Biografi Singkat 5 Tokoh Pers Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui

Penulis : Ade Liza Maulitaya

Apa yang terlintas di pikiranmu jika mendengar kata pers? Pers atau media massa menjadi salah satu saksi perjalanan bangsa Indonesia hingga kini. Perkembangan pers pertama kali di Indonesia berawal dari penerbitan surat kabar pertama yaitu Bataviasche Novelles en Politique Raisonemnetan yang terbit 7 Agustus 1774. Lalu setelah itu terbit beberapa surat kabar berbahasa Melayu hingga surat kabar pertama Indonesia yang menyiarkan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitu surat kabar Soeara Asia.

Kini media massa sudah sangat berkembang pesat bukan hanya berbentuk surat kabar saja namun sudah berbasis teknologi. Digitalisasi yang semakin berkembang juga menjadi salah satu pendukung berkembang pesatnya media massa baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Oleh karena itu, tidak lengkap jika kita tidak mengetahui siapa tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan pers di Indonesia. Untuk menambah pengetahuanmu, yuk baca beberapa biografi singkat mengenai tokoh-tokoh pers Indonesia dibawah ini.

  1. Tirto Adhi Soerjo

Beliau dikenal sebagai bapak pers nasional dan juga perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Beliau menulis surat kabar nasional pertama yang menggunakan bahasa Melayu yaitu Medan Prijaji (1907) dan juga sebelum itu menjadi pemimpin Soenda Berita yang merupakan surat kabarnya sendiri dan menjadi surat kabar pertama yang dipimpin langsung oleh kaum pribumi.

Beliau dikenal sangat pemberani karena melalui tulisan-tulisannya tersebut sebagai alat propaganda yang berisi kecaman-kecaman terhadap kepemimpinan kolonial Belanda saat itu. Hingga akhirnya ia pun diasingkan ke pulau Bacan dekat dengan pulau Halmahera di Maluku Utara.

  1. Ki Hajar Dewantara

Tokoh ini lebih dikenal sebagai bapak pendidikan Indonesia. Namun, taukah kamu jika beliau juga sempat menjadi seorang jurnalis. Bersama dengan rekannya yaitu Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Tiga Serangkai’ pernah mendirikan surat kabar bernama De Express pada tahun 1912. Tulisan beliau yang terkenal adalah Als is een Nederlender was yang berisi tentang kecaman terhadap pemerintahan kolonial Belanda yang melakukan pesta atas kemerdekaannya dari jajahan Prancis. Karena tulisannya tersebut beliau sempat diasingkan ke pulau Bangka dan akhirnya diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya di ‘Tiga Serangkai’.

  1. Tan Malaka

Sebagai seorang jurnalis, beliau pernah menulis mengenai kesenjangan kaum kapitalis dan pekerja lewat tulisannya di Sumatera Post. Sebelumnya ia pernah belajar di Belanda dan mengenal serta mendalami ideologi Marxis-Komunis. Setelah mengenyam pendudukan disana, beliau pun pulang ke tanah air dan bekerja sebagai guru di sebuah perkebunan buruh kontrak di daerah Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Beliau juga menjadi pencetus pertama konsep tentang ‘Negara Indonesia’ dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia.

  1. Djamaluddin Adinegoro

Beliau mulai tertarik dengan dunia jurnalistik sejak bekerja di Tjahaja Hindia dan karena beliau merupakan seorang mahasiswa yang menimbah ilmu di STOVIA dan STOVIA melarang mahasiswanya menulis sehingga tulisan-tulisan hasil karyanya menggunakan inisial namanya yaitu ‘DJ’. karena memiliki tekad ingin memperdalam ilmu jurnalistiknya, beliau pun pergi ke Eropa untuk menimbah ilmu dan tetap menulis sehingga tulisannya dibukukan menjadi buku Melawat ke Barat dan juga menulis artikel untuk Pewarta Deli dan Bintang Timoer.

Setelah kembali ke Indonesia, beliau sempat bekerja di Bali Pustaka dan akhirnya menjadi pemimpin di Pewarta Deli dan akhirnya membuat Pewarta Deli berkembang pesat saat kepemimpinan Jepang di Indonesia. Paska kemerdekaan, beliau juga mendirikan majalah mingguan Mimbar Indonesia yang banyak digemari masyarakat saat itu terutama setelah ia menulis berita mengenai KMB yang diadakan di Den Haag. Dan hingga akhirnya beliau menjadi pemimpin Yayasan Pers Biro Indonesia dan mengabdi di LKBN Antara hingga akhir hayatnya.

  1. Ruhana Kudus

Beliau dikenal sebagai jurnalis wanita pertama di Indonesia yang juga memperjuangkan emansipasi di Indonesia. Karier pertamanya sebagai jurnalis sejak menulis untuk Poetri Hindia yang merupakan surat kabar wanita pertama yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. Dan akhirnya pun surat kabar ini di tutup oleh pemerintahan Belanda pada 1911.

Tak kehabisan akal, ia pun menulis surat kepada seorang editor dari surat kabar Oetusan Melajoe yaitu Soetan Maharadja dan meminta untuk mendirikan surat kabar harian wanita. Karena reputasinya di bidang jurnalistik sangat bagus, akhirnya Soetan pun setuju untuk mendirikan Soenting Melajoe sebagai surat kabar wanita pertama yang langsung dipimpin oleh Ruhana.

 

Baca Juga : Tentang Kelas LayarBaca: Kelas Menulis Cerpen Tembus Media Nasional

 

Sumber :

Haryanto, A. (2021, Juni 3). Biografi Tan Malaka dan Kisah Hidup Sang Pahlawan Nasional. Retrieved from Tirto: https://tirto.id/biografi-tan-malaka-dan-kisah-hidup-sang-pahlawan-nasional-ggw8

Media Massa. (2013, April 5). Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa

Pers Indonesia. (2010, April 10). Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pers_Indonesia&stable=1

Putra, A. A. (2022, Februari 9). 12 Tokoh Sejarah Legendaris Pers Indonesia, Inspiratif! Retrieved from Idntimes: https://www.idntimes.com/science/discovery/alfonsus-adi-putra-2/kumpulan-tokoh-legendaris-dalam-dunia-pers-indonesia/9

Tirto Adhie Soerjo. (2013, Mei 10). Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tirto_Adhi_Soerjo&action=history

 

Ade Liza Maulitaya. Perempuan kelahiran Pematangsiantar, Sumut 18 Juni 2001 ini menyukai dunia membaca dan menulis sejak dulu. Meski dulunya hanya suka menulis karangan bebas hasil imajinasinya. Saat ini sedang kuliah di jurusan Pendidikan Antropologi. Keinginan terbesarnya saat ini menulis sebuah buku lalu diterbitkan. Jika ingin lebih kenal lagi bisa hubungi di ig @adlizamlty.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: