Mengoreksi Karya Tulis Sendiri

Penulis: Nina Refyanti

Ilustrasi menulis. Sumber: Pinterest

Banyak penulis pemula yang ingin membagikan karya tulisnya di wattpad, blog atau website pribadi. Setelah menyelesaikan karya tulis, apakah itu karya tulis fiksi, artikel atau yang lainnya, sebelum kita mempublikasikannya, tentu kita perlu memeriksanya kembali. Karena ini merupakan proyek yang digarap sendiri olehmu penulis pemula, tentu tidak ada editor yang akan memeriksa hasil tulisan sebelum dibagikan ke internet. Penulis harus memeriksanya sendiri. Maka dari itu, di sini Layar Baca memberikan informasi apa saja yang perlu diperhatikan ketika kita hendak mengoreksi hasil karya tulis sebelum dipublikasikan.

1. Huruf Besar dan Huruf Kecil

Ilustrasi mengoreksi tulisan. Sumber: Pinterest

Penggunaan huruf kapital yang harus diperhatikan adalah pada setiap penyebutan nama (tokoh, gelar, julukan, tempat, jabatan). Huruf pertama setelah tanda petik (“) pada dialog. Contohnya, “Cuaca hari ini sangat bagus.” Periksalah penggunaan huruf besar dan huruf kecil di setiap awal kalimat. Pastikan kamu tidak menulis huruf pertama di kata pertama pada awal kalimat dengan huruf kecil.

Penggunaan huruf besar pada nama orang dan tempat misalnya, ‘Albert Einstein‘ maka setiap nama tersebut ditulis, huruf pertamanya pastikan menggunakan huruf besar. Perbaikilah jika kamu temukan kesalahan tersebut penulisan tentang huruf kapital ini.

Untuk judul, setiap kata harus menggunakan huruf kapital kecuali kata sambung dan kata sandang. Kata sambung seperti ‘di’, ‘ke’, ‘dan’, ‘tetapi’ dan lain sebagainya. Kata sandang seperti ‘si’ dan ‘sang’, jika di judul boleh menggunakan huruf kecil.

2. Spasi

Periksalah kesalahan spasi. Kata mana yang perlu diberi spasi dan mana tidak perlu diberi spasi. Seperti ‘kerja sama’, ‘pesebak bola’, ‘pebulu tangkis’ mestinya diberi spasi. Kata hubung yang diikuti kata tempat perlu dispasi, contohnya ‘di atas’, ‘ke mana’, ‘di rumah’.

Menentukan kapan dua kata disambung atau tidak sebenarnya cukup mudah. Jika dua kata tersebut aslinya harus dipisah, maka ia bisa disambung jika terdapat imbuhan di depan kata pertama dan di belakang kata kedua. contohnya ‘tanggung jawab’, jika terdapat imbuhan ‘per’ dan ‘an’ maka dua kata tersebut harus di sambung menjadi ‘pertanggungjawaban’. Jika hanya salah satu kata yang memiliki imbuhan, maka dua kata tersebut harus tetap dipisah. Contohnya, ‘tanggung jawabnya’ dan ‘bertanggung jawab’.

3. Typo

Langkah ketiga yang harus kamu perhatikan ketika mengoreksi hasil karya tulismu sendiri adalah typo. Baca dengan saksama tiap kata, apakah ada posisi huruf yang terbalik atau adakah yang kurang. Memeriksa typo memang harus dilakukan pelan-pelan dengan penuh kesabaran agar tidak ada kesalahan yang terlewat dari pemeriksaan.

Pentingnya pemeriksaan typo ini bertujuan untuk keindahan karya tulisanmu sendiri. Sehingga pembaca nyaman membaca tulisanmu dari awal sampai akhir. Ketika mereka mulai masuk ke dalam cerita, kamu memastikan kalau fokus mereka tidak terpecah karena kesalahan penulisan. Selain itu, berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan karya yang minim kesalahan juga menambah kualitas tulisanmu serta keprofesionalan kamu dalam menulis. Jika kamu masih belum yakin apakah tidak ada lagi kata yang typo, namun matamu sudah cukup lelah memeriksa, kamu bisa meminta tolong temanmu untuk membaca hasil karyamu dan memeriksa apakah dia yang sebagai pembaca menemukan kata yang typo atau tidak.

4. Keefektifan Kalimat

Ilustrasi mengoreksi tulisan sendiri. Sumber: Pinterest

Setelah memastikan tidak ada lagi tulisan yang salah dalam setiap kata, selanjutnya periksalah bagaimana keadaan pada setiap satu kalimat. Apakah dalam satu kalimat ada dua kata hubung yang sama? Contohnya, “Ia yang suka menari tapi tidak suka jika ada sesuatu yang mengganggunya ketika menari.” Pada kalimat itu terdapat dua kata hubung ‘yang’ menjadikan kalimat itu tidak efektif. Sebab penggunaan kata ‘yang’ di kalimat itu menjadi mubazir. Dan kata ‘sesuatu’ bisa kita hilangkan untuk membuat kalimat tersebut menjadi sederhana. Kita bisa perbaiki kalimat itu menjadi seperti ini, “Ia suka menari tapi tidak suka jika ada yang mengganggunya ketika menari.”

Ketika ingin menghapus kata dalam satu kalimat untuk membuatnya menjadi lebih sederhana, kita bisa lihat apakah dengan tidak adanya kata tersebut, makna dari kalimat itu berubah atau tidak. Jika tidak berubah, kita bisa menghapusnya. Perihal menyederhanakan ini perlu kita ingat selalu. Kita tidak perlu membuat kalimat yang berisi kata-kata sulit atau yang jarang diketahui orang awam. Karena itu akan menyulitkan sebagian pembaca untuk mengerti. Sederhanakan selalu tiap kalimat yang kalian buat. Sehingga pembaca dari kalangan manapun akan mengerti karya tulisanmu. Penulis buku terkenal The Da Vinci Code, Dan Brown, selalu menerapkan ini pada setiap cerita serial Robert Langdon miliknya. Dan Brown dapatkan didikan mental ini dari gurunya yang selalu mengatakan, “Sederhanakanlah!”.

Tips untuk Mencari Tahu Kata yang Perlu Disambung atau Tidak

Ada dua tips yang bisa Layar Baca berikan kepada para penulis pemula untuk mengetahui tentang dua kata yang perlu disambung atau tidak. Pertama, periksa kata tersebut di kamus Bahasa Indonesia. Kamu bisa gunakan buku kamus yang dicetak, bisa juga lewat aplikasi KBBI. Dari situ kamu akan tahu apakah dua kata tersebut harus disambung atau dipisah. Contohnya kata ‘bulutangkis’. Jika kamu cari di KBBI, kamu akan temukan bahwa penulisannya bukanlah seperti itu, tetapi kata ‘bulu’ dan ‘tangkis’ harus dipisah menjadi ‘bulu tangkis’.

Kedua, kamu bisa cari melalui google. Ada banyak artikel yang membahas kapan kata tertentu disambung dan dipisah. Pastikan kamu membaca dari situs terpercaya seperti situs berita, website kamus, atau website para ahli.

Biodata Penulis

Nina Refyanti wanita kelahitan 5 Juni 1999. Seorang mahasiswi Universitas Azzahra jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Kesibukannya kini adalah kuliah sambil bekerja.

Baca Juga: Ensiklopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: