Buku dengan Nilai Kehidupan Lebih Banyak Dibanding 10 Buku Terakhir yang Kamu Baca

Penulis: Nina Refyanti

Sumber: dokumen pribadi

Seorang novelis ternama kelahiran 1947, Paulo Coelho, sering kali menulis kisah yang mengandung perbaikan diri dan psikologi. Salah satunya adalah Manuskrip yang Ditemukan di Accra. Latar belakang dari buku ini sangat unik. Dimulai dari dua bersudara di tahun 1945 yang tidak sengaja menemukan papipus-papirus di dalam gua di utara Mesir. Manuskrip lain ditemukan pada tahun 1974 oleh seorang arkeolog Inggris. Dan Paulo mendapatkan salinan teks manuskrip itu dari anak sang arkeolog. Sesuai judulnya, manuskrip itu berasal dari Kota Accra, wilayah di luar Mesir. Dari salinan manuskrip-manuskrip itulah Paulo menyalinnya kembali di dalam buku ini.

Berikut beberapa nilai hidup terbaik yang ada dalam buku Manuskrip yang Ditemukan di Accra versi Layar Baca.

Sumber: dokumen pribadi

“Senjata yang paling berbahaya adalah kata-kata yang bisa menghancurkan kehidupan tanpa meninggalkan jejak darah, dan luka-luka yang ditimbulkannya tak pernah bisa sembuh.”

Pada bab yang berisi kalimat ini sedang membahas orang bijak dan kesetiaan. Orang bijak tidak menyelesaikan masalah dengan sembrono. Tidak menyerang lawannya dengan senjata. Namun dengan kata-kata. Meskipun kata “kebijaksanaan” adalah sifat yang positif, namun orang-orang bijak justru bisa menjadi sangat berbahaya hanya dengan kata-kata. Karena keahlian mereka dalam berkalimat. Ahli yang dimaksud adalah, bagaimana menggunakan kata tertentu dalam situasi tertentu demi tujuan dirinya sendiri. Dengan ini, orang bijak bisa menjadi manipulatif, tahu cara menyelamatkan diri dan di saat bersamaan menjatuhkan lawannya, bahkan bisa mengadu domba dari dua individu yang sudah memiliki hubungan kesetiaan yang panjang.

Di akhir bab, yang bisa melawan kebijaksanaan manipulatif ini hanyalah kesetiaan yang murni. Kesetiaan dari seseorang yang memang memilih untuk setia. Sebab kesetiaan yang murni tidak terbentuk dari paksaan, rasa takut atau ancaman. Sehingga orang yang sudah berani memilih untuk mengisi dirinya dengan kesetiaan, maka dirinya tidak akan terpengaruh oleh konflik apa pun yang ditimbulkan orang bijak yang manipulatif. Sebab kesetiaan yang lahir dari pilihan tidak akan pernah lekang oleh waktu. Melalui bab ini juga, kita bisa belajar bahwa, sekuat apa pun musuh, akan selalu ada cara untuk melawannya. Dan ketika musuh adalah sosok yang telampau kuat (orang bijak), maka melawannya adalah dengan cinta (kesetiaan). Sebab kesetiaan adalah buah dari cinta.

Sumber: dokumen pribadi

“Masa depanmu sepenuhnya tergantung pada kapasitasmu untuk mencintai.”

Paulo Coelho menuliskan tentang kasih sayang dari berbagai sudut dalam bab ini. Tentang siapa yang sebenarnya selalu mencintai diri kita, dan karenanyalah kita harus selalu mencintai. Tidak hanya kepada orang lain tapi juga kepada diri sendiri. Kasih sayang yang dimaksud bukan sesuatu yang mengekang, namun meridhoi dari jauh. Juga bukan membatasi diri dengan melepaskan impian demi menjaga hati orang yang mencintai kita, sebab mereka tidak ingin jauh dari kita. Bukan sesuatu yang hanya terlena dengan cinta yang kita berikan ke diri sendiri, tapi juga tidak melupakan segala bantuan yang kita dapatkan sepanjang perjalanan ketika meraih mimpi-mimpi kita. Dengan begitu, cinta yang kita miliki ke diri sendiri atau semua yang di sekitar kita bukanlah cinta yang kelak tumbuh menjadi congkak dan egois. Namun cinta yang murah hati.

Sesungguhnya, bahasan utama dalam bab ini bukanlah mengulas pertanyaan tentang cinta, melainkan pertanyaan tentang masa depan. Dan kasih sayang menjadi poin utamanya sebab pesan yang ingin disampaikan adalah: ketika menghadapi, menjalani dan mencapai masa depan, semuanya akan lebih indah dan menentramkan dengan mengisi kasih sayang pada setiap detiknya.

Sumber: dokumen pribadi

“Mukjizat tidaklah bertentangan dengan hukum-hukum alam; kita menganggapnya demikian sebab kita tidak mamahami hukum-hukum alam.”

Bab ini dibuka dengan, “Bicaralah pada kami tentang mukjizat” kemudian diisi dengan doa-doa baik dan rendah hati kepada Tuhan. Sebab satu-satunya pemberi mukjizat adalah Tuhan. Mukjizat tidak selalu kejadian yang sangat besar atau tidak masuk akal. Biji yang ditanam dengan kesabaran kemudian muncul tunas dan tunas itu tumbuh semakin tinggi menghasilkan bunga-bunga dan buah-buahnya. Seorang bayi yang tumbuh menjadi manusia dewasa berkat waktu. Itu juga mukjizat. Dan karena keterbatasan pengetahuan serta kemampuan manusia untuk mengetahui, ada banyak mukjizat lain setiap harinya yang luput kita sadari.

Mukjizat hadir bukan dengan sendirinya, namun ada seseorang dengan keputusannya meletkkan di sana dengan tepat. Mujizat tidak hanya dirasakan oleh nabi-nabi, manusia pilihan, atau hanya manusia. Namun mukjizat bisa dimiliki semua makhluk. Hanya Tuhan yang bisa membuat mukjizat dan meletakkannya di tiap-tipa momen dan waktu yang tepat menurut keputusan-Nya. Dan karena Tuhan mencintai semua makhluk, maka Tuhan juga berikan mukjizat untuk semua makhluk. Demi menjadi makhluk yang murah hati dan penuh cinta, maka kita harus meminta mukjizat itu. Barangkali, itulah alasan kenapa bab ini berisi doa-doa baik tentang permintaan akan mukjizat yang baik.

Baca juga: Curahan Hati Seorang Penulis Pemula

1 thought on “Buku dengan Nilai Kehidupan Lebih Banyak Dibanding 10 Buku Terakhir yang Kamu Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: