Eka Kurniawan dan Perjalanan 20 Tahun Novel Cantik itu Luka

Novel sebagai salah satu karya sastra memiliki ciri khasnya tersendiri dibandingkan dengan karya sastra lain. Apabila sudah terjerat kepada satu novel maka akan sulit sekali untuk lepas daripadanya. Terlebih jika sudah mendapatkan kesan yang dalam dan bermakna dari penulis yang bersangkutan, maka tentu pembaca akan memburu atau bahkan sampai mengoleksi novel yang sama namun dikemas dengan cover yang berbeda. Salah satu penulis kenamaan Indonesia bernama Eka Kurniawan menjadi penulis yang akan kita bahas di sini.

Mengenal Sosok Eka Kurniawan

Sumber: Kumparan

Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang lahir di Tasikmalaya pada 28 November 1975. Dengan latar belakang studinya di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, siapa sangka ia bisa menerbitkan skripsinya saat itu untuk menjadi karya nonfiksi pertama yang diterbitkan oleh beberapa penerbit, salah satunya adalah Gramedia Pustaka Utama.

Tidak hanya nonfiksi, dia juga terlibat dalam penulisan karya-karya fiksi berupa novel dan cerpen. Karya-karyanya baik nonfiksi maupun fiksi, sudah diterjemahkan lebih dari 30 bahasa dan telah mengantongi berbagai penghargaan bergengsi. Gaya penyampaian yang sederhana, kalimat panjang, diksi-diksi baru untuk menambah pembendaharaan kata, sampai kepada tema cerita yang tidak biasa menjadi ciri khas yang amat melekat di benak banyak orang. Hal ini tentu saja memperlihatkan kualitas penulis yang memiliki pembaca setia hingga rela membaca sampai mengumpulkan karya-karyanya tersebut.

Novel Cantik itu Luka

Sumber: Instagram @sastragpu

Cantik itu Luka merupakan novel pertama yang ditulis oleh Eka Kurniawan dan terbit pada tahun 2002. Karya nonfiksi yang berhasil melambungkan namanya dan membuatnya terkenal di masyarakat luas ini bahkan berhasil meraih penghargaan World Readers Awards di tahun 2016 dan Prince Claus Awards di tahun 2018. Tak hanya itu, buku ini telah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa, termasuk di dalamnya Inggris dan Yunani.

Garis besarnya, novel ini berkisah tentang seorang wanita keturunan Belanda yang kecantikannya justru membawa kutukan tersendiri bahkan hingga kepada generasi selanjutnya. Sisipan sejarah dan penggunaan alur maju mundur namun tak menghilangkan kesan setiap tokoh menjadikan novel ini banyak diminati bahkan ketika ditulis dengan bahasa yang bagi sebagian orang terlalu vulgar sehingga memberikan kesan yang tidak nyaman.

Tidak berhenti sampai di sana, novel realisme magis yang merupakan karya bersifat fiktif ini menunjukan nilai-nilai sejarah yang nyata dan bisa menjadi media untuk mempelajari sejarah. Bagi yang tak suka mempelajari hal-hal demikian, membaca buku Cantik itu Luka terasa sebagai opsi yang menyenangkan untuk dicoba. Hanya saja, perlu dipahami bahwa sebagai pembaca juga perlu memilah dengan baik apa yang bisa dipercaya dan apa yang hanya sebatas ada di dalam imajinasi sebagai umumnya karya fiksi merajalela.

Jika belum pernah membaca satu pun buku dari Eka Kurniawan, novel ini bisa menjadi salah satu referensi yang sedikit mengejutkan namun memberi sensasi yang asing untuk terus menyelami karya-karyanya yang lain. Perihal kualitas, buku ini tidak perlu diragukan lagi karena penghargaan-penghargaan yang ada di belakangnya sudah menjadi jawaban yang bisa dipahami sendiri. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan dan ditegaskan kembali adalah tulisan-tulisan dari Eka Kurniawan ini kerap menggunakan bahasa yang berani sehingga bagi yang tak nyaman akan merasa kesulitan dalam menikmati. Perhatikan ketentuan usia yang melabeli novel ini. Bijaklah dalam membaca.

Para Pembaca Setia Cantik itu Luka

Sumber: Instagram @sastragpu

Seperti yang telah disampaikan di atas, novel ini diterbitkan pada tahun 2002. Hanya saja, seiring berjalannya waktu cover dari novel ini terus mendapatkan pembaharuan. Terhitung sudah 5 kali cover novel ini beredar di masyarakat. Kabar terbaru di tahun 2022, Eka Kurniawan kembali meluncurkan cover bagi novel pertamanya. Cover ini dibuat spesial untuk memperingati 20 tahun terbitnya Cantik itu Luka. Meski isi dari novel ini sama saja, akan tetapi tetap saja para penikmatnya senantiasa untuk mengumpulkan satu demi satu agar koleksi di rumah mereka menjadi lengkap dan timbullah kepuasan sendiri.

Mengumpulkan cover novel Cantik itu Luka di beberapa tahun yang sudah terlewat menjadi fenomena yang menarik. Terlebih ketika penerbit Gramedia Pustaka Utama mengumumkan akan menerbitkan cover terbaru dengan design yang sama dengan cover ke-5 namun menggunakan pencampuran warna yang berbeda. Yang menjadikan peluncuran cover terbaru ini menarik adalah dibuat terbatas dengan hardcover, penggunaan green sprayed edges, juga diberikan bonus berupa manuskrip cikal bakal Cantik itu Luka yang tak pernah terbit di mana pun. Penasaran, bukan?

Dengan keunggulan-keunggulan yang akan dimiliki dari cover terbaru, menambah semakin banyak minat bagi para pembaca untuk membelinya. Antusias yang membludak terlihat dari “perang” yang dilakukan para pembaca untuk mendapatkan satu buku, penerbit yang bahkan kewalahan untuk mengurus e-commerce yang digunakan karena terlalu banyak yang mengunjungi, sampai kepada habisnya cover novel ini dalam waktu satu jam pertama.

Baca Juga: Alternative Universe (AU) genre Fan-fiction yang Banyak Diminati Saat Ini

Kesuksesan novel dengan cover terbaru edisi 20 tahun perjalanan ini mungkin bisa membawamu untuk menjadi salah satu di antara pembaca-pembaca tadi. Tunggu apalagi? Ayo baca bukunya dan jauhi pembajakan!

 

Sumber:

https://www.gramedia.com/author/author-eka-kurniawan

https://www.zenius.net/blog/eka-kurniawan

https://www.gramedia.com/best-seller/review-novel-cantik-itu-luka/

https://www.whiteboardjournal.com/interview/ideas/tulisan-dan-sastra-bersama-eka-kurniawan/ 

 

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun Instagram @eriskaelfishy.

2 thoughts on “Eka Kurniawan dan Perjalanan 20 Tahun Novel Cantik itu Luka

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: