3 Buku yang Menunggu Kamu Baca

Penulis: Nina Refyanti

Sumber: dokumen pribadi

Berapa banyak buku yang isinya masih berbekas di dalam hati dari semua buku yang sudah kita baca? Kita bisa membaca semua buku, tapi tidak semua buku efeknya akan berbekas abadi dalam hati dan ingatan. Layar Baca memiliki beberapa buku untuk menambah daftar buku yang barangkali bisa menjadi buku favorit para pembaca. Berikut deretan buku berkesan versi Layar Baca.

1. Wanita, Karya Paul I. Wellman

Buku ini merupakan novel fiksi sejarah dari salah satu tokoh berpengaruh Kerajaan Romawi pada masanya. Berlatar waktu pada saat kekaisaran Romawi berada di bawah pimpinan Raja Justinianus. Menceritakan kisah seorang wanita yang sejak kecil telah bekerja sebagai pelacur yang bernama Theodora. Meski begitu, Theodora adalah wanita yang cerdas, tidak bergantung kepada siapapun, setia kepada sahabat-sahabatnya, tahu apa yang harus dia lakukan pada setiap situasi. Meski tumbuh besar sebagai pelacur, kelak Theodora menyelesaikan pemberontakan di Romawi yang bahkan tidak bisa diselesaikan oleh Raja Justinianus dan menteri-menterinya. Buku ini mengulas perjalanannya semenjak dia masih menjadi wanita penghibur sampai ia menjadi seorang Maharani Romawi.

Di masa ia masih menjadi wanita penghibur, ada dua wanita termahal saat itu, Chione dan Macedonia. Di suatu pagi Theodora memulai hari dengan mandi bersama tiga teman satu profesinya, Theodora mengucapkan salah satu kalimat yang sangat mengena bagi para pembaca, “Berikan aku popularitas seperti Chione atau Macedonia, maka aku tidak akan menggantungkan diri pada seorang lelakipun.”

Ketika Theodora telah menjadi istri Raja Justinianus, ada pemberontakan besar di seluruh kekaisaran Romawi. Ada dua kubu bertentangan yang memporak-porandakan seluruh kota. Membakar rumah dan gedung-gedung, menjarah tiap rumah, memerkosa setiap perempuan yang ada. Romawi seperti dilalap api yang semakin lama semakin membesar dan meluas. Karena situasi yang tidak terkendali tersebut, Justinianus dan menteri-menterinya hendak meninggalkan kerajaan sejenak demi keselamatan Justinianus. Dan berencana akan kembali setelah pemberontakan mereda. Namun Theodora menghentikan mereka dengan mengucapkan kalimat lain yang membuat sang Raja serta para menterinya terhening di masa itu, dan mengguncang hati para pembaca di masa kini, “Kematian adalah kondisi kelahiran kita, tetapi mereka yang pernah memegang kendali pemerintahan harus enggan hidup setelah kehilangan kemuliaan dan kehormatan.”

Karena keberaniannya itu, Justinianus memberikan Theodora wewenang untuk mengambil alih seluruh yang dimiliki kerajaan demi menghentikan pemberontakan. Di tangannya, pemberontakan berakhir beberapa hari kemudian.

Penghancuran Buku dari Masa ke Masa, Karya Fernando Báez

Sumber: dokumen pribadi

Semenjak berabad-abad sebelum masehi, satu lembar kertas bisa menakuti setiap kekaisaran, negara, perkumpulan, dan kehidupan privasi seseorang hanya karena isi di dalamnya. Begitu juga buku-buku. Meskipun setiap tulisannya ditulis di atas bahan yang mudah hancur. Namun isinya sering kali mampu menimbulkan “kebakaran yang direncanakan” di sepanjang tempat di berbagai negeri.

Tidak terhitung banyaknya sudah berapa kali, entah itu papirus, manuskrip, tablet, berkas, catatan dan buku mengalami pemusnahan massal. Berbagai cara yang dilakukan antara lain, membuang buku ke laut, membakar perpustakaan, biara dan toko buku. Bahkan ada masanya ketika pemerintah menurunkan tentara untuk menggeledah buku-buku terlarang dalam setiap rumah. Jika ditemukan, buku itu langsung dihancurkan, pemiliknya dibunuh, penulisnya diculik dan dibunuh, penerbitnya diserang, yang bertanggung jawab atas penerbitannya dibunuh, penjual buku dipaksa menyerahkan buku jualanan mereka kemudian buku itu dimusnahkan.

Tujuan penghancuran ini tidak jauh berbeda pada setiap masanya, seperti rasa takut pihak tertentu terhadap isi buku tersebut, atau keinginan para pemimpin untuk menghancurkan masa lalu dan membangun masa kini demi keuntungan diri sendiri. Seperti kata Cornelius Walford yang dikutip oleh Fernando dalam buku ini, “…bukan hanya karena nilai intrinsik yang terkandung di dalam buku, melainkan, lebih sering, karena harta ini tidak dapat tergantikan hanya oleh uang, dan lebih sering lagi tidak ada cara untuk menggantikannya.”

The Windflower, Karya Sharon dan Tom Curtis

Sumber: dokumen pribadi

The Windflower merupakan buku romansa dewasa yang berlatar waktu tahun 1813. Menceritakan kisah cinta wanita bangsawan kaya namun polos dan lugu dari Amerika bernama Merry, dengan seorang pria perompak dari kelompok perompak yang cukup besar berkewarganegaraan Inggris bernama Devon. Saat itu ada konflik antara Amerika dan Inggris. Dan kemampuan Merry dalam membuat sketsa wajah membuatnya terlibat di dalam konflik ini. Di sisi lain, kejadian itu membuat Merry bertemu dengan Devon. Pria yang sebenarnya jatuh cinta padanya semenjak pandangan pertama.

Menceritakan perjalanan Merry yang tidak sengaja terlibat konflik, kemudian dibawa ke kapal perompak Inggris sehingga dia banyak menjalani waktu bersama Devon. Mendapatkan perlindungan sebab dia adalah wanita kesukaan Devon. Sehingga setiap awak kapal perompak tidak ada satu pun yang berani menyentuh atau menyakitinya. Sebab Devon adalah salah satu pemimpin kelompok perompak tersebut dan paling ditakuti seluruh awak kapal.

Seiring berjalannya waktu, karena sikap gentle Devon, seperti menyelamatkannya ketika tersesat di pulau tertentu setelah kabur dari kapal, berusaha mencari obat untuk menyembuhnya penyakitnya yang saat itu belum ada obatnya, membuat Merry terbawa cinta Devon. Dan setelah melalui semua konflik hingga fitnah kesalahpahaman yang menyudutkan Merry sehingga Devon sempat marah padanya, takdir tetap membuat Merry akhirnya menikah dengan Devon yang sebenarnya adalah seorang bangsawan asal Inggris. Cara penulisan, penuturan, perjalanan kisah dan manisnya kisah romansa antara Merry dan Devon membuat buku ini menjadi salah satu buku yang layak dibaca berulang kali.

Baca juga: Membeli Buku Bajakan, Rela Menjadi Korban Penipuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: