Ini 5 Alasan Mengapa Kumpulan Cerita Pendek Perlu Dibaca, Yuk Simak!

Cerita pendek yang kerap disebut sebagai cerpen merupakan salah satu karya fiksi yang dibuat langsung pada inti yang ingin disampaikan dan cenderung padat. Biasanya, cerpen dituntaskan dalam sekali duduk atau berdurasi kurang dari satu jam. Hal ini disebabkan karena kepadatan isi dan mudahnya menangkap makna dari cerita yang disajikan. Inilah mengapa cerpen bisa menjadi alternatif agar anak gemar membaca.

Di kalangan remaja hingga dewasa, eksistensi cerpen tak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih para penulis masa kini telah mampu mengeksplorasi tema-tema yang menarik dalam kehidupan sehari-hari dan menyajikan beberapa cerpen dalam satu buku tunggal. Penulis dan pembaca sepakat menyebutnya dengan buku kumpulan cerita atau kumcer.

Dalam artikel ini akan dimuat 5 alasan mengapa kamu perlu membaca buku yang berisikan kumpulan dari cerita pendek tadi, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mendorong Minat Literasi

Lucunya Anak Gadis Membaca Buku di Tempat Tidur
(Sumber: istock oleh Seventy Four)

Tak semua orang memiliki minat yang tinggi terhadap literasi. Padahal literasi diperlukan untuk membangun pola pikir yang baik dan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan. Kita tentu mengetahui bahwa literasi juga diajarkan oleh pihak sekolah. Akan tetapi, buku yang diintruksikan untuk dibaca terfokus pada buku-buku pelajaran yang mudah membuat bosan atau mengundang rasa kantuk. Sehingga timbul pikiran bahwa literasi adalah sesuatu yang berat dan membosankan.

Pikiran-pikiran demikian bisa diatasi dengan mengenal dan membiasakan diri membaca buku kumpulan cerita. Buku kumpulan cerita dapat menjadi gerbang pembuka para pembaca untuk menyukai bacaan yang tidak “terlalu serius”, memberatkan, dan membosankan. Sehingga pembaca dari buku kumcer ini akan merasakan sensasi ketagihan untuk terus membaca dan pengalaman baik tersebut bisa merambat pada minat di buku-buku lainnya. Akhirnya, buku kumcer membawa dampak yang baik bagi meningkatnya minat literasi.

  1. Satu Buku Mewadahi Lebih Dari Satu Cerita

Pada umumnya, dalam satu buku hanya memuat satu topik dengan jenisnya yang bercabang-cabang. Hanya saja, dalam buku kumcer tidak demikian. Buku kumcer ini berisikan banyak sekali topik karena setiap cerita memiliki topik yang berbeda-beda. Contohnya dalam buku yang ditulis oleh Dee Lestari dengan judul “Madre”. Di buku ini, terdapat 13 cerita yang masing-masing di antaranya membahas tema yang berbeda, seperti perjuangan membangun kembali toko roti kuno, dialog seorang ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai kepada tema reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.

Buku serupa juga dapat dijumpai dalam karya-karya Eka Kurniawan, salah satunya dalam buku yang berjudul “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi.” Buku ini terdiri dari 15 cerita dengan tema yang beragam, seperti kepercayaan, harapan, kebahagiaan, kenangan, hingga kepada perasaan manusia yang kompleks dan hanya bisa dimengerti oleh dirinya sendiri.

  1. Solusi Bagi Pembaca yang Cepat Bosan

Bosan Membaca Buku
(Sumber: istock oleh PeopleImages)

Tidak semua pembaca buku memiliki ketahanan lama membaca yang sama. Terkadang, ada pembaca yang sangat bosan untuk menamatkan buku-buku yang tebal dan memiliki chapter yang banyak. Menilik dari hal tersebut, kumpulan cerita yang terdapat dalam satu buku bisa menjadi pilihan yang paling masuk akal. Pasalnya, dalam satu buku, terdapat berbagai cerita yang berbeda. Sehingga ketika bosan atau jenuh dengan satu judul, bisa membacanya di lain waktu tanpa harus mengulanginya dari awal.

  1. Membawa Kesan yang Beragam di Setiap Cerita

Jika kita membaca satu novel, tentu kesan yang ditampilkan meskipun beragam akan terpatok pada hal yang itu-itu saja. Akan tetapi, dengan membaca kumpulan cerita, kita bisa mendapatkan banyak sekali kesan yang berseberangan antara satu cerita dengan cerita lainnya. Misalnya, ketika sedang membaca kumpulan cerita yang ditulis oleh Okky Madasari dengan judul “Yang Bertahan dan Binasa Perlahan”, di satu sisi, kita mendapat pandangan bahwa perubahan itu harus kita ciptakan dengan bergerak, di sisi lain kita juga mendapat pandangan tentang menghargai kehadiran seseorang walau hanya berupa janin yang tak nampak, dan masih banyak hal yang bisa didapat hanya dengan membaca satu kumcer.

  1. Membantu Menghemat Biaya

Menghemat Pengeluaran
(Sumber: istock oleh fizkes)

Tanpa disadari, dengan membaca satu kumpulan cerita, kita bisa menghemat biaya untuk membeli buku. Karena, dalam satu buku kumpulan cerita akan kita jumpai banyak sekali bacaan tetapi harganya relatif lebih murah ketimbang buku kebanyakan. Hal ini juga disebabkan karena jumlah halaman dari kumpulan cerita biasanya lebih sedikit daripada buku novel atau buku-buku lainnya. Ini bisa dilihat dari perbedaan harga buku kumpulan cerita dan novel yang ditulis oleh Eka Kurniawan atau penulis lainnya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ketika Fenomena Viral Menjadi Berbahaya

Itulah 5 alasan yang perlu kamu lihat agar bisa menyenangi membaca kumpulan cerita. Kalau kamu memiliki alasan lainnya bisa bagikan di kolom komentar, ya! Selamat membaca dan jauhi buku bajakan demi kehidupan yang lebih baik.

 

Sumber:

https://www.gramedia.com/literasi/contoh-cerita-fiksi

https://www.kompasiana.com/aytravel/ini-dia-alasan-kumpulan-cerpen-menarik-pembaca

 

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun instagram @eriskaelfishy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: