Ulasan Buku Karya Alvi Syahrin: “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa”

Oleh : Ade Liza Maulitaya

Pernahkah kamu merenungkan kehidupanmu akan bagaimana di masa depan? Bahkan selalu merasa bahwa kamu tidak pernah menjadi apa-apa selama hidupmu. Tidak pernah menghasilkan sebuah karya, tidak pernah berprestasi di bidang apa pun. Kehidupanmu flat dan hanya begitu-begitu saja tidak ada kemajuan apa pun dalam dirimu. Kurang lebih seperti itulah hal-hal negatif yang sering menghantuimu sepanjang hari. Tentang bagaimana masa depanmu dan apa yang harus kamu lakukan setelah ini.

perempuan menutup wajahnya
ilustrasi perempuan yang ketakutan. (sumber: mart productions di Pexels)

Dalam sebuah karya dari seorang penulis terkenal yang bernama Alvi Syahrin ada sebuah buku yang sangat cocok untuk kamu baca saat kamu sedang dalam keadaan ‘tidak baik-baik saja’ dalam artian banyak sekali kegalauan yang kamu rasakan saat menginjak usia dewasa. Tentang banyak kekhawatiranmu akan masa depan dan kekhawatiran-kekhawatiran lainnya. buku tersebut berjudul Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa yang terbit pertama kali tahun 2019. Buku ini beliau tujukan untuk kamu yang sering merasa khawatir dengan masa depanmu. Buku ini dikemas dalam 45 bab yang secara umum membahas mengenai hal-hal yang sering kamu rasakan belakangan ini. Berikut ulasan singkat mengenai buku tersebut.

sumber: google.com

Aku Tidak Lulus Seleksi Perguruan Tinggi Negeri

Hal ini banyak dirasakan oleh mereka yang belum mendapatkan rezeki untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri yang mereka impikan. Rencana telah disusun secara matang namun kesempatan tersebut belum didapatkan. Inilah yang menjadi pembahasan awal dari buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa karya Alvi Syahrin tersebut. Dalam bab ini beliau menjelaskan secara singkat betapa banyak sekali stigma yang telah ada di masyarakat tentang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta. Mulai dari sulit mendapat kerja hingga yang lainnya. Namun hal tersebut dapat dipatahkan dengan beliau yang saat ini menjadi seorang penulis sukses yang hanya tamatan dari sebuah perguruan tinggi swasta. Satu pesan beliau yaitu “Semuanya harus berjuang. Tak usah takut bagaimana selanjutnya. Kamu hanya perlu menjalaninya dengan usaha dan doa.”

Ingin Cepat-cepat Lulus Saja

Sering sekali kita mengeluh “Duh capek deh sekolah ingin cepat-cepat tamat saja rasanya biar kuliah jadi fokus ke satu jurusan saja” atau “Duh gila sih tugas enggak selesai-selesai pengen cepet wisuda aja rasanya” dan keluhan-keluhan lainnya. Kita selalu berpikir bahwa kita dapat terlepas dari suatu keadaan jika kita dapat merasakan keadaan lainnya. Maksudnya disini adalah kita sering merasa bahwa keadaan kita saat ini tidak lebih beruntung jika kita berada di keadaan yang kita inginkan. Begitulah penjelasan dalam salah satu bab di buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa tersebut.

Terkadang jika kita merasakan keadaan saat ini kurang menguntungkan bagi kita kita selalu merasa sok tahu tentang kehidupan. Selalu merasa bahwa suatu kondisi adalah sebuah solusi dari keadaan yang sedang kita hadapi saat ini tanpa pernah sadar bahwa di setiap kondisi selalu ada permasalahan yang hadir. Dalam artian di setiap fase kehidupan manusia akan selalu ada permasalahan yang hadir untuk kita hadapi dan cari solusinya. Satu pesan dari penulis yang dapat kita ambil dari bab ini yaitu bahwa hidup ini tidak selamanya soal nilai dan peringkat tapi tentang bagaimana kamu dapat menerima apa pun yang akan kamu hadapi dalam fase hidupmu saat ini.

Apakah Kuliah itu Penting

Belakangan ini sempat ramai kembali diperbincangkan mengenai penting tidak sih sebenarnya kuliah itu. Banyak statement dari masyarakat mengenai hal tersebut. Hingga salah satu statement yang mendapatkan banyak komentar mengenai “capek-capek kuliah 4 tahun tapi bla bla bla….”. Dalam buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa penulis sedikit menyinggung hal tersebut.

Sebenarnya tujuan kita kuliah adalah mendapatkan ilmu bahkan pengalaman yang mungkin dapat menjadi bekal kita kelak saat ingin mencari atau melamar pekerjaan di tempat yang kita inginkan. Ilmu atau pengalaman yang kita dapatkan saat belajar di kelas ataupun saat berada di luar kelas. Memang hal tersebut tidak dapat membungkam omongan orang-orang mengenai penting atau tidaknya kuliah tersebut. Tapi satu pesan dari penulis yang dapat menjadi motivasi kita semua “When it comes to learning, i’m not a quitter”.

sumber : freepik

Sehingga pesan yang sangat berharga dari buku ini adalah kita akan selalu merasakan banyak kekhawatiran dalam hidup kita. Hal tersebut akan selalu kita rasakan di setiap kita memulai fase baru dalam perjalanan hidup. Akan selalu ada permasalahan yang muncul untuk diselesaikan hingga ditemukan solusinya. Baik itu masalah dengan diri kita sendiri, orang terdekat kita atau orang-orang yang ada di sekitar kita. Hingga kita akan terbiasa dengan hal tersebut. Tapi satu hal yang harus kita ingat, jangan pernah berhenti untuk selalu belajar menghadapinya. Dan jangan pernah merasa jika kita tidak pernah melakukan apa-apa bahkan berpikir kita tidak pernah jadi apa-apa. Tetap berusaha dan berdoa untuk mewujudkan masa depan yang telah kita rancang sebelumnya.

Sobat layar baca, bagaimana menarik bukan buku Jika Kita Tidak Pernah Jadi Apa-apa tersebut. Jika sobat layar baca ingin tahu secara lengkap apa saja yang dibahas dalam buku tersebut, yuk langsung sat set sat set saja beli bukunya di toko buku kesayangan kamu. Hehehe ini bukan promosi loh tapi buku ini memang sangat recomended loh buat sobat layar baca. Yuk hadapi segala kekhawatiranmu tentang masa depan dengan membaca buku ini.

 Baca Juga : Cinta, Asumsi, dan Kegilaan dalam Kumpulan Cerpen “Dua Alasan untuk Tidak Jatuh Cinta” Faisal Oddang

 

Sumber :

Syahrin, A. (2019). Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa. Jakarta: Gagas Media.

 

Ade Liza Maulitaya. Perempuan kelahiran Pematangsiantar, Sumut 18 Juni 2001 ini menyukai dunia membaca dan menulis sejak dulu. Meski dulunya hanya suka menulis karangan bebas hasil imajinasinya. Keinginan terbesarnya saat ini menulis sebuah buku lalu diterbitkan. Jika ingin lebih kenal lagi bisa hubungi di ig @adlizamlty.

1 thought on “Ulasan Buku Karya Alvi Syahrin: “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: