Wajib Tahu! 5 Museum Literasi Ini Bikin Semangat Jadi Penulis

Penulis: Renny DJ

jalan jalan ke museum, travel, jalan jalan
berkunjung ke museum (sumber: Ruben Ramirez di Unsplash)

Tahukah kamu kalau setiap tanggal 18 Mei adalah Hari Museum Internasional? Penetapan Hari Museum ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1977 oleh Internasional Council of Museum (ICOM), dengan memiliki tujuan meningkatkan kesadaran  bahwa museum adalah sarana penting pertukaran budaya, pengayaan budaya, dan pengembangan saling pengertian, kerja sama, dan perdamaian antar bangsa.

Di Indonesia sendiri, Hari Museum Nasional ditetapkan pada tanggal 12 Oktober. Hari itu dipilih karena pada tanggal 12 Oktober 1962, dimulai Hari Musyarah Museum se-Indonesia untuk pertama kalinya di Jogjakarta. Dilansir dari Tirto, Hari Museum Nasional kemudian ditetapkan pada tanggal 25-26 Mei 2015. Tujuan penetapan Hari Museum Nasional adalah supaya Museum bisa memberikan pelayanan terbaik dan inovasi kepada kemajuan museum di Tanah Air.

Membicarakan soal museum, ternyata ada museum-museum yang bertemakan literasi lho!. Museum-museum yang dirangkum oleh Layar Baca ini hanya sebagian saja, tapi tentu bisa membuat kalian semangat untuk berkarya di dunia sastra!.

  1. Poe Museum (Museum Literasi Edgar Allen Poe) di Richmond, Virginia, AS

Poe, Museum Poe, Museum
Museum Literasi Poe. (Sumber: Architecture Richmond)

Bagi penggemar cerita bertema horor, pasti kenal dengan Edgar Allen Poe. Penulis sekaligus penyair asal Amerika Serikat ini adalah penulis dari buku berjudul The Raven dan The Black Cat. Poe Museum berada di Richmond, Virginia. Bangunan museum ini sejatinya tidak pernah ditinggali oleh Poe karena seluruh bangunan yang pernah ditempati Poe sudah tidak ada lagi.

Museum ini menampilkan manuskrip yang dibuat oleh Edgar Allen Poe, benda-benda yang pernah digunakan oleh Poe, sampai 43 ilustrasi untuk kaver bukunya The Raven. Dilansir dari situs PoeMuseum, bangunan yang dijadikan museum hanya sebagian saja karena Museum Poe terdiri dari 3 bagian, yakni Rumah Batu Poe, The Poe Shrine, dan Taman Poe. Pengunjung diperbolehkan untuk menyewa bangunan ini lho!. Dilansir dari websitenya, pengunjung dikenai tiket seharga 9 dolar atau sekitar 132 ribu rupiah.

  1. The Fitzgerald Museum (Museum Literasi F.Scott dan Zelda Fitzgerald), Montgomery, Alabama, AS

museum, the fitzgerald, great gatsby
Museum Literasi Fitzgerald. (Sumber: Exploring Montgomery)

Pernah membaca novel atau pernah menonton film The Great Gatsby?. Nah, museum ini adalah museum yang dibuat untuk mengenang sepasang penulis ternama, F. Scott Fitzgerald dan istrinya, Zelda. Novel karya F. Scott Fitzgerald, The Great Gatsby, termasuk salah satu sastra terbaik sepanjang masa. Museum ini menampilkan memoribilia dari pasangan penulis tersebut. Dilansir dari situs TheFitzgerald, museum ini tidak hanya museum saja, tapi tersedia aula, toko sovenir, bahkan penginapan.

Yang unik, setiap tahunnya, mereka mengadakan penghargaan bernama “THE FITZGERALD LITERARY CONTEST AND THE ZELDA FITZGERALD LITERARY PRIZE” yang memiliki 4 kategori lomba, yakni untuk kelas 9-10, kelas 11-12, kelas mahasiwa, dan penghargaan Zelda Sayre Fitzgerald kepada penulis muda. Mengutip dari website museum, pengunjung dikenai harga sumbangan sebesar 5 dolar atau sekitar 73 ribu rupiah dan harga bisa berubah apabila ingin menyewa atau menginap di museum ini.

  1. Anne Frank House (Museum Literasi Anne Frank), Amsterdam, Belanda

anne frank, museum anne frank, belanda
Museum Anne Frank. (Sumber: Wikimedia)

Bila kalian ada yang berkesempatan untuk pergi ke Belanda, tidak ada salahnya mengunjungi Anne Frank House. Museum yang dibuat untuk mengenang salah satu penulis muda, Anne Frank, penulis Buku Harian Anne Frank, sekaligus menjadi bukti kekejaman dari Perang Dunia ke 2. Museum ini menjadi saksi biksu saat Anne Frank menghabiskan hari-harinya bersembunyi dari pendudukan Nazi bersama 7 orang Yahudi lainnya (termasuk keluarganya yang beranggotakan 4 orang), di ruangan sempit yang berada di bekas gudang milik Ayahnya, Otto Frank dan diberi nama oleh Anne sebagai The Annex.

Didekorasi ala tahun 1940an, pengunjung diajak untuk melihat kehidupan di sana, melihat ke ruangan-ruangan di mana Anne tidur dan menulis buku hariannya. Dilansir dari laman museum Anne Frank, Museum buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 10 malam dan pengunjung dewasa dikenai biaya sebesar 14 euro atau sebesar 218 ribu rupiah.

  1. Sherlock Holmes Museum (Museum Literasi Sherlock Holmes), London, Inggris

Sherlock Holmes, Museum Sherlock Holmes, london
Museum Detektif Fiktif Sherlock Holmes. (Sumber: Visit London)

Siapa yang tidak kenal detektif fiktif karangan Sir Arthur Conan Doyle ini? Detektif Sherlock Holmes sangat terkenal bahkan sampai berulang kali diadaptasi menjadi layar lebar dan serial televisi. Karena ketenarannya, wajar apabila karakter ini mempunyai museum khusus mengenai dirinya.

Berlokasi di London, pengunjung diajak untuk berimajinasi bagaimana hidup sebagai seorang Sherlock Holmes dan koleganya, Dr. Watson. Museum ini dibuat berlatar belakang abad ke 19, di sini ada barang-barang yang “digunakan” oleh Sherlock Holmes, serta ruangan-ruangan yang digunakan oleh Sherlock dan Dr. Watson, dan juga bisa membeli berbagai merchandise dan buku novel Sherlock Holmes di sini.

Dilansir dari Tripadvisor, harga tiketnya sebesar 16 poundsterling atau sekitar 290 ribu rupiah.

  1. Museum Kata Andrea Hirata, Kec. Belitung Timur, Indonesia

Andrea Hirata, Museum Kata Andrea Hirata
Museum Literasi Pertama Indonesia, Museum Kata Andrea Hirata. (Sumber: Trip Advisor)

Di Indonesia, Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi, membuat museum khusus literasi yaitu Museum Kata Andrea Hirata di Kepulauan Bangka Belitung. Museum ini merupakan kali pertama yang dibangun di Indonesia.

Museum ini menyuguhkan perjalanan Laskar Pelangi dari novel menjadi film, pengunjung disuguhi poster, foto-foto dari film, sampai buku Laskar Pelangi yang diterjemahkan ke beberapa bahasa, ada ruangan-ruangan bertema khusus yang diberi nama seperti tokoh-tokoh di novel seperti ruang Ikal, ruang Mahar, dan ruang Lintang. Pengunjung juga bisa membaca dan menikmati kopi kuli di ruang Dapur di museum ini. Dilansir dari Belitungtour, untuk masuk ke museum berwarna-warni ini, pengunjung museum dikenai biaya 50.000 rupiah dan dapat bonus 1 buku karangan Andrea Hirata.

Berwisata ke museum mungkin terdengar membosankan, tapi dengan mengunjungi tempat-tempat di atas, kita bisa menumbuhkan semangat berliterasi. Sedikit pesan saja, di luar negeri, museum sastra atau museum literasi bukanlah hal yang asing, tapi di Indonesia konsep museum literasi atau museum sastra masih asing.

Andrea Hirata memberikan contoh bahwa Indonesia sudah siap dengan konsep museum literasi lewat Museum Kata Andrea Hirata. Semoga ke depannya, Indonesia mempunyai banyak museum literasi dan sastra karena Indonesia mempunyai penulis dan sastrawan ternama yang layak sekali untuk dikenang dan dibuatkan museum seperti W.S. Rendra, Pramoedya Ananta Toer, dan Chairil Anwar.*****

Baca Juga:

Ensiklopedia

Sherlock Holmes: Tokoh Fiksi dengan Pengaruh yang Besar

Data Penulis:

Renny DJ adalah seorang cerpenis dan novelis muda asal dari Bekasi. Ia merupakan penggemar Andrea Hirata dan Pramoedya Ananta Toer. Alumni Coaching Cerpen Kawanku 2010 dan Kelas Cerpen Kompas. Ia penggemar berat girlband Kpop 2ne1 dan sekarang sedang mengoleksi komik Detektif Conan. Sapa dia di Instagram: @sayarennydj atau blognya: jdynner.tumblr.com

 

Sumber:

1 thought on “Wajib Tahu! 5 Museum Literasi Ini Bikin Semangat Jadi Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: