Mengenal Reading Challenge Goodreads

Sebagai pembaca yang berada di era digital, kita akan sangat membutuhkan aplikasi-aplikasi yang dapat menunjang kelancaran dalam menuntaskan suatu bacaan. Tak hanya itu, bagi pembaca yang kerap melupakan jumlah buku yang sudah dituntaskan dalam jangka waktu tertentu, namun memiliki rasa malas untuk menuliskannya secara manual, penting sekali untuk mulai menggunakan salah satu aplikasi yang disebut dengan Goodreads.

Mengenal Goodreads

Logo Goodreads
Sumber: Icon-Icons

Goodreads merupakan aplikasi yang resmi dirilis pada tahun 2007 dan berguna sebagai wadah bagi para pembaca untuk menuliskan ulasan pribadi, membaca ulasan orang lain, dan memantau proses atau jalannya bacaan. Goodreads ini tidak mutlak dapat dikatakan sebagai aplikasi, karena ia juga tersedia dalam situs web, sehingga bagi yang enggan atau kesulitan untuk mengunduhnya masih bisa menggunakan goodreads dengan baik.

Untuk menggunakan goodreads, kita membutuhkan akun yang dapat menampung informasi bacaan kita ke depannya. Jangan khawatir, membuat akun di goodreads ini sangat mudah, karena bisa langsung saja memilih opsi untuk menghubungkan ke akun google atau media sosial. Setelah membuat akun, kita akan melihat bahwa goodreads ini bisa dikatakan sebagai perkumpulan si gemar membaca. Yang mana diperkuat dengan fitur-fitur di dalamnya.

Ketika kita masuk ke aplikasi atau situs web, kita akan menemukan fitur home yang memuat aktivitas membaca teman. Dari fitur home ini, interaksi akan bisa berjalan dengan menulis komentar atau memberi tanda suka dari ulasan yang diberikan orang lain terhadap satu buku. Selanjutnya, kita akan menemui fitur my books yang mana terdapat fitur shelves atau update reading progress yang terdiri dari read, currently reading, dan want to read.

Fitur shelves atau bisa disebut juga dengan rak bacaan tersebut berfungsi untuk mengkategorikan buku-buku yang sudah dibaca, yang sedang dibaca, atau yang ingin dibaca. Fitur ini dapat dilihat oleh orang lain, sehingga mereka bisa mendapatkan referensi dari beberapa kategori yang tersedia. Selain tiga poin tadi, aplikasi goodreads pun dapat menambahkan kategori baru, seperti buku favorit, buku genre historical fiction,  buku yang memorable, dan kategori-kategori lain sesuai kebutuhan atau selera masing-masing.

Jika merasa diri termasuk ke dalam pembaca yang kurang update dengan perkembangan buku terbaru dari penulis-penulis terkenal, goodreads bisa menjadi solusi karena informasi demikian akan muncul dalam fitur discover. Akan tetapi, apabila setelah mencoba discover atau update reading challenge dari teman dan tetap merasa bingung, fitur explore by genre juga dapat memudahkan kita dalam mencari bacaan yang akan masuk ke dalam kategori. Intinya, kita harus benar-benar rajin dalam membedah aplikasi ini agar dapat menemukan keunggulan-keunggulan baru yang tak pernah dibahas oleh orang lain sebelumnya.

Reading Challenge dari Goodreads

Reading Challenge 2022
Sumber: Goodreads

Dari berbagai fitur yang telah disampaikan di atas, ada satu hal penting yang tak boleh dilewatkan ketika kita sudah membuat akun melalui situs web atau aplikasi Goodreads, yakni fitur Reading Challenge. Fitur ini tersedia di dalam my books, yang mana bisa terbilang sebagai salah satu fitur favorit penulis karena benar-benar memantik semangat dalam menyelesaikan target bacaan. Tidak hanya penulis, mungkin beberapa pembaca di luar sana juga kerap merasa perlu untuk mendapat suntikan semangat dari berbagai hal agar dapat menyelesaikan bacannya, salah satunya melalui reading challenge ini.

Reading challenge adalah tantangan membaca yang difasilitasi oleh Goodreads bagi mereka yang merasa sanggup untuk menguji kemampuan diri sendiri. Jadi, betul-betul berpatokan pada kemampuan untuk menyusun target seberapa banyak buku yang bisa diselesaikan. Biasanya reading challenge ini berdurasi satu tahun, misal target baca satu tahun adalah 40, maka setiap menyelesaikan satu buku akan tercatat menjadi 1/40. Begitu seterusnya.

Di setiap selesai membaca satu buku, kita bisa merekam dengan jelas dari mulai tanggal pertama membaca, sampai kepada tanggal menyelesaikan bacaan. Ini sangat baik untuk memantau lama dalam membaca satu buku, pun bisa digunakan sebagai patokan agar hari esok dapat membaca buku lebih cepat lagi. Selanjutnya, kita juga bisa membandingkan reading challenge kita dengan orang lain, yang dimaksudkan untuk menimbulkan keseruan semata, bukan menjadi ajang pamer atau merendahkan orang lain dan melakukan book shaming. Karena, tak jarang pembaca malah semakin termotivasi untuk menantang diri mereka setelah melihat progress yang telah dilakukan oleh orang lain.

Baca Juga: Stop Book Shaming, Membaca Bukan Ajang Pamer agar Terlihat Keren

Tak usah berlama-lama lagi, jika kalian merasa “klik” dengan kebiasaan-kebiasaan pembaca yang telah disebutkan, lebih baik segera meluncur untuk bergabung dengan goodreads. Mari perluas relasi dan tingkatkan semangat literasi.

 

Sumber:

 

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun Instagram @eriskaelfishy.

1 thought on “Mengenal Reading Challenge Goodreads

  1. fanny_dcatqueen says:

    Aku baru mulai pake goodreads ini di Januari 2022 mas. Agak nyesel telat, padahal stiap THN aku selalu ikutan reading challenge . Seneng, pas tahu goodreads bisa jadi rekapan buku2 yg kita baca, walopun sebenernya aku tulis juga review-nya di IG sih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: