Mengenal Fiksi Singkat melalui Cerita 6 Kata

Penulis: Nina Refyanti

Fiksi singkat atau Flash Fiction adalah cerita yang lebih pendek daripada Cerpen (Cerita Pendek). Sebutan yang biasa kita kenal adalah Cermin (Cerita Mini). Biasanya terdiri dari 250-500 kata. Ada juga yang menyebutkan 250-1.000 kata. Perbandingannya dengan jenis karya lain, cerpen terdiri dari 2.000-20.000 kata. Hal ini membuat fiksi singkat bisa selesai hanya dengan satu halaman, bahkan setengah halaman. Dan tidak menutup kemungkinan, hanya terdiri dari 1 kalimat.

Jika film pendek memiliki kesulitan karena pendeknya durasi, di mana dalam durasi yang pendek itu seorang sutradara harus bisa melakukan pengenalan tokoh, konflik, klimaks dan anti-klimaks sejelas mungkin. Yang mana itu semua memiliki tingkatan kesulitan yang berbeda dengan film yang berdurasi 1 jam 30 menit atau 2 jam. Begitu pula karya tulis. Semakin sedikit jumlah kata yang bisa diletakkan, semakin tinggi kesulitan untuk bercerita. Sebab penulis harus bercerita dengan jumlah kata yang terbatas.

Contohnya karya fiksi singkat yang sering diklaim sebagai karya Ernest Hemingway. Ada yang menyebutkan bahwa sesungguhnya belum ada bukti yang memastikan bahwa karya ini milik Ernest. Fiksi singkat itu hanya terdiri dari 6 kata:

For sale: baby shoes, never worn.
Dijual: sepatu bayi, tidak pernah dipakai.

Ilustrasi sepatu bayi. Sumber: Pinterest

Pada cerpen dan novel, tokoh dan alur cerita tersaji secara tersurat. Sementara untuk fiksi singkat, bisa dilihat dari contoh di atas, semua tahapan tersebut ada secara tersirat. Tokohnya adalah si pemilik sepatu bayi dan karena alasan tertentu ia menjualnya.

Hal lain yang membedakan fiksi singkat dengan karya fiksi lain adalah, dikarenakan singkatnya fiksi singkat membuatnya tidak memiliki urutan cerita yang biasanya (perkenalan, konflik, klimaks, anti-klimaks). Fiksi singkat hanya memiliki konfik dan klimaks.

Dilihat dari contoh cerita 6 kata di atas, konfliknya adalah tokoh dalam cerita tersebut telah membeli sepatu bayi yang baru dan karena alasan tertentu sepatu itu tidak jadi dipakai. Klimaksnya adalah ia menjualnya. Cerita tersebut bisa diartikan oleh pembaca seperti ini:

Barangkali si pemilik sepatu bayi membeli sepatu itu untuk menyambut anaknya yang akan lahir. Namun karena anaknya mungkin tidak pernah berhasil lahir, atau telah lahir namun tidak terlematkan, sehingga sepatu itu tidak lagi berguna bersamanya. Karena itulah ia akhirnya menjual sepatu bayi yang masih baru tersebut.

Pemilihan kata ‘tidak pernah dipakai’ menjadi kuncinya. Sebab jika sepatu itu dijual dari toko sepatu atau produsen sepatu, mereka tidak perlu meletakkan tulisan ‘tidak pernah dipakai’. Karena semua orang tahu itu adalah sepatu baru yang sudah jelas belum pernah dipakai siapa-siapa. Namun 3 kata itu menyiratkan seorang konsumen yang telah membeli sepatu bayi yang baru. Seseorang yang membeli sepatu bayi tentu karena ia hendak menyambut kelahiran seorang bayi. Namun karena kondisi tertentu, ia tidak jadi menggunakan sepatu bayi tersebut sebagaimana tujuan awal ketika membelinya, sehingga ia menjualnya.
Itu hanya salah satu tafsiran dari karya 6 kata tersebut. Tiap-tiap pembaca tentu memiliki tafsiran lain. Sebab disajikannya cerita fiksi singkat secara tersirat membuat karya ini terbuka untuk ditafsirkan pembaca.

Unsur dalam fiksi singkat adalah singkat, padat dan twisted ending. Twisted ending berarti akhir cerita yang diputar. Maksudnya adalah akhir ceritanya tidak dapat ditebak dan tidak terduga. Sehingga pembaca akan berkesan selepas membacanya. Akhir cerita yang menggantung juga bisa digunakan untuk fiksi singkat. Sehingga tafsiran pembaca akan bervariasi dan hal itu dapat memberikan nilai seni dan keunikan yang berbeda.

Tips Untuk Membuat Fiksi Singkat

Mulailah dengan mengawali cerita dengan konflik. Karena tidak ada waktu untuk memperkenalkan secara khusus, detil atau terperinci tentang tokoh-tokoh beserta karakternya. Potong penyebab awal konflik serta prosesnya. Sajikan konflik yang sudah ada sesederhana mungkin. Hal ini bisa menarik fokus dan perhatian pembaca tepat di awal membaca. Sebab begitu tiba, pembaca langsung dihadapkan dengan konflik dalam cerita.

Untuk menghemat kata, menulis karya fiksi singkat bisa diusahakan tanpa menggunakan dialog. Namun dalam kondisi tertentu, misalnya keberadaan dialog sangat dibutuhkan atau dialog itu sendiri adalah inti dalam cerita, gunakanlah dialog yang efektif. Tidak menghabiskan kuota kata yang ada. Atau jalan keluarnya, penulis bisa mencoba menyajikan konflik di awal dengan membuka cerita menggunkan dialog yang memperkanalkan konflik.

Sajikan cerita dengan tegas. Tegas dijelaskan secara eksplisit atau tegas jika ingin disajikan secara tersirat. Contohnya jika ingin memberitahu lokasi tokoh secara ekplisit, langsung sebutkan di mana lokasi tersebut tanpa tambahan lain. Seperti detil tempat itu, siapa saja yang ada di sana, suasana di lokasi tersebut tidak perlu ditambahkan. Karena itu akan menghabiskan banyak kata yang bisa kita gunakan untuk keperluan yang lebih penting dalam cerita. Atau jika ingin memberitahu lokasi secara tersirat, maka kita tidak perlu merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan lebih lanjut seperti apa bentuk lokasi itu. Biarkan pembaca yang merepresentasikannya di dalam pikiran mereka.

Begitu pula dengan akhir cerita. Lakukan dengan tegas atau menggantung. Silakan pilih salah satu saja. Jika mengakhirinya dengan deskripsi yang jelas, sajikan tanpa bertele-tele. Contohnya, Ia menjual toko buku itu dan pergi. Tidak perlu ditambahkan, Ia pergi menuju dunia yang baru yang dia inginkan. Jika ingin menggantung dan memberikan kesempatan pembaca untuk menentukan sendiri seperti apa detil ceritanya, gantunglah dengan tegas. Contohnya, Ia pergi meninggalkan toko buku miliknya. Tidak dijelaskan nasib toko buku si tokoh. Tinggalkan cerita di sana, cerita sudah tersaji, dan biarkan pembaca yang memilih kebenaran cerita yang mereka mau pada setiap hal yang sengaja dikosongkan.

 

Biodata Penulis

Nina Refyanti wanita kelahitan 5 Juni 1999. Seorang mahasiswi Universitas Azzahra jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Kesibukannya kini adalah kuliah sambil bekerja.

 

Baca Juga: Jangan “Ngaku” Penulis Kalau Belum Melakukan 3 Hal Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: