Sumpah Pemuda dan Bangkitnya Semangat Pemuda untuk Literasi Digital

Penulis: Ade Liza Maulitaya
Editor: Nur Husna Annisa

Literasi digital adalah kemampuan dan kecakapan seseorang dalam menggunakan perangkat digital dalam menelusuri, menggunakan, serta menemukan informasi dan memanfaatkannya secara baik, bijak, cerdas, serta cermat untuk membangunkan komunikasi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi digital merupakan respons dari perkembangan digitalisasi yang semakin canggih di era ini. Literasi digital diharapkan dapat selalu ditingkatkan dikalangan masyarakat khususnya kaum pemuda sebagai generasi emas bangsa.

Sebagai agen perubahan pemuda diharapkan dapat selalu meningkatkan literasi digital untuk dapat menyebarkan informasi yang positif dan terhindar dari hoaks.

platform literasi
Sumber Foto: kaskus.co.id

Semangat sumpah pemuda merupakan semangat persatuan yang tetap harus kita teladani dan terapkan. Melalui semangat tersebutlah lahir ikrar-ikrar yang hingga saat ini mempersatukan bangsa. Ikrar bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia tidak akan ada jika bukan mereka yang memperjuangkannya.

Di era saat ini, pemuda diharapkan dapat mencerminkan semangat tersebut dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah meningkatkan intelektual dengan cakap berliterasi.

Kelemahan-kelemahan Media Digital

Saat ini, dunia sudah sangat maju dan digitalisasi sudah bukan hal yang aneh dan sulit dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Segala kegiatan manusia tidak dapat lepas dari yang namanya digitalisasi.

Menurut KBBI digitalisasi adalah proses pemberian atau pemakaian sistem digital atau dapat dikatakan sebagai proses implementasi. Digitalisasi juga dapat dimaknai sebagai proses peralihan media dari bentuk cetak menjadi bentuk digital atau elektronik.

Dengan adanya digitalisasi ini, segala informasi yang biasanya berbentuk cetak seperti buku, koran, majalah dan lainnya ditransformasikan menjadi lebih praktis kedalam bentuk digital sehingga memudahkannya untuk digunakan kapan saja dan di mana saja.

Kelebihan tersebutlah yang membuat media-media digital saat ini tumbuh berkembang dengan sangat pesat. Alasan lain yang menjadikan media digital sangat digemari masyarakat adalah ketergantungan masyarakat yang semakin besar kepada mesin pencari (Google) dan media sosial dalam mengonsumsi berita dan informasi lainnya yang cukup mudah.

Media sosial
Ragam media sosial yang dapat diakses melalui telepon genggam. Sumber foto: Tracy Le Blanc from Pexels

Namun, kelebihan yang ditawarkan tersebut tidak dapat terlepas dari kelemahan yang ada. Salah satu kelemahan media-media digital tersebut yaitu sering tersebarnya berita hoaks atau berita palsu yang tersebar di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah yang sering beredar di media sosial.

Media sosial saat ini pun tidak dapat lepas dari kehidupan masyarakat yang digunakan dengan sangat intens. Oleh karena itu kita sebagai pengguna perlu memiliki kemampuan literasi digital yang dapat berguna sebagai pemberi kontrol dalam memaknai pesan serta informasi yang berlalu lalang di media sosial sehingga dapat terhindar dari berita palsu atau hoaks.

Kemampuan Literasi Digital sebagai Upaya Menangkal Hoaks

Sehingga dalam momentum sumpah pemuda ini, pemuda yang menjadi agen perubahan untuk bangsa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi digitalnya untuk dapat menangkal penyebaran berita palsu atau hoaks.

Meningkatkan kemampuan literasi digital dapat dijadikan upaya preventif untuk terhindar dari berita palsu atau hoaks tersebut. Hal ini sesuai dengan tema sumpah pemuda kali ini yang dikutip dari (krjogja.com) bahwa Andityas Bima Prasatya, Ketua DPC Taruna Merah Putih Kota Yogyakarta dalam sebuah Webinar Budaya Merah Putih Edukasi Kebudayaan Kepada Generasi Muda Melalui Literasi Digital mengatakan di momen sumpah pemuda kali ini harus dimaknai sebagai mengubah niat menjadi aksi yang nyata. Di mana pemuda pemudi diharapkan dapat memanfaatkan teknologi yang ada saat ini dengan positif dan produktif demi kemajuan bangsa.

hoaks
Sumber Foto: 123rf.com

Salah satunya dengan cara meningkatkan kemampuan literasi digital dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan penggunaan media-media digital dalam memaknai informasi-informasi yang disajikan. Karena generasi muda dipercaya dapat menjadi tonggak untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkan teknologi secara sehat, bijak, cerdas, cermat dan tepat.

Referensi:

Sabrina, A. R. (2020). Literasi Digital Sebagai Upaya Preventif Menanggulangi Hoaks. Journal of Comunication Studies , 5 (2), 31-46.

Asaniyah, N. (2017). Pelestarian Informasi Koleksi Langkah: Digitalisasi, Restorasi, Fumigasi . Buletin Perpustakaan, 57, 85-94.

Prass, A. B. (2021, Oktober 29). Semangat Sumpah Pemuda Sebarkan Hal Positif, Anak Muda Diminta Melek Literasi Digital. Retrieved Oktober 31, 2021, dari https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/semangat-sumpah-pemuda-sebarkan-hal-positif-anak-muda-diminta-melek-literasi-digital/

Ade Liza Maulitaya. Perempuan ini kelahiran Pematangsiantar, 18 Juni 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan semester 5. Menyukai membaca dan menulis sejak dulu. Cita-citanya saat ini ingin menulis dan menerbitkan buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: