Comments for LayarBaca.com https://layarbaca.com Melihat dan membaca tentang semesta Sat, 21 Mar 2020 16:38:32 +0000 hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.1 Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Nanie https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-952 Sat, 21 Mar 2020 16:38:32 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-952 Suka sekali dengan paragraf terakhir, perumpamaan rentang beragam bunga dengan karakter masing-masing yang berbeda, seperti itulah perempuan, tidak ada yang sama.

Btw masukan untuk background postingan yang hitam, bikin mata lelah bacanya. Maap ya, hanya masukan

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by April Hamsa https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-951 Sat, 21 Mar 2020 10:59:36 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-951 Bener banget mbak, setiap manusia khususnya perempuan pada dasarnya itu unik. Soal gender untungnya kita hidup di era di mana kesempatan berkarya buat perempuan itu sama dengan laki2. Satu hal yang penting adalah kita gak perlu jd org lain atau niru2 org lain utk dianggap smart, mampu, dll, namun jadilah diri sendiri dengan kemampuan sendiri utk meraih kesempatan yg terbuka lebar.

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Melina Sekarsari https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-950 Sat, 21 Mar 2020 03:49:00 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-950 Buat aku, ini adalah bukti dari betapa besarnya kuasa Allah. Gender boleh sama-sama perempuan. Tapi masing-masing memiliki keistimewaannya sendiri. Mereka diciptakan dengan pemikiran yang berbeda-beda. Bisa jadi pemikiran tersebut pun lahir dari latar belakang mereka yang berbeda-beda pula.

Itu sebabnya di dunia ini pun ada yang namanya perbedaan pendapat dan itu lumrah. Selama nggak mengganggu orang lain, sok weh dijalankan.

Sayang sekali kalau kita masih saling beradu pendapat bahwa pendapat ini yang benar dan itu yang salah. Hargai saja perbedaan tersebut.

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Dian Restu Agustina https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-949 Sat, 21 Mar 2020 02:40:13 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-949 Setuju perempuan adalah kembang-kembang yang beragam, dengan talenta yang berbeda dan isi kepala yang tak sama. Maka segala beda harusnya membuat kita saling menghargai sesama perempuan, mendukung pilihannya pun menghormati apa yang diputuskannya.

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Citra https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-948 Sat, 21 Mar 2020 00:51:23 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-948 Kalau aku bunga apa ya sista? Honestly, aku ga pernah memandang rendah perempuan lain. Namun, aku membatasi diri jika bertemu perempuan tonic biar aku ya ke racun dan pemikiran buruk dan bad attitudenya

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by HELEN FETRIANI https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-947 Fri, 20 Mar 2020 23:34:51 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-947 Saya juga suka mengikuti alur kehidupan saya sendiri mbak. Ketika ada yang tidak sama dengan pilihan/style/kebiasaan, saya lebih adaptable dengan semua itu tanpa memaksakan siapa saya atau siapa mereka. Lebih memahami plus minus orang lain dan plus minus diri sendiri. Jadi lebih memahami keberagaman keberagaman perempuan itu sendiri. Suka sama tulisan mbak mengajak memahami keberagaman perempuan dengan semua karakternya.

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Yeni Sovia https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-946 Fri, 20 Mar 2020 02:57:31 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-946 ]]> Waw tulisan yang bagus mba. Memang setiap orang baik itu laki-laki dan perempuan itu berbeda. Kita memang tidak bisa menyamaratakan semua perempuan begitu dan semua laki-laki begitu. Karena tiap orang tentu punya akhlak berbeda. Walau begitu tetap ada yang tidak bisa kita abaikan seperti perbedaan otak, hormon laki-laki dan perempuan sehingga perbedaan otak, hormon dan lain-lain ini bisa juga membedakan gambaran karakter laki-laki dan perempuan.

Misalnya mengapa perempuan itu lebih banyak bicara bahkan sampai 20 ribu kata perhari, sedangkan laki-laki umumnya 7 ribu perhari. Atau kenapa laki-laki itu senang permainan yang menantang dan adrenalin bgt sedangkan perempuan lebih suka bermain boneka atau lebih kalem dll.

Intinya ada yang sama ada juga yang memang berbeda setiap individunya. Suka baca tulisannya mba 🙂

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Rhoshandhayani 💕 https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-944 Thu, 19 Mar 2020 23:29:03 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-944 menurutku ya islam itu ramah gender
menempatkan laki-laki dan perempuan pada porsinya masing2, yang sama2 istimewa
tugas aku ya harus mengkampanyekan bahwa kita harus ramah gender, gak boleh merasa lebih ladies first

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Dyah ummu AuRa https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-941 Thu, 19 Mar 2020 10:32:00 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-941 Selama pilihan itu adalah pilihan sadar dan bukan paksaan, sesama perempuan menerima saling mendukung. Ah, andai ini bisa diterapkan banyak perempuan gak ada yang namany nyinyirin urusan orang lain ya mbak. Karena setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.

]]>
Comment on “Tidak Semua Perempuan” – Dari Misogini Menjadi Sadar Gender by Bambang Irwanto https://layarbaca.com/2020/03/08/perempuan-misogini-sadar-gender/#comment-939 Thu, 19 Mar 2020 08:18:07 +0000 https://layarbaca.com/?p=1647#comment-939 Keren sekali tulisannya, Mbak Husna. Seorang perempuan memang berhak menentukan sendiri ingin menjadi “Bunga”, apa. Karena mereka memang berbeda. Setiap perempuan punya kelebihan dan kekurangan. Dan karena itulah, mereka saling mengisi. Ibarat bunga di taman, tak indah bila mawar semua. Akan semakin indah bila ada beragam bunga ya.

]]>