Apa itu Adiksi internet, Apa saja Tanda-tandanya, dan Apa Dampaknya pada Diri? (Bagian 2)

Penulis: Nur Husna Annisa

Untuk mengetahui apakah kita sudah adiksi internet atau pecandu internet, kita perlu mengidentifikasi sendiri tanda-tanda di bawah ini. Jika sebagian besar kita mengalami poin-poin di bawah ini, semakin besar pula kemungkinan kita mengalami adiksi internet atau candu digital atau candu gawai.

Tanda-tanda Adiksi Internet

  1. Lupa prioritas

Tak ada yang lebih penting baginya selain memenuhi keinginannya untuk mengakses internet. Tugas dan kegiatan lain bukan lagi prioritas, bahkan tak penting baginya.

konten digital
Mengonsumsi konten digital secara berlebihan awal dari candu. Sumber foto: Forbes.com
  1. Lupa waktu dan suka menunda

Poin ini masih berkaitan dengan lupa prioritas. Orang yang sudah adiksi internet akan tenggelam dengan aktivitas digitalnya hingga lupa waktu. Kegiatan-kegiatan lain akan dia tunda bahkan kegiatan penting baginya, seperti makan, mandi, dan tidur.

  1. FOMO

Fear of missing out adalah perasaan khawatir ketinggalan, baik itu informasi, kegiatan, atau apa pun yang dilakukan oleh sebagian besar orang yang ada di media sosial. Orang yang mengalami adiksi internet tak mau ketinggalan tren, sehingga dia tak mau jauh dari ponselnya.

  1. Availability stress

Merasa stres jika tidak terhubung dengan internet (offline). Ia merasa harus selalu ada ketika dihubungi oleh orang atau terus merasa ada yang akan menghubunginya, sehingga ia tak bisa jauh dari ponsel. Ia juga merasa harus selalu hadir secara online (daring), harus terus membagikan apa yang sedang dia lakukan secara online (daring).

  1. Communication overload

Merasa selalu harus segera menjawab dan merespons ketika ada interaksi secara digital. Ketika seseorang menanggapi postingannya, ia merasa harus segera meresponsnya.

  1. Approval anxiety

Menganggap bahwa respons di media digital tentang dirinya adalah bentuk penerimaan orang lain padanya, yang direpresentasikan melalui like dan komentar, serta jumlah pengikut (followers) di medsos. Ia sangat khawatir ketika tidak mendapatkan like, dan komentar atau berkurangnya pengikut (followers).

  1. Merasa kesepian

Selalu merasa sendiri di dunia nyata, merasa tak punya teman, dan ingin melarikan diri di dunia digital, tapi tetap merasa kesepian dan tak berteman ketika melihat postinga orang lain.

Tidak punya teman
Ilustrasi terisolasi, dan tak berteman. Sumber foto: gossiphrpayrollsystems
  1. Mood swing (suasana hati yang mudah berubah)

Terkadang ia bingung dengan apa sebenarnya yang ia inginkan. Suasana hatinya sering berubah bergantung pada konten digital apa yang sedang dia konsumsi, atau bergantung pada situasi yang disaksikannya di dunia maya.

  1. Isolasi

Suka menyendiri karena dengan begitu ia dapat terus terhubung secara online (daring) yang membuat ia merasa kebutuhan akan candunya terpenuhi.

  1. Mudah terhasut

Mudah tersulut emosi dengan apa yang disaksikannya di internet. Hal ini karena ia merasa bahwa yang ada di dalam perangkat digitalnya adalah bagian dari hidupnya, sangat dekat dengannya, dan hal itulah yang benar-benar nyata.

  1. Phubbing

Sering tidak mengacuhkan orang yang ada di dekatnya. Berkomunikasi dengan orang sekitar sambal menatap ponsel.

Lalu, dari tanda-tanda di atas, berapa poin yang sudah ada dalam diri kamu?

Apa Dampak Adiksi Internet bagi Diri?

Adiksi internet akan berpengaruh pada kesehatan mental kita dan juga pada kehidupan sosial kita. Berikut beberapa dampak yang bisa dialami oleh pecandu internet:

Internet
Alih-alih mendekatkan yang jauh, internet sering kali menjauhkan yang dekat. Sumber foto: Pexels oleh Jesica Lynn Lewis
  1. Lelah fisik. Merasa tegang di area leher bagian belakang, pundak, dan punggung karena gerak tubuhnya terbatas. Mata juga lelah dan berair akibat terlalu lama menatap ponsel. Hal ini sering disadari tapi orang yang sudah candu tidak bisa berhenti walaupun sebenarnya sudah lelah.
  1. Menjadi jauh dan tak terikat lagi dengan orang-orang di sekitarnya, bahkan dengan keluarga sendiri.
  2. Merasa cemas yang berlebihan pada hal-hal sepele. Misalnya, cemas ketinggalan tren, cemas pengikutnya (followers) berkurang, cemas jika tak ada yang suka dengan postingannya, dan sebagainya.
  3. Merasa kesepian. Mengenal banyak orang di dunia maya tak otomatis membuatnya merasa punya teman, karena dia tidak terhubung secara nyata dengan orang-orang yang dia kenal di dunia maya.
  4. Merasa diri kurang dan tidak lebih baik dari yang lain. Ada keinginan untuk menjadi orang lain dan sering berkompetisi.

Baca juga: Apa itu Adiksi internet, Apa saja Tanda-tandanya, dan Apa Dampaknya pada Diri? (Bagian 1)

Referensi:
https://www.kompas.id/baca/video/2020/10/05/belenggu-candu-media-sosial
https://www.kompas.id/baca/riset/2021/11/11/mengatasi-beragam-candu-di-era-digital
https://www.psycom.net/iadcriteria.html

Nur Husna Annisa, lahir di Manado, sehari sebelum hari kasih sayang di tahun kabisat. Husna, begitu ia disapa, adalah pengagas dan pendiri Layar Baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: