Mengecewakan! 6 Film Adaptasi Novel Ini Gagal di Pasaran

Kutu Buku, novel, buku
Buku Novel Mana Lagi yang Bisa diadaptasi Film ya? (Sumber foto: Daniel zjV8ptYgcEo di unsplash)

Semua penggemar novel, cerpen, komik, atau manga pasti punya imajinasi soal buku-buku yang mereka baca, tidak jarang dituangkan melalui tulisan atau gambar fanfiction. Dalam kultur manga, sebuah hal yang lazim untuk diangkat menjadi serial anime, drama live action televisi, dan apabila manga itu dianggap populer, ada juga diadaptasi menjadi drama teater, contohnya serial Sailor Moon yang sudah beberapa kali diadaptasi ke anime, drama televisi, sampai musikalisasi teater.

Kalau komik, tidak usah ditanya soal kesuksesan adaptasi komik Marvel yang masih berjaya lewat MCU. Dari adaptasi novel, ada Novel Harry Potter yang berkembang menjadi franchise Harry Potter. Novel The Lord of The Rings yang sukses dengan filmnya. Kini merilis sekuel The Lord of The Rings: The Ring of Power yang dibuat menjadi serial di aplikasi Amazon Prime.

Melihat banyaknya kesuksesan yang didulang dari film  yang mengadaptasi buku, banyak rumah produksi yang berlomba-lomba mengadopsi novel-novel yang terkenal untuk diangkat menjadi film. Tapi, apakah banyak yang mendulang sukses ? Layar Baca merangkum 6 novel yang populer tapi gagal diadaptasi ke film di bawah ini:

  1. Film Eragon

film eragon, novel eragon, film adaptasi buku
Film Eragon yang dianggap gagal. (sumber wikipedia)

Film ini diadaptasi dari novel terkenal yang berjudul sama karya Christopher Paolini yang terbit tahun 2002. Buku ini bercerita mengenai seorang pemuda penggembala  bernama Eragon yang menemukan telur naga yang kemudian membuat dirinya berpetualang sebagai penunggang naga. Namun, ketika diangkat menjadi film, banyak penggemarnya yang kecewa karena efek CGI yang buruk dan banyak akting pemerannya yang dianggap biasa saja. Meskipun secara penjualan tiketnya termasuk memuaskan, dalam situs Rotten Tomatoes, film Eragon mempunyai nilai 18% oleh kritikus dan 46% dari penonton.

Karena ratingnya yang jelek, niat untuk menjadikan Eragon sebagai franchise dibatalkan. Kabarnya, layanan streaming Disney+, sedang menimbang untuk mengadaptasi seri novel Eragon menjadi salah satu serial yang akan tayang di sana.

  1. Film The Da Vinci Code

the davinci code, novel, film, buku
Poster Film The Davinci Code yang dianggap tidak sama dengan Novel The Davinci Code. (Sumber: Wikipedia)

Novel karangan Dan Brown bergenre thriller misteri ini, sudah mengundang kontroversi sejak beredar tahun 2003 karena dianggap melawan  nilai-nilai dari ajaran Kristiani. Tapi, meskipun demikian, penggemarnya cukup banyak, per tahun 2009 saja, buku ini sudah terjual sampai 80 juta kopi di seluruh dunia. Karenanya, Columbia Pictures tertarik untuk menjadikannya film.

Film The Da Vinci Code rilis tahun 2006, dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2006. Sayangnya, filmnya dianggap buruk oleh penggemarnya, karena disebut tidak sesuai dengan isi novel. Selain itu, banyak protes keras sampai-sampai beberapa negara seperti China dan Thailand melakukan sensor terhadap film ini. Meskipun begitu, Columbia Pictures tidak menghentikan franchisenya, film Angels and Demons dirilis tahun 2009 dan Inferno tahun 2016.

  1. Film Percy Jackson

percy jackson, film, novel,
Film Percy Jackson dianggap berbeda dengan Novel Percy Jackson. (Sumber: pinterest)

Seri novel Percy Jackson karya Rick Riordan bercerita tentang petualangan seorang anak remaja bernama Percy Jackson yang ternyata seorang demigod alias setengah dewa. Novel berlatar petualangan dan mitologi Yunani ini ternyata sangat sukses di pasaran. Film adaptasinya yang berjudul Percy Jackson and The Olympians: The Thief Lightning dirilis tahun 2010 dan Percy Jackson and Sea Monsters dirilis tahun 2013, mendapat respon yang beragam, banyak fans yang menyukainya dan juga sebaliknya.

Banyak yang menyayangkan karena isi film berbeda jauh dengan bukunya. Bahkan reaksi keras dari Rick Riordan yang meminta semua sekolah di Amerika Serikat untuk tidak memutar film Percy Jackson di sekolah dan meminta publik untuk tidak mengaitkan film Percy Jackson dengan dirinya. Tahun 2022, layanan streaming berbayar Disney+ mengangkat Percy Jackson menjadi serial dan mendapuk Rick Riordan sebagai salah satu penulis naskahnya.

  1. Film The Golden Compass

film the golden compass, film, buku, film adaptasi
Film The Golden Compass dianggap Tidak Menarik Oleh Fans Novelnya. (Sumber: Pinterest)

Film The Golden Compass diangkat dari novel berjudul Northern Lights karya Philip Pullman yang dirilis tahun 1995. Novelnya sendiri adalah bagian dari  trilogi His Dark Material. Buku bergenre petualangan fantasi ini mendapat banyak penghargaan, sehingga Rumah Produksi New Line Cinema tertarik dan menyiapkan budget produksi sebesar 180 miliar dolar Amerika.

Film ini ternyata dianggap mengecewakan karena dianggap tidak bisa meneggambarkan karakter dengan baik dan tidak bisa memvisualkan novelnya dengan baik, meskipun dari segi efek visual grafis, film ini bisa menggondol piala Oscar tahun 2008.

  1. Film The Great Gatsby (2013)

novel the great gatsby, buku, film the great gatsby
Fans Novel The Great Gatsby Merasa Kecewa Dengan Film The Great Gatsby yang di rilis tahun 2013. (sumber: pinterest)

Novel karangan Scott F. Fitzgerald ini dirilis tahun 1925. Novel The Great Gatsby yang mengambil sudut pandang orang pertama yang dinarasikan oleh tokoh berna,a Nick Carraway ini menceritakan tentang seorang miliuner misterius yang bernama Jay Gatsby yang memiliki obsesi untuk kembali ke seorang mantan kekasihnya.

Buku novel ini ternyata sudah pernah diadaptasi ke film sebanyak 5 kali, dan film yang dirilis tahun 2013, dianggap yang paling mengecewakan. Padahal, film ini diperankan aktor terkenal seperti Leonardo Dicaprio dan Tobey Maguire lho. Kritikus film menganggap bahwa film tidak sesuai dengan bukunya dan lagu soundtracknya dianggap terlalu modern,

  1. Film Lemony Snicket’s a Series of Unfortunate Events

lemony snicket, film lemony snicket, buku, novel
Film Ini dianggap Membingungkan Karena 3 Novel dijadikan 1 Film. (Sumber: Wikipedia)

Novel anak-anak karangan Lemony Snicket ini mengisahkan cerita tragis yang menimpa ketiga bersaudara Baudelaire yang harus kehilangan kedua orangtuanya setelah tewas dalam sebuah kebakaran, kemalangan yang dialami oleh mereka ternyata didalangi oleh Paman mereka sendiri bernama Count Olaf, novelnya terdiri dari 13 buku.

Sayangnya, film adaptasinya mengambil cerita dari 3 novel sekaligus. Franchise film ini dibatalkan, meskipun mendapatkan piala Oscar untuk kategori Best Make Up dan memakai aktor dan aktris besar di dalam filmnya. Bertahun-tahun kemudian, Netflix mengangkatnya menjadi serial yang sukses.

Kenapa film-film tersebut gagal? Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kegagalan dari sebuah film adaptasi. Dikutip dari Hai-online, pertama, film dianggap kurang bisa memuaskan visual pembaca. Kedua, pemeran film kurang bisa mengembangkan karakter dari novelnya.

Ketiga, budget yang terbatas, membuat film tidak memasukkan semua adegan buku ke dalam film, tidak jarang malah menghilangkan adegan penting di buku. Keempat, interpretasi yang berbeda antara sutradara dan pembaca terhadap si buku yang diadaptasi, bahkan interpretasi yang berbeda bisa mengubah akhir dari cerita film yang diangkat dari novel. Kelima, spoiler ada di mana-mana karena penggemar atau pembaca bukunya pasti tidak segan untuk membandingkan buku dengan filmnya. Terakhir, Novel pasti dianggap lebih baik dari filmnya, bahkan terkadang pengarangnya sendiri pun berpikiran demikian.*****

Baca Juga:

Reading Slump: Momok Menakutkan Bagi Para Pembaca

Data penulis:

Renny Dj adalah penulis yang tinggal di Bekasi. Seorang penggemar manga My Hero Academia dan Fairy Tail. Setiap minggu menantikan serial She Hulk dan The Lord of The Rings: The Ring of Power di gawainya. Dia sedang suka lagu Lemon yang dinyanyikan oleh Kenshi Yonezu. Sapa dia di Instagram @sayarennydj atau blognya: jdynner.tumblr.com

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: