Reading Slump: Momok Menakutkan Bagi Para Pembaca

Pernahkah di satu waktu ketika kamu sedang membaca buku, tiba-tiba kamu merasakan keengganan untuk meneruskan buku tersebut? Atau ketika di satu waktu kamu telah menuntaskan satu buku, lantas buku lain terasa tidak menarik dan akhirnya kamu tidak membaca buku sama sekali? Jika kamu merasakan salah satu atau bahkan kedua hal tersebut, mungkin kamu tengah berada di kondisi reading slump.

Apa itu Reading Slump?

Bosan dengan Buku (Sumber: Pixabay oleh Dolgachov)

Reading slump adalah sikap jenuh, bosan, dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan membaca. Pada akhirnya, tumpukan buku yang sudah berada di bawah target waktu tertentu harus rela untuk menunggu sedikit lebih lama. Karena, seseorang yang telah mengalami reading slump akan merasa sangat tidak nyaman jika tetap memaksakan kehendak dan membaca lebih banyak buku.

Bagi sebagian orang yang menganggap bahwa membaca adalah dunianya, reading slump merupakan mimpi buruk yang mau tidak mau harus mereka hadapi. Apalagi terkadang reading slump datang dengan mudahnya di waktu yang tidak pasti, seperti ketika sudah berada di setengah halaman buku yang sedang dibaca, ketika berbentrokan dengan aktivitas lainnya, ketika tersakiti saat membaca kata atau kalimat dalam buku yang menggambarkan keadaan pribadi, dan masih banyak alasan yang mungkin terjadi.

Tanda-tanda yang Perlu Disadari

Seperti virus dan bakteri yang ada di bumi, reading slump juga menjangkiti para pembaca tanpa pandang bulu. Semua pembaca bisa terkena reading slump dan hal yang harus kita sadari adalah mengenal lebih dalam bagaimana tanda-tanda yang bisa ditemukan pada seseorang yang terkena reading slump. Berikut tanda-tanda umumnya:

  1. Kesulitan Untuk Fokus atau Memusatkan Pikiran Pada Bacaan

    Sulit Fokus (Sumber: Pixabay oleh Demaerre)

Fokus merupakan kunci dari membaca. Apabila sudah tidak fokus, maka makna yang ada di dalam buku akan sangat sulit untuk dicerna. Jangankan makna tersirat, yang tersurat pun akan samar jika tengah berada dalam kondisi reading slump. Sebenarnya, hilang fokus biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terlebih bagi beberapa orang yang terbiasa untuk multitasking atau mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Fokus mereka akan mudah terbagi dan akhirnya tidak maksimal dalam mengerjakan hal tertentu. Namun, dalam kasus reading slump, meskipun aktivitas yang dilakukan hanya membaca buku saja, seseorang akan lebih mudah kehilangan fokus dan memutuskan untuk tidak melanjutkan bacaan.

  1. Waktu yang Lama Hanya Untuk Satu Halaman

Biasanya satu halaman bisa selesai hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, namun ketika sedang mengalami reading slump bisa saja mencapai lebih dari 15 menit. Belum lagi jika buku yang tengah dibaca merupakan buku yang sulit dipahami, tentu akan memakan waktu yang lebih lama lagi. Ini akan sangat menyiksa karena merusak waktu atau target bacaan yang sudah disusun sejak awal. Akan tetapi, ini juga merupakan momentum yang tepat untuk menutup buku dan mencari hal yang baru. Karena, seperti poin di awal tadi, fokus kita dalam membaca pun sudah tidak ada, maka akan sulit jika diteruskan.

  1. Hasrat Ingin Melenyapkan Buku Sangat Tinggi

Mungkin akan terasa sangat aneh, tapi pembaca buku sangat mungkin untuk berhasrat melenyapkan sebuah buku di hadapannya. Apalagi bisa poin 1 dan 2 sudah berada di depan mata, buku akan terlihat sangat menyebalkan dan ingin jauh-jauh saja darinya. Karena tidak biasa, seseorang yang mengalami ini akan merasa terganggu dengan apa yang dirasakannya.  Oleh karena itu, jika sudah berada dalam fase seperti ini, jangan pernah memaksakan diri untuk tetap membaca. Atau, reading slump akan lebih sukar untuk dihilangkan.

Bagaimana Cara Mengatasi Reading Slump?

Momok yang menyeramkan tentu tidak ingin kita jumpai lebih lama lagi. Oleh karenanya, perlu menemukan beberapa tindakan untuk mengatasinya, misalnya sebagai berikut:

  1. Beralih Mendengarkan Audiobook

    Mendengarkan Audiobook (Sumber: Pixabay oleh AsiaVision)

Audiobook merupakan cara terbaru untuk mengetahui isi dalam sebuah buku. Jika kita merasa sulit fokus, waktu yang lama hanya untuk menuntaskan satu halaman, dan berujung pada hasrat ingin melenyapkan buku di hadapan, maka mendengarkan akan menjadi opsi yang bijak untuk dilakukan. Mengingat, dengan mendengarkan kita hanya perlu menajamkan telinga dan bisa sambil memejamkan mata untuk mendapat fokus yang lebih.

  1. Coba Mulai Mencari Buddy Read

    Kawan Diskusi (Sumber: Pixabay oleh ArLawKa AungTun)

Membaca memang menjadi aktivitas pribadi. Akan tetapi, kita bisa mensiasatinya dengan mencari buddy read dan melakukan aktivitas membaca untuk banyak orang. Buddy read sangat memudahkan kita untuk keluar dari reading slump, karena dalam prosesnya, kita akan dipaksa untuk berdiskusi atau mengeluarkan pendapat tentang suatu bacaan dan itu akan membangkitkan minat dan memunculkan motivasi membaca kembali lagi.

  1. Lakukan Aktivitas Lainnya

Bila dua poin sebelum ini masih berkaitan dengan buku, maka poin ketiga akan benar-benar menjauhkanmu dari buku dalam rentang waktu yang bisa ditentukan. Misal, ketika tidak membaca buku, aktivitas lain yang perlu dilakukan adalah berkebun. Selama berkebun, tentu kita akan menumpahkan semua perhatian pada kegiatan itu dan berujung pada melupakan kegiatan membaca. Akan tetapi, kegiatan berkebun hanya menjadi peralihan sementara, sehingga suatu waktu yang sudah dibuat, kita harus kembali membaca buku.

Baca Juga: Parenting dan Implementasi Bahasa Indonesia dalam Buku “Di Tanah Lada”

Demikian reading slump, tanda, dan tips yang bisa dijalankan oleh Sobat Layar Baca di rumah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

 

Sumber:

Ulfa Luthfia Hidayanti. 6 Tips Agar Kamu Terbebas dari Reading Slump. https://www.google.com/amp/s/www.shopback.co.id/

Benzy. 5 Ciri Kamu Mengalami Reading Slump, Hilang Fokus Saat Membaca. https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/

 

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun instagram @eriskaelfishy

Author: R. Eriska Ayank Sutandiana

R. Eriska Ayank Sutandiana adalah penulis yang terlahir di kota hujan dan senang sekali melakukan perjalanan. Beberapa karya tulisnya sudah dimuat dalam buku antologi terbitan Binarmedia. Bila ingin cukup dekat silakan berkunjung ke akun Instagram @eriskaelfishy.

1 thought on “Reading Slump: Momok Menakutkan Bagi Para Pembaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: