Parenting dan Implementasi Bahasa Indonesia dalam Buku “Di Tanah Lada”

Halo, Sobat Layar Baca. Belakangan ini mungkin kalian tidak asing lagi dengan istilah parenting yang kerap disajikan dalam berbagai media, baik visual, audio, maupun visual audio. Istilah ini diminati oleh berbagai kalangan, sebab memiliki keunikan dan kebermanfaatannya tersendiri. Namun, apa sih sebenarnya parenting?

Apa itu Parenting?

Keluarga Saling Berpegangan Tangan
Orang Tua dan Anak (Sumber: Pixabay oleh Pexels)

Parenting diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu ‘parent‘ yang berarti orang tua. Sedangkan imbuhan -ing, mengacu kepada satu tindakan tertentu. Jadi, parenting berdasarkan bahasa merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang dalam menjalankan statusnya sebagai orang tua. Sedangkan secara istilah, parenting bisa diartikan sebagai cara atau panduan bersikap yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka dalam lingkup keluarga.

Ironisnya, meskipun sudah jadi orang tua, banyak sekali di antara mereka yang masih tidak sadar dengan pentingnya parenting. Sehingga tak jarang ditemukan adanya webinar atau kegiatan sejenis yang memberikan sosialisasi utuh tentang pentingnya parenting dalam keluarga. Bahkan, literasi di Indonesia juga sudah menerbitkan berbagai buku terkait, baik secara fisik maupun digital, fiksi maupun nonfiksi. Salah satu buku fiksi yang menyinggung perihal pentingnya parenting dapat ditemukan dalam karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang berjudul Di Tanah Lada

Menyelami Isi Novel Di Tanah Lada 

Buku Di Tanah Lada
Buku Di Tanah Lada (Sumber: Gramedia Digital)

Buku setebal 244 halaman ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang anak perempuan bernama Salva. Ia biasa dipanggil dengan Ava, namun papanya selalu menyebutnya dengan Saliva atau ludah, karena menganggapnya tidak berguna. Selepas Kakek Kia yang merupakan ayah dari papa Ava meninggal, Ava sekeluarga harus rela untuk berpindah ke Rusun Nero yang kumuh, jorok, kotor, dan jauh dari kata nyaman. Namun, papa Ava memaksa mereka untuk pindah demi kepentingannya sendiri.

Papa Ava memiliki kepribadian yang kasar, keras, dan jahat. Sehingga Ava senantiasa mengaitkan kepribadian itu dengan ‘monster’. Ketika papa dan mamanya bertengkar, biasanya Ava akan sembunyi di kamarnya. Namun, di Rusun Nero, ia tidak memiliki kamar. Sehingga ia harus keluar dan dari sanalah pertemuan dengan P terjadi.

P merupakan seorang anak laki-laki yang juga tinggal di Rusun Nero. Ke mana pun dia pergi, gitar selalu ada di pangkuannya. Ketika bertemu dengan Ava, P dengan nama yang tidak biasa itu juga membawa gitarnya. Hingga di satu ketika Ava menganggap bahwa P adalah seorang pengamen karena terus membawa gitar.

Waktu terus berjalan, Ava sedikit banyaknya mulai menyadari bahwa ia memiliki kemiripan dengan P, terutama perihal ‘monster’ yang menjelma menjadi papa dalam keluarga mereka masing-masing. Papa mereka sama, tidak suka tersenyum, tidak bisa menangis, senang marah dengan mata yang melotot, juga senang memukul. Pada akhirnya, mereka tiba di satu kesimpulan bahwa semua papa di dunia adalah orang jahat dan ketimbang hidup dengan orang jahat, mereka memutuskan menjalani hidup mereka sendiri.

Pentingnya Parenting

Dari buku ini, orang tua yang terdiri dari papa dan mama, merupakan orang yang sangat berlainan. Karena, setiap papa adalah orang jahat dan setiap mama adalah orang baik. Dan meskipun setiap mama adalah orang baik, setiap mama bisa saja melupakan atau tidak mempedulikan anak mereka sama sekali.

Semua pandangan itu digambarkan dengan kengerian dan keluguan dari seorang anak berusia 6 dan 10 tahun. Betapa anak sekecil itu seharusnya mendapatkan kasih sayang yang berlimpah, malah harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dan tumbuh menjadi anak yang skeptis tentang semua hal yang ada di dunia. Selayaknya, sebelum menjadi orang tua, kita perlu memiliki bekal yang cukup agar tidak ada hati yang tersakiti dalam keluarga.

Kita juga dipaksa untuk menyadari kualitas sebuah hubungan jika menilik lebih jauh ke dalam buku ini. Betapa hubungan antara papa dan mama, hubungan antara papa dan anak atau hubungan anak dan mama perlu memiliki porsi yang seimbang. Betapa pentingnya menyadari status dan peran sehingga fungsi dari keluarga berjalan sebagaimana mestinya. Seorang lelaki yang ingin menikah, perlu mempersiapkan diri untuk menyandang status suami dan ayah, begitu juga seorang perempuan, harus mempersiapkan diri untuk menyandang status istri dan ibu. Dengan kesadaran itu, tentu anak akan merasakan kehangatan dan tumbuh dengan penuh cinta.

Implementasi Bahasa Indonesia

Selain parenting, dalam buku ini, kita akan menemukan betapa implementasi bahasa Indonesia merupakan hal yang perlu diapresiasi. Tokoh Ava yang mengalami kerumitan dalam hubungan dengan papanya, memiliki kakek yang kerap mengajarkan kebaikan berbahasa. Dia bahkan memberikan kamus sebagai hadiah dari ulang tahun Ava yang ketiga. Dalam kamus tersebut tertulis: “Budi bahasa yang baik membentuk manusia bersahaja. Selamat ulang tahun ketiga, Ava. Dari Kakek Kia.”

Sejak saat itulah, Ava terbiasa untuk membawa kamus ke mana pun ia pergi dan terbiasa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mirisnya, kebanyakan orang dewasa hanya menganggap pintar anak-anak yang bisa berbahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Pikiran demikian juga dirasakan Ava, namun menurutnya dianggap pintar oleh kakeknya lebih penting dari orang lain.

Kemampuan berbahasa Ava benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak seperti P yang mengerti bahasa Inggris, ia tetap berbahasa Indonesia dengan baik. Hal ini kiranya bisa menjadi sentilan dan dapat diterapkan untuk pola parenting di setiap keluarga, bahwa orang tua harus menjadi orang pertama yang menghargai kemampuan anak dalam segi apa pun, termasuk dalam segi berbahasa. Memang berbahasa Inggris itu penting, akan tetapi, jangan lupakan bahasa di mana kita dilahirkan, yakni bahasa Indonesia.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Mengapa Kumpulan Cerita Pendek Perlu Dibaca, Yuk Simak!

Jika tertarik untuk membaca bukunya, silakan kunjungi toko buku terdekat atau bisa juga membacanya via aplikasi baca yang sudah terjamin legalitasnya. Selamat membaca dan jauhi pembajakan!

 

Sumber:

https://www.prenagen.com/id/apa-itu-parenting-anak

https://www.sehatq.com/artikel/parenting-alias-pola-asuh-anak-terbagi-4-jenis-anda-yang-mana/amp

 

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun instagram @eriskaelfishy

Author: R. Eriska Ayank Sutandiana

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun Instagram @eriskaelfishy.

1 thought on “Parenting dan Implementasi Bahasa Indonesia dalam Buku “Di Tanah Lada”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: