Biar Tidak Kebiasaan, Kenali Oversharing dan Bagaimana Mencegahnya

Penulis: Renny DJ

Sibuk di Media Sosial, oversharing, media sosial
Apakah Unggahanku Oversharing? (Sumber: Pexels oleh Cottonbro)

Semakin mudah akses internet seperti sekarang ini, membuat semakin menjamurnya wadah digital untuk bersosial. Tanpa disadari, ketakutan akan ketinggalan sesuatu alias FOMO, banyak pengguna media sosial  semakin  yang tidak ragu untuk membagikan banyak hal sehingga akhirnya muncul masalah baru yang bernama Oversharing alias membagi secara berlebihan di Internet.

Mengenal Oversharing

nicole micholau, pexels, gathering, makan makan, oversharing
Sharing Foto Bersama-sama Ternyata Bisa Menjadi Oversharing lho!. (Sumber: Pexels dari Nicole Micholau)

Oversharing diambil dari kata bahasa Inggris yang berarti berbagi yang berlebihan, tapi ternyata, mengutip dari laman Kompas, kata Oversharing ini tidak memiliki makna yang baku. Oversharing diartikan sebagai perilaku seseorang yang terlalu banyak membagikan  informasi detail yang pantas tentang kehidupan pribadi maupun orang lain.

Tapi, apa yang menjadi masalah dalam Oversharing ini?, mengutip dari laman Kompas yang mengambil data dari perusahaan software berbasis keamanan, Tessian, menunjukkan bahwa 42 persen dari perilaku Oversharing dianggap berbahaya karena pengguna sosial media membagikan banyak sekali informasi ke internet tentang hobi, ketertarikan, hubungan, sampai lokasi keberadaannya.

Dalam penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa pengguna media sosial sampai hati untuk membagikan nama dan ulang tahun, khususnya anak-anak mereka. Tidak sedikit pula yang membagikan pekerjaan atau cerita soal pekerjaannya di akun media sosial pribadi bagi pekerja.

Dilansir dari Suara, orang Indonesia menghabiskan rata-rata waktunya berada di sosial media sebanyak 3 jam 16 menit setiap harinya, dengan jumlah pengguna sebanyak 190 juta orang di Indonesia. Tercatat bahwa orang Indonesia ternyata rata-rata mempunyai akun media sosial sebanyak 10-11 akun. Melalui data itu, tidak ditentukan jenis sosial media yang dipakai, tapi yang jelas, orang Indonesia menyukai Whatsapp, Youtube, dan Facebook.  nah, karena merasa tidak ada batasan soal bermedia sosial, banyak dari pengguna media sosial yang melakukan oversharing.

Bahaya Kegiatan Oversharing

Hasil penelitian dari Tessian dan hasil laporan Kompas tentu membuat kening kita berkerut, bukannya hal itu adalah kegiatan yang lazim, ya?. Ternyata tidak, di dunia internet ada hacker yang siap mengambil dan “menjahit” data-data yang kita sebarkan tadi sehingga menjadi mudah dijadikan target kejahatan seperti hacking (pembajakan), phising (penipuan berkedok situs tertentu), atau social engineering (merekayasa data seseorang sehingga bisa dipakai untuk memeras). Bahkan, meskipun kita sudah berupaya untuk melindungi diri sedemikian rupa, penjahat bisa mengambil data kita dari orang-orang dekat kita.

Salah satu jenis oversharing yang kita tidak sadari kalau kegiatan itu berbahaya adalah saat kita memakai media sosial untuk menuangkan curahan hati. Kebanyakan pengguna internet menganggap kegiatan ini tidak berbahaya, padahal ada. Pertama, orang yang menuliskan curhatnya rentan terkena cyberbullying. Selain itu, apabila curhatan itu sampai menyinggung pihak lain, bisa menimbulkan konflik baru.

Bagi  dunia psikologi, kegiatan oversharing bisa membuat pelakunya merasa rendah diri. Hal ini dikarenakan adanya rasa keinginan untuk bisa diterima oleh orang lain. Tapi, mengutip dari laman Harley Therapy, kesepian juga menjadi salah satu pemicu seseorang melakukan oversharing, karena kesepian, mereka menganggap lewat gambar atau status yang mereka unggah, mereka jadi memiliki persona lain dan merasa bisa diterima orang lain. Selain itu, oversharing j\uga membuat seseorang menjadi memiliki perasaan sebagai korban.

Mengendalikan Diri dari Oversharing

Tapi tenang saja, perilaku oversharing ternyata bisa dikurangi lho. Mengutip dari laman Tirto dan Parapuan, ada tips-tips yang bisa dilakukan supaya pengguna media sosial bisa terhindar dari masalah di kemudian hari:

  1. Membedakan akun pribadi dan akun profesional

Punya lebih dari satu akun media sosial memang tidak masalah jika dipergunakan dengan baik. Dengan memisahkan jenis akun, pengguna dapat melakukan kontrol terhadap siapa saja yang dapat melihat postingan. Keuntungan lain dari pembedaan akun adalah menjaga imej yang dibangun di setiap media sosial.

  1. Pilah pilih lagi postingan yang akan diunggah

Hal ini yang perlu diingat: tidak semua hal harus diunggah di media sosial. Sebab, setiap pengguna media sosial juga perlu punya privasi, dan juga kita harus menjaga privasi dari orang-orang yang bersama kita. Pemerhati komunikasi digital dari UI, Dr. Firman Kurniawan S., mengingatkan bahwa jejak digital tidak dapat dihapus, sehingga suatu hari, kegiatan hasil oversharing di dunia maya bisa menjadi senjata yang menjatuhkan kita di kemudian hari.

  1. Hindari mengunggah konten media sosial saat emosi

Terkadang, curhat di media sosial menjadi menyenangkan bagi sebagaian orang, apalagi bisa mendapatkan banyak simpati dari banyak orang, termasuk dari netizen. Padahal, kegiatan ini sangat merugikan, selain menambah masalah baru dengan orang-orang di sekitar kita. Kita jadi menumbuhkan sikap play victim pada diri kita sendiri, sehingga menjadi egois dan anti kritik.

  1. Ingat, Tidak Semua Orang Tulus Memberikan Perhatian

Sebelum membagikan, ada baiknya untuk mengingat kalau tidak semua orang tulus memberikan perhatian pada hal-hal yang kalian bagikan. Seseorang bisa merekam dan menyimpan apa yang kita unggah di media sosial dan bisa menjatuhkan kita di masa depannya.

Layar Baca tidak ada yang melarang untuk bermain sosial media, tapi perlu sekali ada pengendalian dan bijak dalam penggunaannya sehingga perilaku Oversharing ini tidak merugikan kita di masa depan. Ingatlah pepatah generasi digital: “jempolmu, harimaumu”.*****

Sumber:

Baca Juga:

Data Penulis:

Renny DJ adalah penulis dari Bekasi. Dia menyukai karya Andrea Hirata, Sitta Karina, J.K. Rowling, dan Pramoedya Ananta Toer. Dia juga gemar membaca komik dan manga. Dia sedang berusaha mencari waktu untuk menonton “Twenty Five, Twenty One”. Sapa dia di Instagram @sayarennydj atau tumblrnya: djynner.tumblr.com.

1 thought on “Biar Tidak Kebiasaan, Kenali Oversharing dan Bagaimana Mencegahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: