Mengurangi Masa Tahanan dengan Membaca Buku?

Penulis : Ade Liza Maulitaya

Apa yang sobat Layar Baca pikirkan jika mendengar kata tahanan? Pastinya orang-orang yang ada di dalam sel. Lalu apa jadinya jika para tahanan tersebut membaca buku untuk mengurangi masa tahanannya? Terdengar aneh bukan karena sebelumnya pasti kita jarang mendengar hal tersebut. Namun hal aneh ini benar terjadi di Brazil. Mereka menerapkan sebuah program untuk mengurangi masa tahanan pagi para tahanan dengan program membaca. Bagaimana program ini berlangsung?

sumber: freepik

Program Membaca untuk Mengurangi Masa Tahanan

Membaca merupakan jembatan ilmu. Dengan membaca kamu dapat mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak kamu ketahui. Membaca dapat kamu lakukan dimana pun dan kapan pun. Salah satunya seperti yang terjadi di Brazil tersebut. Program ini dinamakan Redemption through reading yaitu program membaca untuk para narapidana yang ingin mengurangi masa tahanannya. Bagi narapidana yang dapat menghabiskan membaca satu buku maka masa tahanannya pun akan berkurang 4 hari.

Kegiatan membaca tersebut dapat dilakukan selama satu tahun dengan maksimal buku yang harus dibaca sebanyak 12 buku. Hal ini berarti bagi narapidana yang dapat menyelesaikan dengan membaca 12 buku selama setahun, maka masa tahanannya akan dikurangi sebanyak 48 hari. Tidak hanya membaca saja, untuk membuktikan bahwa narapidana tersebut benar-benar membaca 12 buku mereka juga harus membuat rangkuman berbentuk esai mengenai buku yang mereka baca. Mereka harus menulis dengan bagus sesuai dengan tata penulisan yang baik dan benar mulai dari paragraf bahkan margin harus sesuai dengan yang telah ditentukan.

sumber: freepik

Buku-buku yang dapat mereka baca biasanya buku-buku yang bertema filsafat, sains, sastra dan buku-buku klasik. Rangkuman esai tersebut akan dikumpulkan dan dinilai oleh panel khusus yang bertugas untuk memutuskan apakah narapidana tersebut telah berhasil memenuhi syarat untuk mengurangi masa tahanannya dengan mengikuti program membaca bagi tahanan atau tidak. Program ini sebenarnya berharap dapat menciptakan narapidana yang mempunyai visi yang jelas bagi kehidupan selanjutnya setelah meninggalkan tahanan. Sehingga hal tersebut diwujudkan dengan program membaca bagi tahanan. dan juga diharapkan setelah membaca buku selama didalam sel, para tahanan dapat menyadari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuatnya dan tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

sumber : freepik

Lalu apa jadinya jika program ini juga diterapkan di negara kita? Pastinya akan banyak narapidana yang memiliki pemikiran luas dengan visi hidup yang lebih jelas setelah keluar dari sel tahanan. Bukan malah menjadi seseorang yang akan tetap mengulangi perbuatannya kembali. Setujukah sobat layar baca jika program tersebut diterapkan di negara kita?

Wah sobat layar baca ternyata ada beragam cara loh yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat membaca seseorang. Sobat layar baca sudah membaca buku belum hari ini? Jangan lupa membaca ya hari ini awali harimu dengan kegiatan produktif seperti membaca. Walaupun hanya 5 menit setiap harinya, tetapi itu sudah termasuk ke dalam kegiatan produktif yang dapat berguna bagi masa depanmu loh. Dan jangan lupa buat catatan-catatan kecilmu setiap habis membaca ya. Agar apa yang telah kamu baca dapat selalu kamu ingat dengan menulisnya.

 Baca Juga: Wajib Tahu! 5 Museum Literasi Ini Bikin Semangat Jadi Penulis

Ayo mulai membaca sebagai investasimu di hari tua. Dan jangan jadikan membaca sebagai keharusan tapi jadikan membaca sebagai sebuah kebutuhan.

 

Sumber :

Bonauli. (2019, November 4). Napi di Negara Ini Bisa Bebas Lebih Cepat kalau Baca Buku. Retrieved Juni 12, 2021, from DetikTravel: https://travel.detik.com/international-destination/d-4770602/napi-di-negara-ini-bisa-bebas-lebih-cepat-kalau-baca-buku

Pasha, A. C. (2019, November 20). Di Negara Ini Narapidana Baca Satu Buku Dikurangi Masa Tahanannya. Retrieved Juni 12, 2022, from Liputan6: https://m.liputan6.com/hot/read/4115201/di-negara-ini-narapidana-baca-satu-buku-dikurangi-masa-tahanannya

 

Ade Liza Maulitaya. Perempuan kelahiran Pematangsiantar, Sumut 18 Juni 2001 ini menyukai dunia membaca dan menulis sejak dulu. Meski dulunya hanya suka menulis karangan bebas hasil imajinasinya. Saat ini sedang kuliah di jurusan Pendidikan Antropologi. Keinginan terbesarnya saat ini menulis sebuah buku lalu diterbitkan. Jika ingin lebih kenal lagi bisa hubungi di ig @adlizamlty.

1 thought on “Mengurangi Masa Tahanan dengan Membaca Buku?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: