seseorang dari media sosial untuk mencari karyawan dan diberi penghasilan tetap. Sehingga sayang sekali rasanya bila hanya mengandalkan dunia nyata tanpa melibatkan dunia maya (media sosial) sebagai ajang personal branding.

personal branding
Mengunggah foto diri dan aktivitas setiap hari di media sosial adalah bagian daripada “personal branding”. Sumber foto: Viktoria Slowikowska from Pexels

Saat ini, kebanyakan pengguna media sosial belum banyak berpikiran terbuka untuk melakukan personal branding di sana. Padahal insan kreatif Indonesia bisa mendapatkan hal-hal yang besar bila menggunakan media sosial dengan penuh. Media sosial bisa menjadi peluang besar bagi pembentukan personal brand yang juga dapat memberikan perkembangan profesi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Karena, kita tidak pernah tahu bahwa perusahaan mana yang sedang membutuhkan pekerja dan mencarinya di media sosial.

Maka dari itu, mulailah tanamkan pikiran bahwa media sosial bukanlah ajang hiburan semata, melainkan ladang penghasilan atau ladang mencari citra diri yang sesuai keinginan kita. Tidak perlu langkah besar untuk memulai perubahan, kita bisa mulai dari hal kecil namun rutin dilaksanakan, seperti menggunakan keahlian untuk merapikan tampilan media sosial, menampilkan pemikiran yang cerdas di berbagai unggahan, atau cukup dengan tidak melakukan hal buruk yang tidak merugikan diri sendiri dan orang di sekitar.

Sumber referensi:

Elda Franzia. Personal Branding Melalui Media Sosial. Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018 Buku II. https://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/index.php/pakar/article/view/2690

Eriska Ayank Sutandiana, lahir 21 tahun lalu tepatnya pada 10 Februari di Kota Hujan, Bogor. Gadis melankolis ini senang berkelana, mengabadikan kenangan dengan kamera, juga merangkai kata. Cita-citanya ingin mengabdi dan menyebarkan ilmu semampunya. Bila ingin cukup dekat, bisa kirim pesan lewat pos-el di eriskaelfishies@gmail.com.

3 thoughts on “Media Sosial, Sarana Tepat untuk “Personal Branding”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: