Nomophobia (No-Mobile Phone Phobia)

Penulis : Ade Liza Maulitaya

Mobile Phone atau telepon genggam bukan menjadi barang mewah lagi untuk saat ini namun sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Penggunaannya pun tidak lagi disaat tertentu saja, namun dapat kapan saja tanpa mengenal waktu. Moran mengemukakan penggunaan telepon genggam memberikan manfaat bagi orang untuk menjelajah internet, bekerja dengan orang-orang dari kejauhan, berbicara dengan teman dan kolega, menyelesaikan masalah dan memberikan layanan tanpa meninggalkan lokasi saat ini.

Namun karena kelebihan yang dimiliki tersebut, seseorang akan tergantung dengan telepon genggam ini sehingga dapat memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh ketergantungan secara berlebihan dengan telepon genggam ini adalah nomophobia. Apa yang dimaksud dengan nomophobia ?

Nomophobia (No-Mobile Phone Phobia)

Nomophobia adalah ketakutan atau kecemasan yang dapat terjadi kepada seseorang dikarenakan tidak adanya akses terhadap telepon genggam yang dimilikinya. Dalam hal ini kecemasan tidak hanya berupa seseorang yang meninggalkan telepon genggamnya saat bepergian, tetapi dapat juga terjadi karena berbagai kondisi, misal tidak ada jangkauan jaringan, kehabisan baterai, tidak ada jaringan internet, kehabisan kuota dan lainnya.

Ilustrasi saat seseorang merasa cemas
Sumber : freefik

Nomophobia memiliki dua istilah lain yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari ketika merujuk kepada orang-orang yang menderita nomophobia yaitu nomophobe dan nomophobic. Menurut Yildirim (2014) nomophobe adalah kata benda dan mengacu pada seseorang yang menderita nomophobia, sedangkan, nomophobic adalah kata sifat dan digunakan untuk menggambarkan karakteristik nomophobe dan/atau perilaku yang berhubungan dengan nomophobia.

Menurut Yildirim (2014), ketergantungan terhadap telepon genggam bukan suatu hal yang harus dilarang, tetapi masalah muncul akan ketika kegelisahan terhadap telepon genggam yang memicu gangguan psikologis klinis dan mental penggunanya. Dalam hal ini dapat mengakibatkan seseorang tidak bisa berinteraksi dengan dunia nyata. Kecanduan telepon genggam akan menimbulkan rasa cemas, gelisah, dan panik ketika kehilangan atau ketinggalan ponsel.

Bivin (Sudarji, 2017) mengemukakan bahwa berdasarkan hasil penelitian sebuah organisasi riset di Inggris, ditemukan bahwa hampir 53% pengguna smartphone di Inggris cenderung menjadi cemas ketika kehilangan smartphone mereka, kehabisan baterai, atau tidak memiliki jangkauan jaringan.

Ciri-ciri Nomophobia

Ciri-ciri dari nomophobia ini diantaranya adalah :

  • Menghabiskan banyak waktu dalam penggunaan telepon genggam. Hal ini dapat memungkinkan seseorang seharian penuh memainkan telepon genggamnya. Mulai dari scroll media sosial, bermain game dan kegiatan lainnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan telepon genggam.
Sumber : freefik
  • Merasa tidak nyaman hingga gelisah jika telepon genggam tidak berada disekitarnya. Terutama jika tidak membawanya disaat bepergian maka ia akan merasa gelisah dan ingin cepat-cepat kembali ke rumah untuk melihat apakah ada notifikasi penting yang masuk ke telepon genggamnya.
  • Selalu mengecek atau melihat layar telepon genggam bahkan jika tidak ada satu pun notifikasi didalamnya. Hal ini seringkali disebut ringxiety yaitu perasaan seseorang yang menganggap telepon selularnya bergetar atau berbunyi.
  • Tidak pernah mematikan telepon genggam dan selalu siap sedia 24 jam.
Sumber : freefik
  • Lebih suka dan merasa nyaman jika berkomunikasi menggunakan telepon genggam. Situasi ini yang banyak terjadi sekarang dimana-mana orang-orang akan merasa nyaman jika berinteraksi dengan orang-orang melalui telepon genggamnya baik itu via chatting, video call ataupun berteleponan. Namun ia akan merasa canggung jika berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.
  • Rela mengeluarkan uang yang besar demi sebuah telepon genggam. Hal ini sudah menjadi hal yang tidak mengherankan lagi dimana setiap orang akan berlomba-lomba untuk membeli produk baru dari sebuah telepon genggam yang tentunya memiliki kualitas terbaik.

Nah, dari ciri-ciri diatas, kira-kira kamu termasuk ke ciri yang mana ini ? Yuk sama-sama kontrol penggunaan telepon genggammu. Menggunakannya tidak dilarang namun alangkah lebih baik jika kamu dapat mengontrol penggunaannya karena dampaknya untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain.

Baca juga : Perlu Kamu Tahu! 6 Aktivitas Ini sering Berubah menjadi Candu Digital

Sumber :

Muyana, S., & Widyastuti, D. A. (2017). Nomophobia (No-Mobile Phone Phobia) Penyakit Remaja Masa Kini. Prosiding Seminar Nasional, 2, 280-287.

Silvani, P. M. (2021). Pengaruh Kontrol Diri Dan Kompetensi Sosial Terhadap Kecenderungan Nomophobia Pada Mahasiswa. Psikoborneo Jurnal Imiah Psikologi, 9(1), 61-70.

 

Ade Liza Maulitaya. Perempuan kelahiran Pematangsiantar, Sumut 18 Juni 2001 ini menyukai dunia membaca dan menulis sejak dulu. Meski dulunya hanya suka menulis karangan bebas hasil imajinasinya. Saat ini sedang kuliah di jurusan Pendidikan Antropologi. Keinginan terbesarnya saat ini menulis sebuah buku lalu diterbitkan. Jika ingin lebih kenal lagi bisa hubungi di ig @adlizamlty.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: