Bekali Diri Dengan 4 Hal Ini, Agar Terhindar Dari Penipuan Daring (Online)

Penulis: Renny Dj
Editor: Nur Husna Annisa

Seorang kawan lama menghubungi saya minggu lalu, dia langsung menanyakan apakah saya mempunyai kenalan seorang wartawan online (daring), saya langsung menjawab “tidak”, karena saya memang tidak punya kenalan dekat yang berkecimpung di sana.

bekali diri dengan berbagai pengetahuan dan berita mengenai bahaya bertransaksi daring (online), jenis-jenis penipuan, dan situs apa saja yang aman. Sumber foto: FLYD di Unsplash

Saya tanyakan masalahnya apa, ternyata dia berniat membagikan cerita soal penipuan yang terjadi dalam aplikasi keuangan yang bernama Mark Ai. Teman saya ternyata salah satu pengguna aplikasi dan situs ini.

Karena saya masih awam soal investasi, akhirnya berselancar di internet pun menjadi pilihan saya. Berita ini sudah menyebar di mana-mana, beberapa korban sudah menyuarakan kegelisahannya bahkan ada yang membuat petisi di situs Change agar kepolisian cepat mengusut masalah ini.

Saat dicari tahu, ternyata Mark Ai hanya salah satu yang bermasalah, satunya lagi yang bernama Sunton Capital, dua-duanya adalah satu dari berbagai aplikasi investasi yang sekarang menjamur di kalangan anak muda. Keduanya sama-sama bentuk investasi dengan robot trading, yakni sistem perdagangan algoritmik.

Singkatnya, uang yang disimpan di sana nanti dijalankan oleh robot secara otomatis, tanpa melalui broker. Ternyata, para investor ditipu habis-habisan karena uang yang tidak bisa ditarik dan situs serta aplikasinya tidak bisa dipakai sama sekali.

Belajar dari Pengalaman Orang yang Tertipu Daring (Online)

Kisah itu hanya satu dari banyaknya jenis penipuan daring yang terjadi di mana-mana. Seiring dengan banyaknya pengguna internet di Indonesia, kejahatan dunia siber pun menjadi marak.

Saya sendiri juga pernah mengalami penipuan daring, ceritanya saya membutuhkan mencetak buku rekening, karena tahun lalu bank saya tutup, dan saya menggunakan Twitter untuk menanyakan jadwal buka, saya yakin bahwa saya waspada, nyatanya saya tetap kena dengan penipuan berjenis scam melalui telepon dan saya kehilangan jumlah uang yang lumayan.

Banyak modus penipuan daring (online) untuk itu perlu berhati-hati. Sumber foto: Pickawood di Unsplash

Sayangnya, saya tidak pernah melapor karena saya merasa kesalahan ada pada saya yang menuliskan cuitan kepada akun Twitter suatu bank, bukan melalui pesan langsung. Atau ada juga teman yang bercerita kalau dirinya pernah ditipu saat ingin mulai usaha dengan metode dropship yang mengakibatkannya kehilangan uang modal.

Saya termasuk orang yang sangat waspada dan juga sudah membekali diri saya dengan berbagai pengetahuan dan berita mengenai bahaya bertransaksi online, jenis-jenis penipuan, dan situs apa saja yang aman. Nyatanya, saya dan teman saya saja tetap terkena.

Dikutip dari CNBC Indonesia, penipuan akan terus selalu ada. Bahkan menurut pengamat siber, Ismail Fahmi, bahwa penipuan sekarang memiliki modus yang selalu berganti dan memanfaatkan teknologi yang ada. Penipu yang ulung, memiliki kemampuan social engineering yang andal, dia bisa tahu apakah dirinya bisa memperdaya lawan bicaranya hanya dengan lewat telepon saja.

Cara lain penipuan adalah memakai pesan singkat atau SMS. Menurut Fahmi, pelaku bisa memakai tools atau software yang diperjualbelikan secara bebas untuk mengirimkan pesan singkat ke banyak nomor sekaligus.

Jenis Penipuan Daring (Online)

Modus penipuan daring ada banyak sekali. Namun ada dua metode penipuan yang sering digunakan sebagai metode penipuan, pertama adalah penipuan berbentuk scam. Penipuan ini adalah penipuan yang memang direncanakan oleh si pelaku dengan tujuan mendapatkan uang dengan memanfaatkan kelengahan korban.

Penipu yang ulung, memiliki kemampuan social engineering yang andal. Sumber foto: csirt.jatengprov.go.id

Jenisnya pun menjadi bermacam-macam, ada yang menipu dengan bentuk barang, uang. Penipu ada yang beraksi di media sosial, sms, atau bahkan di platform belanja. Contoh kasus penipuan di media sosial adalah kasus arisan online yang ternyata fiktif, pelaku membawa lari uang para korban, dan korbannya ternyata jumlahnya sangat banyak.

Belakangan, sudah ada juga scam dalam dunia kencan, pelaku memanfaatkan aplikasi kencan dan menjebak korban untuk diperas, seperti yang terjadi pada tahun lalu ketika terjadi penemuan mayat termutilasi di Jakarta dan ternyata korban adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh teman kencannya yang ternyata mengincar harta korbannya.

Kedua, penipuan yang dikenal dengan nama phising, sekilas, penipuan ini mirip dengan scam, tapi ternyata gaya penipuan ini berbeda. Mereka akan menghubungi para korban melalui telepon, sms, email atau surel, bahkan media sosial.

Mereka akan mengaku sebagai pegawai bank, sehingga korban tidak curiga. Mereka bisa menggiring korbannya untuk mengisi data mereka ke sebuah situs palsu yang mereka beritahukan. Tanpa sadar, korban nantinya mengisi data mereka, termasuk data sensitif seperti password atau nomor rekening.

Nah, data yang sudah dimasukkan korban ini yang nantinya bisa disalahgunakan. Penipuan berjenis phising ini biasanya menyasar situs-situs yang penting seperti perbankan atau yang terbaru, situs PeduliLindungi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan pandemi di Indonesia.

Kemampuan Rekaya Sosial dalam Penipuan Daring (online)

Namun, di balik dua jenis penipuan tadi, penipu memiliki kemampuan yang menjadi fondasi dalam penipuan itu, yakni kemampuan social engineering atau rekayasa sosial.

Rekayasa sosial adalah salah satu bentuk manipulasi psikologis dalam aksi yang menguak informasi rahasia. Biasanya pelaku melakukan rekayasa sosial untuk memengaruhi korban sehingga bisa mendapatkan akses pribadinya.

akun media sosial dibajak
Ilustrasi kejahatan siber. Sumber Foto: iconsteam.com

Dilansir dari Wikipedia, ada 3 metode kejahatan social engineering, yang pertama adalah meminta secara langsung data atau kode akses milik korban.

Metode kedua adalah pelaku menciptakan situasi di mana seseorang menjadi bagian dari situasi itu, terakhir adalah penipuan social engineering yang menggunakan tautan (link) berisi malware atau cacing internet yang dikirim atau disebarkan melalui email atau media sosial seperti Whatsapp.

Metode terakhir ini paling marak terjadi, korban yang tidak awas bahwa situs mereka klik itu mengandung “penyakit”. Dan kemudian pelaku meretas perangkat mereka.

Terhindar dari Penipuan Daring (Online)

Banyaknya jenis penipuan daring (online) tentunya membuat kita semakin khawatir dan bertanya apakah ada cara untuk menghindarinya?

Jawabannya tentu saja adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan yang ada, pastikan untuk selalu mengunjungi situs yang resmi dan mengecek keamanan situs yang dikunjungi, jangan pernah membagikan data penting kepada orang lain, dan jangan membuka tautan (link) sembarangan.

Jika mendapat tautan yang mencurigakan, tidak ada salahnya untuk mencari tahu di internet, ubah kata sandi secara berkala.

Sayangnya, berdasarkan pengalaman pribadi, saya yang sudah membekali diri saja bisa kena penipuan.

Menurut Remotivi, memberantas kejahatan siber tidak hanya tugas pengguna internet saja, tapi juga situs-situs yang bersangkutan, terutama pihak bank yang seharusnya sudah mulai meningkatkan sistem verifikasi.

Sedangkan pihak berwajib melalui polisi sibernya dan Keminfo harus bisa memberantas situs-situs dan akun-akun yang bodong itu.*****

Referensi:

  • https://www.ruangmom.com/scam-adalah.html
  • https://qwords.com/blog/apa-itu-web-phising/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_sosial_(keamanan)
  • https://www.cnbcindonesia.com/news/20200713145438-4-172276/terungkap-ini-alasan-banyak-orang-terkena-penipuan-online
  • https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211021074901-92-710261/mark-ai-dipolisikan-terkait-dugaan-penipuan-robot-trading
  • https://www.remotivi.or.id/mediapedia/669/penipuan-social-engineering-manipulasi-melalui-teknologi

Renny DJ sudah aktif menulis sejak kecil. Tapi, dirinya baru sangat aktif setelah ikut Coaching Menulis Cerpen Kawanku 2010 yang diadakan oleh Majalah Kawanku dan Pelatihan Menulis Sejarah oleh Majalah Historia di tahun yang sama. Tulisannya sudah masuk dii media massa dan media online. Tahun 2018, dia berkesempatan untuk ikut Kelas Cerpem Kompas 2018. Dia tertarik dengan isu perempuan, sosial, dan kesehatan mental. Penggemar 2ne1, Snow Patrol dan Bubbles dari serial kartun Powerpuff Girls. Silahkan sapa dia di Instagram @sayarennydj dan blognya jdynner.tumblr.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: