Dampak Membaca Buku Pada Diri Sendiri

Penulis: Nina Refyanti

Buku bacaan. Sumber: Pinterest

Presentase membaca buku di Indonesia masih terlalu rendah dibandingan dengan negara lain yang sudah tergolong maju. Barangkali salah satu alasan kenapa negara lain bisa menjadi negara maju karena tingkat membaca masyarakat di negara tersebut sangat tinggi. Tapi dalam ruang lingkup pribadi, membaca memberikan banyak dampak positif serta manfaat. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dari membaca versi Layar Baca.

1. Menambah Pengetahuan

Buku sebagai sumber pengetahuan. Sumber: Pinterest

Sebuah sebab akibat yang wajar jika kita membaca, pengetahuan kita bertambah. Buku-buku adalah sumber utama informasi. Seorang pembicara mendapatkan informasi untuk materi yang akan dia sampaikan pertama dari buku, kedua pengalaman pribadi. Artikel yang tersebar di internet mendapatkan informasinya dari buku. Terbukti adanya bagian ‘referensi’ di akhir artikel.

Pengetahuan ini nilainya lebih besar dari yang bisa kita sadari. Sebuah cerita yang mengajari kesalahan, sehingga kita bisa mawas diri untuk tidak melakukan kesalahan tersebut. Sebab buku yang kita baca telah menyajikan dampak dari kesalahan itu. Sebuah pesan yang menenangkan tentang kasih sayang dan damainya hidup setelah menerima serta memaafkan, mendidik kita menjadi orang yang lebih baik. Semua pengetahuan yang mendidik itu sesungguhnya sangat mahal. Itu semua bisa didapatkan melalui buku. Seperti kata Cornelius Walford, “bukan hanya karena nilai intrinsik yang terkandung di dalam buku, melainkan, lebih sering, karena harta ini tidak dapat tergantikan hanya oleh uang, dan lebih sering lagi tidak ada cara untuk menggantikannya.”

2. Memperbaiki Memori

Ketika membaca, otak kita akan merepresentasikannya secara visual di dalam pikiran kita. Dan semua visual itu merupakan semua yang pernah kita ingat. Tempat, warna, suara, suasana, informasi. Inilah salah satu alasan kenapa buku membuat memori kita semakin kuat. Beberapa hal yang belum pernah kita lihat namun dideskripsikan dengan detil dalam buku, membuat kita harus mencoba menggambarkan hal tersebut di dalam pikiran kita. Hal ini bisa membantu meningkatkan kreativitas kita.

Isi dari buku-buku yang kita baca juga bisa menjadi penyambung beberapa informasi yang belum lengkap di otak kita. Pikiran manusia seperti mesin yang perlu dimasukkan benang ke dalamnya terus-menerus sampai menghasilkan rajutan. Benang-benang itu adalah informasi yang ada di buku-buku.

3. Mengurangi Stres

Ilustrasi membaca buku. Sumber: Pinterest

Kegitan sehari-hari yang penuh dengan deadline, orang-orang yang terus menagih kerjaan kita, belum lagi pekerjaan rumah yang menumpuk seperti baju kotor yang butuh dicuci, piring dan gelas kotor yang menumpuk di wastafel, tugas sekolah atau kuliah. Ketika kita mengambil waktu sejenak untuk membaca, itu artinya kita memberikan ruang kepada diri kita sendiri untuk jeda yang tenang di antara kesibukan. Atau ketika kita baru bisa membaca buku di malam hari sebelum tidur, bisa dikatakan kita meredakan ketegangan tubuh dan otak kita setelah hari yang panjang. Sehingga setelah membaca buku, kita bisa tidur dengan tubuh dan pikiran yang rileks.

Membaca kata per kata, memahami satu kalimat, merepresentasikan apa yang kita baca dalam pikiran kita, mendapatkan informasi yang bisa meningkatkan kinerja otak kita, menyelesaikan halaman satu ke halaman selanjutnya. Urutan konstan yang harus kita lakukan perlahan inilah yang bisa menenangkan ketegangan tubuh dan pikiran.

4. Meningkatkan Konsentrasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas. Ketika membaca kita melalui tahapan-tahapan yang harus dilakukan secara perlahan. Dari membaca kata per kata sampai kita memahami satu kalimat. Kemudian kita memahami kejadian yang ada di cerita lewat deskripsi dalam buku tersebut serta dialog tokoh. Perlahan kita berfokus pada cerita yang kita baca dan mempertahankan konsentrasi kita untuk tetap mengikuti alur cerita. Bisa diprediksi bagaimana konsentrasi kita jika banyak membaca buku.

Saat menjadi pembaca pemula, ketika memulai membaca buku bisa jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk berkonsentrasi dibandingkan orang yang sudah lama membaca. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin banyak kita mengulangi kegiatan ini, otak kita akan terbiasa melakukannya. Sampai akhirnya, meskipun kita baru saja menyelesaikan banyak pekerjaan yang memusingkan dan melelahkan, kita dengan mudah bisa langsung mengalihkan perhatian kepada buku yang kita baca. Mempertahankan konsentrasi untuk terus mengikuti cerita, dan di saat bersamaan kemampuan berkonsentrasi kita terus terlatih.

Biodata Penulis

Nina Refyanti wanita kelahitan 5 Juni 1999. Seorang mahasiswi Universitas Azzahra jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Kesibukannya kini adalah kuliah sambil bekerja.

 

Baca Juga: Modus Pencurian Data Online? Yuk Kenali Bentuk dan Cara Mengatasinya

1 thought on “Dampak Membaca Buku Pada Diri Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: