Menjaga Semangat Menulis

Penulis: Nina Refyanti

Ilustrasi menulis. Sumber: Pinterest

Di balik hasil sebuah karya, ada usaha pencipta yang menjaga ambisinya untuk menyelesaikan karya tersebut. Begitu pula hasil karya tulis. Setiap penulis apapun itu pasti mengalami kebuntuan menulis, hilangnya mood menulis dan hambatan lainnya. Namun pada akhirnya hari ini mereka berhasil membuat kita bisa menikmati hasil karya tulis mereka. Karena semua hambatan itu hanyalah hal yang wajar dan bisa diatasi. Di sini Layar Baca hendak menyampaikan beberapa cara untuk mengatasi hambatan menulis tersebut dengan menjaga semangat menulis. Berikut usaha untuk menjaga semangat menulis versi Layar Baca.

1. Catat Setiap Ide

Ilustrasi mencatat ide. Sumber: Pinterest

Simpanlah setiap ide yang muncul. Otak kita tidak mungkin mengingat segala hal yang kita tahu dan yang pernah kita pikirkan. Jalan keluarnya adalah mencatatnya. Jika kita mencatatnya, kita tidak akan lupa. Bila ide itu perlu pengetahuan lebih lanjut, yang artinya kita belum bisa menulis tentang hal itu, tetap catat. Karena mungkin di masa depan kita bisa dapatkan informasi yang bisa melengkapi dan menyempurnakan ide itu. Atau kita kelak ingin mencari informasi untuk melengkapinya saat ada waktu, tidak masalah.

Tujuan mencatat ide adalah kita tidak pernah tahu kapan ide itu bisa berguna. Mungkin dalam waktu dekat atau waktu lama. Tidak masalah. Ide harus dicatat bukan karena dia harus segera direalisasikan. Tapi karena nilai dari sebuah ide sangatlah mahal. Jadi jika kamu terus-menerus memiliki ide yang bermunculan dalam benak, itu seperti biji-biji emas yang sedang bermunculan ke permukaan dan hanya butuh ‘menggali’ sedikit lagi sampai emas itu benar-benar muncul seutuhnya.

2. Tulis yang Disukai

Ilustrasi menulis. Sumber: Pinterest

Kita tentu senang memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang kita sukai. Jika kita sudah menyukai hal tertentu, kita akan berikan yang terbaik dari diri kita untuk hal tersebut. Contohnya kita sangat menyukai sejarah. Tidak peduli seberapa memusingkannya kumpulan tanggal dan tahun kejadian, seberapa banyak orang yang terlibat, seberapa sulit nama mereka untuk diingat, atau serumit apa pun kejadiannya, kita akan berusaha untuk memahaminya. Nah usaha pantang mundur inilah targetnya. Untuk mendapatkan tekad yang seperti ini, kita mulai dari menulis apa yang kita sukai.

Hal ini pun akan berdampak pada hasil tulisan kita. Tulisan yang dibuat dari hasil rasa senang tentu berbeda dengan tulisan yang dibuat di bawah tekanan dan rasa tidak suka. Inilah tujuan dari memulai tulisan dari hal yang kita sukai.

3. Tulis yang Dikuasai

Menulis sesuatu yang kita kuasai akan memudahkan kita menyusun tiap-tiap bagian dari tulisan kita. Kalaupun ada bagian yang membutuhkan informasi lebih lanjut, kita sudah tidak bingung lagi ke mana harus mencari informasi tersebut. Karena kita sudah familiar dengan bidang itu. Kita sudah paham ke mana informasi itu harus kita cari, dari mana asal-usulnya dan kita bisa mengembangkannya bersama dengan kemampuan kita.

4. Tulislah karena Memang Kita Bertugas untuk Menyampaikan atau Menceritakan

Hentikan pikiran bahwa karya tulis kita harus selalu dibaca banyak orang. Atau memikirkan tulisan kita disetujui oleh semua orang. Karena itu tidak akan pernah terjadi. Akan selalu ada orang yang tidak membaca tulisan kita. Tapi itu artinya akan selalu ada orang yang membacanya pula. Akan selalu ada orang yang tidak setuju dengan pemikiran atau pesan dari tulisan kita. Tapi bukan berarti semua orang akan membenci tulisanmu. Pasti akan ada seseorang di luar sana yang setuju atau setidaknya, mengerti jalan pikiran dan maksud dari tulisan kamu.

Jadi itu semua tidak perlu dipikirkan. Tentang berapa banyak, setuju atau tidak, akankah ada pertentangan atau tidak. Itu tidak perlu dicemaskan. Karena sekeras apapun kita berusaha, pertentangan tidak akan bisa dihindari. Justru pertentangan memang harus ada untuk mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan menulis kita. Dan rendahkanlah hati agar terbuka untuk menerima perbaikan dari respon pembaca. Seperti itulah caranya berkembang.

Maka dari itu tulislah dengan alasan karena kamu memang harus menceritakan, menyampaikan, menginformasikan. Karena itu tugasmu, jadi lakukan saja dengan cara yang terbaik. Tidak perlu mencemaskan segala hal yang mengikuti setelahnya. Yang terpenting tugasmu terlaksanakan.

5. Jadi Orang Pertama yang Menghargai Tiap Hasil Tulisanmu

Menghadapi hambatan menulis. Sumber: Pinterest

Banyak yang mengatakan, setiap kali berhasil mencapai sesuatu, jangan cepat puas. Rasa tidak cepat puas bertujuan agar kamu tidak hanya berhenti di tingkatan kemampuan kamu hari ini, melainkan untuk mendorong dirimu menginginkan hal yang lebih daripada pencapaianmu sekarang. Tapi sebelum lakukan hal itu, ada hal lain yang paling penting untuk dilakukan: menghargai hasil karyamu.

Jadikan dirimu sendiri orang pertama yang menghargai dan mencintai hasil karyamu. Sebagus apapun karya tulisanmu, jika kamu bukanlah orang pertama yang menghargainya, kamu tidak akan pernah percaya diri untuk menyebarkannya kepada pembaca.

Biodata Penulis:

Nina Refyanti wanita kelahitan 5 Juni 1999. Seorang mahasiswi Universitas Azzahra jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Kesibukannya kini adalah kuliah sambil bekerja.

Baca Juga: Mengapa Manusia Menghancurkan Buku

1 thought on “Menjaga Semangat Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: